Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Peningkatan Ekonomi Kreatif Digital Desa Betokan Kabupaten Demak melalui Manajemen Bisnis, Pemanfaatan Teknologi Digital, dan Sistem Informasi Arizqi Arizqi; Diah Ayu Kusumawati; Ratna Novitasari
Indonesian Journal of Community Services Vol 2, No 2 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.2.2.135-142

Abstract

Desa Betokan merupakan salah satu desa yang memiliki potensi besar, mengingat desa Betokan adalah desa penghasil buah jambu dan belimbing terbesar di Kabupaten Demak. Buah jambu dan belimbing sendiri merupakan buah khas kota Demak. Meskipun demikian, sebagian besar pelaku usaha penjual jambu dan belimbing yang ada di Desa Betokan tersebut masih terkendala dalam hal manajemen usaha terutama dalam hal pemasaran dan pengembangan produk. Sehingga kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan guna meningkatkan Ekonomi kreatif  berbasis Digital masyarakat di Desa Betokan dari usaha yang telah dimiliki sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan warga desa Betokan. Metode dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini antara lain penyampaian materi penyuluhan, tanya jawab dan diskusi, dilanjutkan dengan praktik. Dari pelaksanaan pengabdian masysrakat dapat disimpulkan bahwa masyarakat antusias dalam pelaksanaan penyuluhan yang dilakukan, terlebih pada saat penyampaian materi dan praktik pembuatan akun media sosial dan juga akun E-commerce seperti akun facebook, instagram, dan juga shopee. Terlebih pada masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, masyarakat selaku konsumen banyak yang beralih dari pembelian secara langsung (offline) ke pembelian online. Dari adanya akun media sosial dan e-commerce ini juga pelaku usaha dapat lebih mengembangkan pasar yang ada.Betokan is one of the villages that has great potential, considering that Betokan is the largest producer of guava and star fruit in Demak Regency. Guava and star fruit are the typical fruits of Demak city. Even so, most of the guava and starfruit selling business actors in Betokan are still constrained in terms of business management, especially in terms of marketing and product development. So that community service activities were carried out to improve the community-based digital creative economy in Betokan, Demak from the business that has been owned so that it can increase the income and welfare of Betokan villagers. Methods used in this community service included the delivery of extension materials, questions and answers and discussions, followed by practice. From the implementation of community service, it can be concluded that the public is enthusiastic about the implementation of the counseling carried out, especially when delivering material and practices for creating social media accounts and also e-commerce accounts such as Facebook, Instagram, and shopee accounts. Especially during the Covid-19 pandemic like now, many people as consumers have switched from direct (offline) purchases to online purchases. From the existence of social media and e-commerce accounts, business actors can further develop existing markets.
PERAN KEPUASAN KARIR DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA SDM Diah Ayu Kusumawati; Mutamimah Mutamimah
JMM UNRAM - MASTER OF MANAGEMENT JOURNAL Vol. 11 No. 1 (2022): JMM Februari 2022
Publisher : Master of Management, Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (932.981 KB) | DOI: 10.29303/jmm.v11i1.699

Abstract

Research on career satisfaction and organizational culture is very important because employee career satisfaction can improve employee performance which is supported by the organizational culture. The purpose of this study is to determine the optimization performance to career satisfaction moderated by organizational culture on non-medical permanent employees at the Islamic Hospital of  Semarang. This study used questionnaire with 191 respondents. The results of this study found three aspects; first, self-competence and job demand have a positive and significant impact on career satisfaction. Second, self-competence and job demand have a positive and significant impact on performance. Third, career satisfaction has a positive and significant impact on performance supported by organizational culture at the Islamic Hospital of Semarang. Keywords: self competence, job demand, Islamic organizational culture, career satisfaction, performance
KELINCAHAN ORGANISASI : PERAN KETERAMPILAN DIGITAL DAN KEPEMIMPINAN AGILE PADA UMKM Diah Ayu Kusumawati; Sri Anik
JMM UNRAM - MASTER OF MANAGEMENT JOURNAL Vol. 12 No. 1 (2023): JMM Februari 2023
Publisher : Master of Management, Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jmm.v12i1.763

