Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SPRITUALITAS MANUSIA DAN MA’RIFAT Mat Jalil
Ath Thariq Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 1 No 1 (2017): Ath-Thariq
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Metro-Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.654 KB) | DOI: 10.32332/ath_thariq.v1i1.829

Abstract

Ma’rifat searching of The God’s unsure on a seeker, makes a special vibration waves about God’s things, and after those are founded, that person will confess as God’s servant. In the second valley, if the things which have been searched before are founded, even it’s slightly explicit (melik-melik), that person will taste the love which make everything implicit (melik) before becomes clear (melek) and even follow it (melok). The love will deliver him to the next valley of ma’rifat; holly valley. The next ecstacy is kneeling down and full of grateful, then feeling beyond amazed by the intended face, fana fi-ilallah.
FALSAFAH HAKIKAT IMAN ISLAM DAN KUFUR Mat Jalil
Ath Thariq Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 2 No 2 (2018): Ath-Thariq
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Metro-Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.983 KB) | DOI: 10.32332/ath_thariq.v2i2.1294

Abstract

Sumber pokok keyakinan atau keimanan dalam Islam adalah Al-qur’an dan hadits yang merupakan pedoman sekaligus landasan berpijak bagi prilaku seseorang, keselamatan seseorang tergantung sesuai atau tidak prilakunya dalam mempedomaninya untuk menjalankanIman dan Islam.Keimanan merupakan fondasi dari keislaman, pemeliharan keimanan seseorang mau tidak mau harus diupayakan demi menjaga keislaman. Peningkatan keimanan dapat melalui intropeksi berpikir akan kejadian alam manusia dan alam semesta, sungguh di alam manusia dan alam semesta banyak sekali kejadian yang luar biasa sebagai bahan untuk dipikirkan. Allah telah banyak memberikan sarana, berupakan pikiran, hati, hikmah untuk meneguhkan keimanan seseorang, sarana akal manusia yang kritis bersifat analisis dapat menjelaskan keyakinan dan memperlihatkan pertentangan, dengan jalan bertanya, berdialog membedakan, membersihkan, menyisihkan dan menolak, akhirnya ditemukan hakikat keimanan yang selanjutnya dapat meningkatkan keislaman seseorang. Prilaku menyimpang dari keimanan dan keislaman disebut kekufuran, diantara penyebab kesesatan dan kembali pada kekufuran adalah kecenderungan manusia untuk menyukai kesesatan, karena ada sebagian orang yang karena kesukaannya kepada kerusakan dan senang melakukannya, akhirnya dia ditinggalkan oleh Allah dan dibiarkan oleh hawa nafsunya ke dalam kehinaan.
SINERGITAS FILSAFAT DAN AGAMA BAGI MASYARAKAT DI ERA KONTEMPORER Mat Jalil
Ath Thariq Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 3 No 2 (2019): Ath-Thariq
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Metro-Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/ath_thariq.v3i2.1903

Abstract

Sinergitas filsafat dan agama dua hal prinsip hidup setiap orang untuk bersungguh sunguh Berfilsafat bukanlah merupakan pekerjaan yang setiap saat dapat saja dimulai dan yang semauanya dapat dihentikan,berfilsafat lebih merupakan suatu mentalitas berpikir suatu sikap dan penyesuaian pribadi yang dibiasakan secara perlahan-lahan dan dengan susah payah sehingga oleh karena itu menjadi milik kita secara tetap,belajar berfilsafat belajar membuka diri dan bersedia untuk itu (membuka diri), sedamgkanberagama atau berkeyakinan adalah suatu fitrah bagi manusia. Hal ini bertolak dari kesadaran manusia akan ketidak-berdayaan dirinya dan adanya sesuatu yang transenden yang patut diunggulkan. Agama, sebagai pegangan hidup manusia, tentu tidak hanya berhenti sebagai pemikiran ideal belaka, melainkan, seiring perjalanan waktu, harus diterjemahkan dalam bingkai realitas kehidupan manusia. Agama kemudian mencari posisinya yang apresiatif terhadap realitas, namun tanpa mereduksi prinsip-prinsipnya