Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK KUNYIT PADA PAKAN BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN EFISIENSI PEMANFAATAN PAKAN IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer) Lora Santika; Nanda Diniarti; Baiq Hilda Astriana
Jurnal Kelautan Vol 14, No 1: April (2021)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v14i1.8988

Abstract

ABSTRACTThe White Barramundi (Lates calcarifer, Bloch) is a fish that has high economic value. The problem in the cultivation of white barramundi is the length of time for raising and feed utilization that is not optimal. Turmeric contains curcumin and essential oils that can stimulate the performance of digestive enzymes and have a function for the absorption process of food substances to increases. The research objective was to determine the effect of the addition of turmeric extract on the growth and efficiency of feed utilization of white barramundi. The research started from 13 June - 27 July 2020, at the Coastal Aquaculture Fisheries Center (BPBPP), Sekotong, West Lombok. The research designed by a completely randomized design (RAL) consisting of 4 treatments 3 repetitions. Treatment A with a dose of 0%, treatment B with a dose of 0,10%, treatment C with a dose of 0,15%, and treatment D with a dose of 0,20%. The data obtained were analyzed using ANOVA at the 95% confidence level, and further tested by Tukey. The parameters observed included absolute growth, SGR, EPP, FCR, and water quality. The results showed that the addition of turmeric extract had a significant effect on absolute growth, SGR, EPP, and FCR. The best dose is the addition of 20 ml of turmeric extract which can provide an optimum growth effect on white barramundi (Lates calcarifer, Bloch).Keywords: White barramundi, turmeric extract, growth, feed utilization efficiency  ABSTRAKKakap Putih (Lates calcarifer, Bloch) merupakan ikan yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Kendala yang dihadapi dalam budidaya ikan kakap putih adalah lamanya waktu pemeliharaan dan pemanfaatan pakan yang kurang maksimal. Kunyit mengandung kurkumin dan minyak atsiri yang mampu menstimulasi kinerja enzim pencernaan sehingga proses penyerapan zat makanan meningkat. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak kunyit terhadap pertumbuhan dan efisiensi pemanfaatan pakan ikan kakap putih. Penelitian dilaksanakan tanggal 13 Juni – 27 Juli 2020, di Balai Pengembangan Budidaya Perikanan Pantai (BPBPP) Sekotong, Lombok Barat. Penelitian didesain menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 ulangan, yaitu perlakuan A dosis 0%, perlakuan B dosis 0,10%, perlakuan C dosis 0,15%, dan perlakuan D dosis 0,20%. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf kepercayaan 95% dan diuji lanjut Tukey untuk mengetahui perlakuan terbaik. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan mutlak, SGR, EPP, FCR dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan penambahan ekstrak kunyit memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan mutlak, SGR, EPP dan FCR. Dosis terbaik yaitu penambahan ekstrak kunyit 20 ml yang dapat memberikan pengaruh pertumbuhan optimum terhadap ikan kakap putih (Lates calcarifer, Bloch).Kata kunci: Ikan Kakap Putih, Ekstrak Kunyit, Pertumbuhan, Efisiensi Pemanfaatan Pakan
PENGUATAN PERAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN KAWASAN KONSERVASI MELALUI SOSIALISASI PERGUB NO. 55 TAHUN 2023 DAN REFRESHMENT CITIZEN SCIENCE DI SELAT ALAS Lora Santika; Azwar Anas; Muslihuddin Ainib; Soraya Gigentika; Syaeful Bachri; Wiwid Lestariningsih
Jurnal Pepadu Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v7i2.10810

Abstract

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu sentra perikanan tangkap di Indonesia dengan produksi lebih dari 200.000 ton pada tahun 2021. Untuk mendukung pengelolaan perikanan yang berkelanjutan, Pemerintah Provinsi NTB menetapkan Peraturan Gubernur Nomor 55 Tahun 2023 tentang Rencana Aksi Pengelolaan Perikanan Kerapu dan Kakap Berkelanjutan (P2K2B) periode 2023–2028. Regulasi ini menekankan pentingnya pengelolaan perikanan berbasis ilmu pengetahuan, partisipasi masyarakat, dan pengendalian penangkapan yang bertanggung jawab guna menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan. Salah satu upaya yang mendukung implementasi kebijakan tersebut adalah program Citizen Science yang melibatkan nelayan dalam pengumpulan data perikanan. Program ini telah berjalan di Selat Alas sejak tahun 2020 dan berkontribusi dalam penyediaan data untuk pengelolaan perikanan. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi tantangan, terutama dalam menjaga konsistensi partisipasi masyarakat dalam kegiatan pendataan secara sukarela. Sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan keterlibatan masyarakat, kegiatan sosialisasi Pergub No. 55 Tahun 2023 dan refreshment Citizen Science dilaksanakan pada 20–22 Mei 2024 di tiga desa di Lombok Timur. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat, meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan perikanan berkelanjutan, serta mendorong kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peningkatan sarana pendukung, penguatan kapasitas peserta, dan sinergi lintas sektor menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program Citizen Science dan pengelolaan perikanan berkelanjutan di Selat Alas.