Febtia Eka Puji Rahayu
Universitas Muhammadiyah Purworejo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kajian Folklor dalam Tradisi Nyadran di Makam Mbah Nyi Ngobaran Desa Soko Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo Febtia Eka Puji Rahayu
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 10, No 2 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.721 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Prosesi dalam tradisi nyadran di Makam Mbah Nyi Ngobaran Desa Soko, Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo, (2) Makna simbolik dalam tradisi nyadran di Makam Mbah Nyi Ngobaran Desa Soko, Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo, (3) Fungsi folklor dalam tradisi nyadran di Makam Mbah Nyi Ngobaran Desa Soko, Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah informan yang meliputi juru kunci makam, sesepuh desa, kepala desa, perangkat desa, ketua RT dan warga yang masih melestarikan tradisi nyadran. Data dalam penelitian ini adalah hasil wawancara dari informan, video, foto, penelitian sejenis, buku-buku yang relevan dan data desa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi berperan serta, wawancara tidak terstruktur dan dokumen. Instrumen penelitian yang dilakukan menggunakan human instrumen (peneliti sendiri). Teknik analisis data menggunakan model etnografi. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber data. Penyajian hasil analisis menggunakan metode penyajian informal. Hasil penelitian pada Kajian Folklor Dalam Tradisi Nyadran di Makam Mbah Nyi Ngobaran Desa Soko Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo adalah (1) Prosesi meliputi: (a) tahap pra pelaksanaan (persiapan), (b) tahap pelaksanaan (obong-obong sebelum menyembelih kambing, menyembelih kambing, memasak kambing, obong-obong sebelum kenduri, kenduri), (c) tahap pasca pelaksanaan (kenduri di rumah). (2) Makna simbolik sesaji atau Sajen meliputi: (a) tumpeng adalah simbol tujuan hidup manusia yang lurus, (b) ingkung adalah simbol permintaan maaf kepada Tuhan, (c) golong, (d) badhek, (e) abon-abon, (f) gedhang ayu dan suruh ayu, (g) palawija, (h) arang-arang kambang dan (i) rujakasem. (3) Fungsi tradisi nyadran meliputi: (a) fungsi pendidikan, (b) fungsi sosial, (c) fungsi agama dan (d) fungsi pewarisan tradisi.   Kata Kunci: Tradisi nyadran, Makam Nyi Ngobaran, folklor