Abstract

This study discusses the role of digital skills and agile leadership that can affect organizational agility. Companies that have digital skills will influence organizational agility and are supported by agile leadership as a moderation, so they will be better prepared in facing the era of digitalization. This research was conducted by testing SEM (Structural Equation Modeling) using the help of SmartPLS statistical software. This research was conducted by survey method by distributing questionnaires to 250 MSMEs in Central Java, Indonesia. The results of this study have a positive and significant relationship between workforce transformation and e-readiness in digital skills. Agile leadership can moderate the relationship between digital skills and organizational agility of MSME in Central Java. The conclusion is that digital skills and agile leadership have a role in increasing organizational agility of MSMEs in Central Java.  Keywords: Workforce Transformation, E-readiness, Digital Skill, Agile Leadership, Organizational Agility, MSMEs   Penelitian ini membahas peran digital skill dan agile leadership yang dapat mempengaruhi organizational agility. Perusahaan yang memiliki digital skill akan mempengaruhi organizational agility dan didukung oleh agile leadership sebagai moderasi, sehingga lebih siap dalam menghadapi era digitalisasi. Penelitian ini dilakukan dengan pengujian SEM (Structural Equation Modeling) menggunakan bantuan software statistik SmartPLS. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dengan menyebarkan kuesioner kepada 250 UMKM di Jawa Tengah, Indonesia. Hasil penelitian ini memiliki hubungan yang positif dan signifikan antara workforce transformation dan e-readiness dalam digital skill. Agile leadership dapat memoderasi hubungan antara digital skill dengan organizational agility UMKM di Jawa Tengah. Kesimpulannya bahwa digital skill dan agile leadership berperan dalam meningkatkan organizational agility UMKM di Jawa Tengah.
Digital Transformation : Peran Digital Skill Dan E-Readiness Pada UMKM Diah Ayu Kusumawati; Pungky Lela Saputri
Performance: Jurnal Personalia, Financial, Operasional, Marketing dan Sistem Informasi Vol 30 No 1 (2023): Performance
Publisher : Faculty of Economics and Business Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32424/1.jp.2023.30.1.7849

Abstract

Perkembangan ra digital di Indonesia menuntut berbagai sektor untuk menerapkan digitalisasi dalam setiap aktivitasnya. Tidak terkecuali dengan Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM). Penerapan digitalisasi pada UMKM memiliki peran penting bagi keberlangsungan UMKM tersebut. Oleh karena itu, diperlukan faktor pendukung agar UMKM mampu menjaga keberlanjutannya, antara lain dengan bertransformasi digital, kemampuan digital, dan e-readiness. Perubahan digital ini sangat dibutuhkan UMKM dalam meningkatkan kesiapan menghadapi era digital saat ini akibat persaingan yang semakin ketat. Peningkatan transformasi digital pada UMKM perlu didukung oleh digital skill dan e-readiness dalam memanfaatkan teknologi informasi digital melalui internet. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan menyebarkan kuesioner kepada UMKM bidang makanan minuman dan mendapatkan 108 responden untuk diuji. Analisis dan pengolahan data penelitian didukung oleh software SPSS 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan digital dan e-readiness berpengaruh positif dan signifikan terhadap transformasi digital. Selanjutnya, keterampilan digital memiliki dampak positif dan signifikan terhadap transformasi digital melalui e-readiness. Penerapan digital skill dan e-readiness pada UMKM mampu menjadikan UMKM bertransformasi ke digitalisasi, sehingga kedepannya UMKM dapat mencapai keunggulan kompetitif dan menjaga keberlangsungannya.
Pengaruh Content Marketing terhadap Keputusan Pembelian melalui Minat Beli sebagai Intervening di Aplikasi Tiktok pada Mahasiswa di Kota Semarang Muhammad Ridho Ardiyansyah; Diah Ayu Kusumawati; Erma Sri Hastuti
eCo-Buss Vol. 8 No. 1 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i1.2417

