Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DAMPAK BUANGAN LUMPUR PANAS PORONG SIDOARJO TERHADAP KUALITAS AIR KALI PORONG Simon S. Brahmana
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 3, No 4 (2007)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32679/jsda.v3i4.100

Abstract

Since 29 May 2006, hot mud eruption has occured at Porong-Sidoarjo East Java. The impact of hot muderuption is the inundation of the human settlement, school, free way, paddy field and etc. which until 30October 06 has covered an area of about 450 ha. According to the decree of the President on 27 September2006, mud should be discharged into Kali Porong.The chemical and physical characteristics of mud and its water are the high rate of salinity, conductivity, andphenol, with salinity 15.3 29.7; conductivity 33600 - 76600 ?mhos/cm. and concentrations of phenol0.264 20.4 mg/L. The concentration of heavy metals is not too high: cadmium 0.011 0.125 mg/L;chromium hexa valent nd 0.118 mg/L. The BOD and COD of water are 50 -75 mg/L and 100 -150 mg/Lrespectively.The impact of water and mud discharge into the Kali Porong is decrease dissolved oxygen. In the contrary,turbidity, conductivity and salinity will increase dramatically. The concentration of heavy metal as well asphenol showed no change. Before discharge of water, the dissolved oxygen in Kali Porong along thr riverfrom toll bridge to Tanjungsari varied in between 6.0-7.0 mg/L. After discharge of mud water, dissolvedoxygen decrease significantly. In period of 15 to 30 September 2006 dissolved oxygen varied in between 2.7 -6.7 mg/L, from 1 to 30 October 2006 1.0 -4.2 mg/L and from 2 to 26 November 1.0 2.2 mg/L. Theconductivity rate at toll bridge had increased from 5406 ?mhos/cm in September to 9688 in October 2006. Inthe same time salinity had increased from 2.4 to 4.0 ,and turbidity from 98 NTU to 488 NTU.
Pencemaran Nutrien (Zat Hara) Dan Kualitas Air Waduk Kaskade Batujai Dan Pengga Di P. Lombok Simon S. Brahmana
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.481 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v6i1.385

Abstract

Air waduk kaskade Batujai dan Pengga di P. Lombok dimanfaatkan untuk air irigasi, sumberbaku air minum Kabupaten Lombok Tengah dan pembangkit listrik. Penelitian kualitas air di kedua waduk telah dilakukan pada musim hujan dan musim kemarau .Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air waduk sudah tercemar pada tingkat sedang. Pencemaran air waduk disebabkan oleh karena limbah penduduk, pertanian, peternakan. Penelitian dilakukan berdasarkan metoda deskriptif yaitu dengan melakukan pengumpulan data skunder dan primer serta pengukuran kualitas air. Evaluasi kualitas arinya dilakukan berdasarkan Peraturan Pemerintrah No 82/2001 dan status eutrofikasi waduk digunakan Kriteria Eutrofikasi Danau /Waduk KepMen Menteri Negara Lingkungan Hidup No 28/2009. Beban pencemaran yang masuk ke waduk Batujai adalah Nitrogen total sebanyak 191 kg/hari dan Fosfat Total 69,5 kg/hari, sedangkan beban pencemaran yan masuk ke Waduk Pengga , Nitrogen total sebanyak 232,6 kg/hari dan Fosfat Total 16,7 kg/hari. Jumlah beban pencemaran tersebut dikategorikan tinggi bila dibandingkan dengan volume Waduk Batujai sebanyak 4,5 juta m3 dan volume Waduk Pengga 4 juta m3 pada keadaan air maksimum. Parameter kualitas air yang tidak memenuhi syarat untuk kelas 1 adalah BOD,COD dan detergen. Ratarata kadar BOD dan COD di waduk Batujai masing-masing 3,6 mg/L dan 9,5 mg/L sedangkan di Waduk Pengga 5,6 mg/L dan 9 mg/L. Ratarata Nitrogen total dan Fosfat Total di Batujai masing-masing 0,89 mg/L dan 0,054 mg/L sedangkan di Waduk Pengga 0,687 mg/L dan 0,058 mg/L.. Transparansi di kedua waduk masing-masing 0,5 meter. Tingkat Status Eutrofikasi di kedua waduk adalah mesortofikeutrofik ( penuyuburan sedang menuju subur).