Perubahan karakteristik hujan bulanan diperiksa melalui uji keberadaan trend dan uji perubahan distribusi dikaitkan dengan perubahan kondisi kekeringan menggunakan Indeks Kekeringan dari Standardized Precipitation Index (SPI) dalam bentuk durasi dan intensitas kekeringan. Perubahan trend hujan di beberapa wilayah sangat signifikan yaitu jumlah curah hujan tahunan dan musim kemarau yang berkurang di sebagian besar wilayah Cirebon dan hujan tahunan dan musim hujan bertambah di sebagian wilayah Pekalongan dan hujan tahunan dan musim kemarau berkurang di sebagian kecil wilayah Kedu. Begitu pula halnya di wilayah Kedu dan Cirebon mengalami perubahan distribusi hujan sebelum tahun 1945 dibandingkan dengan hujan periode setelah tahun 1970 terutama untuk musim kemarau Maret-Agustus. Lain halnya dengan wilayah Pekalongan perubahan distribusi hujan terjadi pada musim basah September-Februari. Di sisi lain, intensitas kekeringan maksimum per dasawarsa menunjukkan adanya kecenderungan bertambah besar untuk wilayah Kedu dan Pekalongan dan frekuensi terjadinya kekeringan ekstrim menjadi lebih sering di akhir dasawarsa terutama di wilayah Pekalongan meskipun jumlah pos hujan yang mengalami pengurangan hujan hanya sedikit. Bahkan, wilayah Cirebon dengan jumlah pos hujan yang mengandung trend penurunan cukup banyak tetapi frekuensi kejadian intensitas kekeringan maksimum di dasawarsa terakhir tidak terlalu meningkat dibandingkan dua wilayah yang lain.