Diana Apria
Universitas Udayana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dampak Komodifikasi Terhadap Tari Tradisi Sebagai Media Komunikasi Diana Apria
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8 No 1 (2020): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 8 No 1 Juli 2020
Publisher : DIII Prodi Humas Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Communicology.013.08

Abstract

Salah satu fungsi tari adalah menjadi media komunikasi antara pencipta tari dengan para audiens. Dewasa ini, tari bukan hanya sebagai media komunikasi sang pencipta tari, melainkan menjadi sebuah barang komoditas. Hal ini dikarenakan industri budaya yang telah berubah menjadi "hubungan masyarakat" tanpa memerhatikan pihak yang memproduksinya. Penelitian ini berfokus pada dampak komodifikasi terhadap tari tradisi sebagai media komunikasi yang membahas tentang fenomena tari Bedhaya di Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi dan studi dokumen terkait dengan tari Bedhaya. Data dianalisis menggunakan teori industri budaya dan teori komunikasi budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Bedhaya pada zaman dahulu hanya dapat dinikmati oleh elit dan orang-orang kerajaan (Keraton), tetapi dewasa ini dapat ditampilkan di mana saja dan dinikmati oleh siapa saja. Di Jakarta, tari Bedhaya ditampilkan di pesta pernikahan dengan nuansa tradisional Jawa untuk menyambut tamu undangan. Tari Bedhaya yang ditampilkan pada upacara pernikahan bukanlah Bedhaya Ketawang, yang hanya ditampilkan pada upacara kenaikan raja di Istana, tetapi versi lain dari Bedhaya di layar komersial yaitu Bedhaya Ela-ela.