Zida Zakiyatul Husna
UIN Sunan Ampel Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perkembangan Dakwah Melalui Media Sosial Instagram Zida Zakiyatul Husna
Ath Thariq Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 5 No 2 (2021): Ath-Thariq
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Metro-Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/ath_thariq.v5i2.3539

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menjadikan segala aspek kehidupan berkiblat padanya. Begitupula dengan kegiatan dakwah. Dakwah yang sebelumnya dilakukan dengan mengisi ceramah di mushola, khutbah jum’at, masjid, pondok pesantren, kini dakwah dapat dilakukan pada media sosial. bentuk dari media sosial sendiri juga bermacam-macam salah satunya yakni Instagram. Tulisan ini akan mengkaji berbagai penelitian yang telah dilakukan mengenai perkembangan dakwah dari waktu kewaktu dan perkembangannya melalui media sosial khususnya Instagram. penelitian ini menggunakan pendekatan literature review dengan menggunakan kata kunci “media sosial Instagramm”, “perkembangan dakwah” dan “dakwah dengan media sosial Instagram”. Hasil dari literature review mengenai perkembangan dakwah ini adalah penggunaan media sosial Instagram ini sebagai media dakwah masa kini dirasa efektif karena jangkauan media sosial yang lebih luas dan data diakses dimanapun dan kapanpun. Praktik dakwah melalui media sosial Instagram yakni da’i atau admin akun dakwah mengunggah pesan dakwah berupa foto atau video dalam instagram tersebut. agar komunikasi terjadi antara mad’u dan da’i dengan menggunakan fitur komentar dalam unggahan tersebut.
Dakwah Multikultural (Dakwah Gus Miftah di Diskotik Hingga Gereja) Zida Zakiyatul Husna
Hikmah Vol 15, No 2 (2021): JURNAL ILMU DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/hik.v15i2.4056

Abstract

It is known that Indonesia is a country that has various tribes, cultures, languages, religions, traditions and so on. This is what makes Indonesian society called a multicultural society. In the context of da'wah, this multicultural da'wah is more about how a da'i conveys his da'wah messages to mad'u who have different backgrounds. This study tries to discuss the methods used by Gus Miftah in conveying his da'wah among nightlife workers to non-Islamic communities. By using a descriptive qualitative paradigm, this study found that by means of an appearance that adapts to the place where the da'wah activities take place, the da'wah material starting from the basics discusses everyday life using language that is easy to understand, and the most important thing is not to judge the madam'. This is the key to the success of Gus Miftah's da'wah among night workers. And when he preached in front of non-Muslims, he prioritized the value of tolerance between religious communities.