Yuli Setiawati
Akademi Kebidanan Muhammadiyah Palopo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PKM Kelompok Home Industri “Bagea” di Kelurahan Dangerakko Kecamatan Wara Kota Palopo Provinsi Sulawesi Selatan Yuli Setiawati; Suhandra Makkasau
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.054 KB) | DOI: 10.35906/jipm01.v3i1.317

Abstract

Masalah kemiskinan di Indonesia ditandai oleh rendahnya mutu kehidupan masyarakat yang ditunjukan oleh masih rendahnya indeks pembangunan masyarakat. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi semakin meningkatnya masyarakat miskin maka, salah satu upaya pemerintah melalui penerapan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah membuka peluang seluas-luasnya membantu masyarakat dengan bekerjasama dengan perguruan tinggi yang memiliki sumber daya manusia yang cukup handal.Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Kelompok Home Industri bageadilaksanakan sebagai bentuk keresahan akademisi akan pemanfaatan sagu sebagai sumber makanan yang sangat kaya gizi, yang hanya sebatas untuk dikonsumsi saja. Maka dari itu dengan adanya program kemitraan masyarakat ini kiranya dapat memberdayakan masyarakat melalui rekruitmen warga masyarakat yang didominasi oleh ibu rumah tangga sebagai tenaga kerja. Olehnya itu, dibutuhkan strategi pemberdayaan Industri kecil meliputi strategi manajemen inovasi dan teknologi, pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga, dan anak remaja yang putus sekolah.Adapun target luaran darikegiatan ini adalah agar semua masyarakat dapat menikmati kehidupan yang lebih baik melalui pengembangan sistem kelompok home industri, sehingga secara otomatis dapat menaikkan pendapatan masyarakat. Untuk merealisasikan rencana hibah ini maka metode yang dilakukan adalah mengunjungi kelompok/masyarakat yang akan dibina, membentuk binaan berupa kelompok Home Industri Bagea, melakukan pelatihan memperbaiki mutu produk, pembuatan kemasan/Brand, stimulus modal, Pelatihan Analisis Usaha dan pengembangan usaha..