Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SISTEM STEGANOGRAFI DENGAN METODE LEAST SIGNIFICANT BIT (LSB) TERACAK Yohanes Julianto; Kristoforus jawa bendi
Jurnal Ilmiah Flash Vol 2 No 2 (2016): Vol 2 No 2 Desember 2016
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5054.809 KB) | DOI: 10.32511/flash.v2i2.32

Abstract

Information security has become important today. Steganography is one of the ways tomake any information secure. It hides information by inserting it in a media or cover. LSB (LeastSignificant Bit)steganographic technique has become popular because of its simplicity. LSB(Least Significant Bit) is one algorithm from steganography. The weakness of LSB is bits ofembedded are inserted sequentially. It can be easily tracked. Our research using text as embeddedmessage and WAV audio format as cover-object. We combine LSB and LCG (Linear CongruetialGenerator) to determinant the random position of replacement bit. Outcome of this research is asoftware that was develop by waterfall model and coded in Visual Basic. The result shows thatembedded message can be encode dan decode
Rancangan Tata Letak Fasilitas Produksi Produk Rehabilitasi Dengan Algoritma Genetika Steaven Leonardo Chandra; Theresia Sunarni; Kristoforus Jawa Bendi; Dominikus Budiarto
Jurnal Tiarsie Vol 16 No 3 (2019): Jurnal TIARSIE 16.3 Edisi RITEKTRA IX
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (965.571 KB) | DOI: 10.32816/tiarsie.v16i3.53

Abstract

Tata letak fasilitas produksi memiliki dampak yang sangat penting dan saling keterkaitan antara fasilitas yang satu dengan lainnya guna menunjang kelancaran dari proses produksi. Seringkali masalah terbesar dalam sistem produksi disebabkan oleh penanganan bahan yang tidak sistematis. Dalam penelitian ini, kami mencoba menerapkan algoritma genetika dalam mendapatkan rancangan tata letak fasilitas (mesin) secara optimal. Input dari penelitian ini diantaranya berupa nomor mesin, masing-masing dimensi mesin, urutan mesin di setiap bagian, volume produksi di masing-masing bagian, dan frekuensi aliran di setiap bagian. Output dari penelitian ini adalah tata letak mesin dengan total biaya aliran minimum. Penelitian ini memecahkan kasus pada fasilitas produksi produk rehab di PT Shima Prima Utama yang terdiri dari 16 mesin dan 29 komponen. Hasil penelitian pada kasus ini adalah didapatkan urutan penempatan mesin optimal yakni 13, 3, 9, 15, 6, 10, 2, 12, 8, 16, 7, 1, 11, 5, 14 dan 4 dengan total biaya aliran 197.434.