Dafiuddin Salim
Universitas Trunojoyo Madura

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONSERVASI MAMALIA LAUT (CETACEA) DI PERAIRAN LAUT SAWU NUSA TENGGARA TIMUR Dafiuddin Salim
Jurnal Kelautan Vol 4, No 1: April (2011)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v4i1.888

Abstract

Perairan Indonesia merupakan daerah ruaya (migration)dari jenis-jenis mamalia laut (marine mammals) seperti paus, lumba-lumba dan ikan duyung, terutama di wilayah Indonesia bagian timur.Cetacea dan berbagai jenis biota laut peruaya lainnya termasuk jenis penyu hingga saat ini keberadaannya semakin terancam.Pemerintah Indonesia, melalui Departemen Kelautan dan Perikanan melakukan upaya perlindungan spesies bagi mamalia laut dengan membentuk dan menetapkan kawasan konservasi Laut Sawu sebagai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKNP).Penetapan suatu kawasan menjadi kawasan yang dilindungi tidak lepas dari kendala dan hambatan yang dihadapinya, tetapi hambatan dan kendala ini dapat dijadikan suatu tantangan dalam mengelola sumberdaya alam yang lebih efektif.Pengelolaan yang efektif bagi mamalia laut yakni dengan tetap melindungi ekosistem dan habitatnya, melakukan penelitian dan monitoring, pemantauan terhadap illegal fishing maupun destructive fishing.Kata Kunci :Cetacea, Konservasi, Tantangan, Pengelolaan efektif
PENGELOLAAN EKOSISTEM TERUMBU KARANG AKIBAT PEMUTIHAN (BLEACHING) DAN RUSAK Dafiuddin Salim
Jurnal Kelautan Vol 5, No 2: Oktober (2012)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v5i2.870

Abstract

Terumbu karang dan segala kehidupan yang terdapat di dalamnya merupakan salah satu kekayaan alam yang bernilai tinggi. Namun di sisi lain terumbu karang juga merupakan salah satu ekosistem yang sangat terancam karena merupakan sumber keuntungan ekonomi yang besar dari perikanan dan pariwisata. Hingga kini, tekanan yang disebabkan oleh kegiatan manusia seperti pencemaran dari daratan dan praktek perikanan yang merusak telah dianggap sebagai ancaman utama untuk terumbu karang. Sementara ancaman lain yang lebih potensial adalah kenaikan suhu permukaan air laut yang dapat menyebabkan pemutihan karang (coral bleaching). Pemutihan dan kematian karang secara besarbesaran yang pernah terjadi pada tahun 1998. Tulisan ini akan menampilkan beberapa bentuk pengelolaan dengan pemanfaatan sumberdaya yang sustainable untuk menyelamatkan ekositem terumbu karang dari pemutihan dan kerusakan oleh dampak manusia yakni dengan menetapkan daerah terumbu karang sebagai Kawasan Konservasi Laut (KKL); perikanan yang sustainable dan ramah lingkungan; pariwisata yang sesuai dengan daya dukung. Kata kunci:terumbu karang, pemutihan, pengelolaan