Yuliana Safitri
Padang State University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DETEKSI KEBERADAAN EKOSISTEM PADANG LAMUN DAN TERUMBU KARANG MENGGUNAKAN ALGORITMA LYZENGA SERTA KEMAMPUAN MENYIMPAN KARBON DI PULAU KUDINGARENGLOMPO Eggy Arya Giofandi; Yuliana Safitri; Ahkmad Eduardi
Jurnal Kelautan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.224 KB) | DOI: 10.21107/jk.v12i2.5803

Abstract

ABSTRACTThe growth of built up land and the dense human activity drive cause the greater production of CO2 on earth, thus impacting on decreasing air quality and the greenhouse effect. This is also marked by the reduction in forest vegetation which causes limited carbon sequestration, aquatic ecosystems have the ability to absorb carbon more than the absorption on land about 55% of carbon in the atmosphere and used for photosynthesis. Blue carbon is the largest carbon storage around the coastline marked by the presence of mangroves, seagrass beds, and coral reefs. The purpose of this study is to monitor the existence of seagrass and coral reef ecosystems using Sentinel-2A imagery through the transformation of lyzenga algorithm in detecting and knowing the ability to store carbon on Kudingarenglompo island. The results of the calculation found that the more dominant area in the form of seagrass (122ha) then the area of coral reefs reached (77ha) rubbel (27ha) and sand (18ha) and the potential for blue carbon storage depends on the density and extent of seagrass distribution. The level of Sentinel-2A image accuracy test in detecting the distribution of seagrass ecosystems and coral reefs produces a value of 87.60%, the accuracy value indicates that the Sentinel-2A image is able to be used in monitoring seagrass and coral reef ecosystems or shallow water substrates.Keyword: seagrass beds, blue carbon, lyzenga, sentinel-2A.ABSTRAKPertumbuhan lahan terbangun serta padatnya aktivitas manusia berkendara menyebabkan semakin besarnya produksi CO2 dibumi, sehingga berdampak pada penurunan kualitas udara dan efek rumah kaca. Hal ini juga ditandai dengan berkurangnya vegetasi hutan yang menyebabkan terbatasnya penyerapan karbon, ekosistem perairan memiliki kemampuan penyerapan karbonnya lebih tinggi dari penyerapan yang ada di darat sekitar 55% karbon yang ada di atmosfer dan digunakan untuk proses fotosintesis. Blue karbon merupakan penyimpan karbon terbesar yang berada disekitar pesisir pantai ditandai dengan adanya keberadaan mangrove, padang lamun, dan terumbu karang. Tujuan penelitian ini ialah memantau keberadaan ekosistem padang lamun dan terumbu karang menggunakan citra Sentinel-2A melalui transformasi algoritma lyzenga dalam mendeteksi dan mengetahui kemampuan menyimpan karbon pada pulau Kudingarenglompo. Hasil perhitungan ditemukan luasan yang lebih dominan berupa padang lamun (122ha) kemudian luasan terumbu karang mencapai (77ha) rubbel (27ha) dan pasir (18ha) serta potensi penyimpanan blue karbon tergantung kerapatan dan luas persebaran padang lamun. Tingkat uji akurasi citra Sentinel-2A dalam mendeteksi persebaran ekosistem padang lamun dan terumbu karang menghasilkan nilai sebesar 87,60%, nilai akurasi tersebut menunjukkan bahwa citra Sentinel-2A mampu digunakan dalam memantau ekosistem padang lamun dan terumbu karang atau substrat perairan dangkal. Kata Kunci: padang lamun, blue karbon, lyzenga, sentinel-2A.