Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perilaku Dan Keamanan Bendungan Manggar, Kalimantan Timur Carlina Soetjiono
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1927.187 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v6i2.422

Abstract

A safety evaluation of the Manggar dam in East Kalimantan has been carried out based on a combination of field inspection, instrument evaluation from 2004 to 2007 and a slope stability analysis during the research program of the year 2008. The results of the evaluation are then presented in the form of total risk index (IRtot) and dam safety value (Naman). The Manggar dam has a total risk index (IRtot) of 20,18 and a dam safety value (Naman) of 76,80, which meant that the dam was in a satisfied condition. The stability analysis presents that the upstream and down stream of dam was stable in a normal condition as well as in an abnormal (flood and earthquake) condition, so that there is no needs for further action of improvement of investigation as well as design and construction of the dam.
Gagasan Revitalisasi Bendungan Urugan Dalam Mendukung Pengelolaan Sumber Daya Air Carlina Soetjiono
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (962.362 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v6i1.384

Abstract

Pengelolaan sumber daya air yang baik adalah suatu upaya pengelolaan yang tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan (seperti banjir, kekeringan, pencemaran, dan longsoran), dan tidak merusak sumber daya alam sendiri. Mengingat pembangunan bendungan urugan merupakan salah satu bagian dari sistem pengelolaan sumber daya air, sebaiknya dituangkan dalam suatu konsep pengembangan wilayah berwawasan lingkungan. Perubahan iklim global secara perlahan berdampak pada perubahan sumber daya air terutama siklus hidrologi, jumlah dan pola presipitasi serta cuaca di dunia termasuk Indonesia. Karena itu, mulai sekarang diperlukan upaya adaptasi terhadap situasi tersebut dengan melibatkan peran aktif seluruh pihak terkait untuk memaksimalkan manfaat kegiatan pengelolaan dan pengembangan sumber daya air. Perubahan fenomena alam ini berdampak positif, juga berdampak negatif. Untuk mengurangi dampak negatif tersebut, diperlukan waduk baik alami maupun buatan (bendungan). Bilamana pembangunan bendungan baru saat ini diperkirakan sulit dilaksanakan karena faktor keterbatasan (pendanaan, lahan dan faktor sosial), maka upaya revitalisasi bendungan yang sudah ada selayaknya diprioritaskan. Salah satu hal penting yang diperlukan dalam revitalisasi adalah melakukan evaluasi keamanan bendungan. Sebab, peran evaluasi keamanan bendungan dapat memberikan andil penting baik dalam pengelolaan sumber daya air umumnya maupun dalam menjaga fungsi dan keamanan bendungan khususnya, untuk meningkatkan pemanfaatan sumber daya air sebesarbesarnya bagi kesejahteraan rakyat.