Aufa Alfian Musthofa
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) DALAM PEMBELAJARAN MUTOLAAH KELAS 2 KMI DI PONDOK PESANTREN BAITUL HIKMAH TEMPUREJO TAHUN AJARAN 2021-2022 Aufa Alfian Musthofa; Haris Furkon Hasbi Firmansyah; Yusuf Aziz Mustofa
Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab No 7 (2021): Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab VII
Publisher : Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengajar merupakan seni dalam mentransfer ilmu pengetahuan kepada siswa, oleh karena itu mengajar membutuhkan strategi yang mampu membangkitkan semangat para siswa agar bisa aktif kembali ditengah maraknya penyebaran Covid-19. Dalam hal ini Pembelajaran Muthala’ah yang diajarkan di kelas 2 KMI Pondok Pesantren Baitul Hikmah, merupakan salah satu mata pelajaran yang sedang terkendala. Penyebabnya adalah terlalu lamanya siswa belaja secara online sehingga menyebabkan kurang aktifnya siswa ketika pembelajaran tatap muka berlangsung. Strategi Two Stay Two Stray (TS-TS), merupakan salah satu bagian dari pembelajaran kooperatif yang fokus untuk meningkatkan keaktifan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran Muthala’ah. Adapun jenis penelitian yang digunakan berupa penelitian kualitatif yang digunakan untuk meneliti obyek yang alamiah, dengan menggunakan teknik pengumpulan data, wawancara dan juga observasi. Hasil penelitian tersebut adalah model pembelajaran Two Stay Two Stray (TS-TS)  yang dapat membantu peserta didik agar lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran Muthala’ah.Kata Kunci: Strategi, Two Stay Two Stray, Muthala’ah.
Takwīn al-Muṣṭalaḥāt al-ʿArabiyyah al-Ḥadīthah fī Majāl aṭ-Ṭibb: Dirāsah Taḥlīliyyah fī al-Muʿjam al-Mawrid al-Muzdawaj wa al-Muʿjam aṭ-Ṭibbī Nūriyah Aufa Alfian Musthofa
Lisanudhad: Jurnal Bahasa, Pembelajaran dan Sastra Arab Vol. 4 No. 1 (2017): Lisanudhad: Jurnal Bahasa, Pembelajaran, dan Sastra Arab
Publisher : Department of Arabic Teaching, Faculty Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of language is closely related to the development of time. As language evolves, new terminology emerges to replace older terms or to designate newly invented concepts that require linguistic representation. The development of terminology is particularly evident in the fields of science, technology, and the arts, with the most rapid growth occurring in medical science. This development is largely attributed to the extensive research and innovations of Western scholars in medicine. For example, the English medical term AIDS has been borrowed into Arabic through transliteration as إيدز (Īdz). Other medical terms have been formed through different processes, such as Hypervitaminosis, Laser, Cornea, Allergic, Targeting, and many others. Understanding the formation of these terms requires appropriate linguistic approaches to facilitate the comprehension of modern medical terminology in Arabic. Researchers therefore need systematic methods for developing Arabic medical terminology in the future. This study presents several methods used in the formation of modern Arabic medical terminology, including translation, borrowing, blending (naḥt), and hybrid borrowing. In the translation method, the study identifies eighty new morphological patterns used in modern Arabic medical terminology, including biliteral, hexaliteral, heptaliteral, octoliteral, and nonaliteral patterns. Regarding the borrowing method, the study finds the adoption of letter-by-letter transliteration as well as the borrowing of English affixes into Arabic.