Karakter fisik Kota Semarang, di sebelah selatan terdiri daerah tinggi yang berbukit, dan di sebelah utara adalah daerah rendah yang datar. Karena kondisi tersebut daerah kota sebelah utara selalu terancam oleh banjir dan genangan, terutama genangan akibat masuknya air laut ke daratan, yang biasa disebut rob. Penurunan muka tanah, dan naiknya muka air laut, menyebabkan bertambahnya tinggi dan lama genangan akibat banjir. Telah dilakukan studi pengendalian banjir dan genangan dengan konsep Menahan banjir di hulu, menjaga di tengah dan menarik ke hilir serta menjaga agar air dari laut tidak naik ke darat. Di daerah hulu telah diidentifikasi lokasi yang mungkin dibangun dam pengendali banjir, di daerah tengah dilakukan dengan tanggul dan normalisasi sungai sehingga dapat menghidarkan banjir kiriman dari hulu. Di daerah hilir diusulkan, konsep pengendalian banjir dan genangan dengan konsep on-land defense, off-land defense atau kombinasi on dan off-land defense. Dari hasil analisis dengan metode weighted factor yang melibatkan berbagai faktor yang terkandung didapat konsep kombinasi on-land dan off-land yang paling optimal dalam pengendalian genangan akibat rob, dengan total nilai -13 dan tanah reklamsi yang dapat dimanfaatkan seluas 3.286 ha.