Maulina, Venie Viktoria Rondang
Fakultas Psikologi, Universitas Katolik Indonesia ATMA JAYA

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal Psikogenesis

Gambaran Kepuasan Pernikahan Pada Penyintas Kanker Serviks Pasca Pengobatan Kanker Evryanti Cahaya Putri; Venie Viktoria Rondang Maulina
Jurnal Online Psikogenesis Vol 4, No 2 (2016): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.876 KB) | DOI: 10.24854/jps.v4i2.345

Abstract

Setelah menjalani pengobatan, penyintas kanker serviks mengalami perubahan secara fisik, psikologis, dukungan sosial yang diterima, perubahan intimacy dan seksualitas, ekonomi keluarga, serta masalah kesetiaan dan kepercayaan pada pasangan. Hal-hal tersebut terkait dengan karakteristik yang mempengaruhi kepuasan pernikahan seseorang. Kepuasan pernikahan dapat membuat sepasang suami istri mempertahankan pernikahan atau mengakhiri hubungan pernikahan mereka dan bagi para penyintas kanker berhubungan secara signifikan dengan kualitas hidup pada dirinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara semi-structured. Subjek penelitian berjumlah dua orang dan memiliki karakteristik, yaitu penyintas kanker serviks yang telah selesai menjalani pengobatan kanker, berstatus menikah, dan tinggal bersama dengan suami. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kehidupan pernikahan kedua partisipan setelah menjalani pengobatan kanker dipersepsikan puas oleh keduanya. Karakteristik yang mendukung kepuasan pernikahan kedua partisipan yaitu companionship, commitment, responsibility, unselfishness, honesty, trust, and fidelity, serta adaptability, flexibility, and tolerance. Karakteristik yang tidak mendukung yaitu admiration and respect, spirituality and values, serta affection. Karakteristik yang berbeda dalam memengaruhi kepuasan pernikahan kedua partisipan yaitu communication, ability to deal with crises and stress, serta empathy and sensitivity. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pernikahan kedua partisipan adalah kedekatan sebelum pernikahan, tempat tinggal, dan pendapatan keluarga. Faktor-faktor yang memiliki pengaruh berbeda adalah kebahagiaan pernikahan orang tua dan pendidikan. Suami memiliki pengaruh yang besar dalam mempersepsikan kepuasan pernikahan bagi peyintas kanker serviks.
Gambaran Perceived Social Support Pada Penderita Kanker Stadium Lanjut yang Menjalani Perawatan Paliatif Agnes M. Amelia L. Witjaksono; Venie Viktoria Rondang Maulina
Jurnal Online Psikogenesis Vol 4, No 1 (2016): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.238 KB) | DOI: 10.24854/jps.v4i1.514

Abstract

Selama menghadapi kondisi kesehatannya dan perubahan yang terjadi akibatnya, penderita kanker stadium lanjut bisa mengalami masalah pada aspek fisiologis, psikologis, sosial dan budaya, serta spiritual dan eksistensial. Dukungan sosial dari lingkungan sekitar penderita dapat membantu mereka dalam mengatasi masalah yang dihadapi, namun keberhasilannya tergantung pada bagaimana penderita memaknai dukungan sosial yang diterimanya (perceived social support). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara semi-structured. Subjek penelitian berjumlah tiga dan memiliki karakteristik, yaitu penderita kanker yang telah didiagnosa kanker stadium lanjut, sedang menjalani Perawatan Paliatif, dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Kanker Dharmais. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kelima dimensi dukungan sosial dipersepsikan oleh penderita kanker stadium lanjut selama menghadapi masalah yang muncul akibat kondisinya. Sumber dukungan sosial berasal dari berbagai pihak. Sumber dukungan sosial tertentu bisa memberikan lebih dari satu dimensi dukungan sosial. Bentuk dari setiap dimensi dukungan sosial berbeda-beda. Informational support memberikan informasi untuk memahami kondisi kesehatan dan nasehat untuk menjaga kondisi kesehatan, sedangkan instrumental support memberikan bantuan secara finasial dan peralatan untuk mendukung pengobatan, serta memberikan pelayanan untuk mengatasi masalah kesehatan dan rumah tangga. Emotional support, esteem support, dan companionship support mampu memberikan penghiburan dan motivasi melaui perkataan dan tindakan selama menghadapi kondisi kesehatannya. Bentuk dari setiap dimensi dukungan sosial dapat memberikan dampak yang positif apabila diberikan secara tepat, namun bisa menimbulkan perasaan negatif ketika diberikan secara kurang tepat, kurang memadai, atau justru secara berlebihan.Kata kunci: Kanker stadium lanjut, Perawatan Paliatif, dukungan sosial, perceived social support
Mindfulness dan Health Anxiety pada Individu Dewasa Awal Liugiarto, Iona Ordelia; Maulina, Venie Viktoria Rondang
Jurnal Online Psikogenesis Vol 13 No 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v13i2.5312

Abstract

Early adulthood is when people start thinking more about health because they’re becoming more vulnerable to chronic diseases and mental health issues. With the increasing availability of health information, some individuals tend to believe the circulating information and assume they have health problems, which leads to health anxiety. Mindfulness, however, is one approach that can reduce the level of health anxiety in early adults since it helps lower distress and negative feelings. This study focuses on trait mindfulness, which reflects the level of mindfulness in a person’s daily life. The aim of this study is to explore the relationship between mindfulness and health anxiety in early adulthood. This research used a quantitative approach with a correlational design. The participants were early adults aged 18–25 years living in Jabodetabek, with a total of 202 participants collected through convenience sampling. The instruments used were the Five Facet Mindfulness Questionnaire (FFMQ) and the Short Health Anxiety Inventory (SHAI). Data were analyzed using Spearman correlation. The results showed a negative correlation between mindfulness and health anxiety, meaning that higher mindfulness is linked to lower health anxiety, and vice versa. Keywords: mindfulness, health anxiety, early adulthood