Abstract

Content Marketing berperan sebagai jantungnya suatu bisnis dikarenakan adanya strategi dalam sub bisnis yang sangat sulit dan menentukan perkembangan suatu perusahaan dengan hal ini marketing dioptimalkan melalui strategi yang efisien dengan format yang terbarukan serta telah teruji pada suatu konsumen. Dengan adanya perkembangan pesat, khususnya pada platform media social seperti Tiktok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Content Marketing terhadap Keputusan Pembelian dengan Minat Beli sebagai variable intervening pada mahasiswa di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data olahan berupa primer melalui pembagian kuesioner pada 100 responden mahasiswa pemakai aplikasi Tiktok di Kota Semarang. Teknik mengambil sampel dengan metode non-probability sampling bersama metode purposive sampling. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dan uji sobel untuk menguji efek intervening. Hasil penelitian menunjukan bahwa Content Marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian, dengan Selain itu, Minat Beli terbukti secara positif dan signifikan mengintervening pengaruh antara Content Marketing terhadap Keputusan Pembelian sebesar , 2 0,792. Penelitian ini memperkuat pentingnya strategi Content Marketing pada Aplikasi Tiktok dalam membentuk Minat Beli yang pada akhirnya mendorong Keputusan Pembelian khususnya di kalangan mahasiswa sebagai konsumen digital aktif. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan literatur dan rujukan bagi akademisi terkait Content Marketing pada Aplikasi Tiktok dalam mempengaruhi Keputusan Pembelian dan Minat Beli terhadap Konsumen terutama mahasiswa di Kota Semarnag dan pelaku bisnis dalam pengoptimalan Content Marketing digital diera Media Sosial khususnya pada Aplikasi Tiktok.
Peran E-WOM, Label Halal, Store Atmosphere Dalam Meningkatkan Minat Beli Ulang Mie Gacoan di Semarang Dengan Kepuasan Konsumen Sebagai Moderasi Asri Widhari Setyowati; Heru Sulistyo; Diah Ayu Kusumawati
eCo-Fin Vol. 7 No. 3 (2025): eCo-Fin
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/ef.v7i3.2889

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak dari eWOM, Label Halal, dan Store Atmosphere terhadap kemungkinan pelanggan membeli kembali produk, dengan kepuasan konsumen berperan sebagai faktor moderasi di kalangan konsumen Mie Gacoan di Semarang. Motivasi di balik penelitian ini berasal dari meningkatnya popularitas budaya makanan dan persaingan yang semakin ketat di industri makanan cepat saji, terutama di sektor mie. Metodologi kuantitatif diterapkan, dengan sampling terarah terhadap 100 peserta, sementara data dianalisis melalui regresi linier berganda dan uji Sobel. Temuan menunjukkan bahwa Label Halal, Store Atmosphere, dan Kepuasan Konsumen secara signifikan dan positif mempengaruhi Niat Membeli Kembali, sedangkan eWOM menunjukkan efek positif namun tidak signifikan secara statistik. Selain itu, Kepuasan Konsumen diidentifikasi sebagai moderator dalam hubungan antara Label Halal dan Store Atmosphere dengan Niat Pembelian Ulang, tetapi tidak untuk hubungan antara eWOM dan Niat Pembelian Ulang. Hasil ini menyoroti pentingnya kualitas layanan, suasana makan, dan sertifikasi halal dalam membangun loyalitas pelanggan. Studi ini diharapkan dapat memberikan wawasan berharga bagi pemilik usaha kuliner dalam mengembangkan strategi pemasaran yang memprioritaskan kepuasan konsumen dan mendorong pembelian ulang.
Pengaruh E-WOM dan Brand Ambassador Tasya Farasya Dengan Brand Trust Sebagai Variabel Intervening Terhadap Keputusan Pembelian Produk Skintific Pada Gen-Z Maulida Nur Hidayah; Diah Ayu Kusumawati
eCo-Fin Vol. 8 No. 1 (2026): eCo-Fin
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/ef.v8i1.3541

Abstract

Penelitian ini mencoba mengkaji pengaruh Electronic Word of Mouth (E-WOM) dan peran brand ambassador Tasya Farasya terhadap keputusan pembelian produk Skintific pada generasi Z di Semarang, dengan brand trust sebagai variabel intervening yang memperkuat hubungan tersebut. Penelitian ini mengadopsi metode kuantitatif dengan pendekatan explanatory research penelitian ini melibatkan 100 penduduk gen-z Kota Semarang yang telah menggunakan produk Skintific. Pengumpulan data diperoleh melalui kuisioner kemudian di proses dengan program SPSS (Statistical Program For Science). Dalam era digital di mana media sosial menjadi sarana utama bagi Gen Z yang aktif secara online, Skintific sebagai merek skincare berbasis sains dan kepercayaan dermatologis berhasil mendominasi pasar e-commerce melalui promosi influencer dan komunikasi positif konsumen. Metode analisis jalur mengonfirmasi bahwa E-WOM dan brand ambassador berpengaruh positif signifikan terhadap brand trust (koefisien 0,350 dan 0,551), sementara brand trust memediasi hubungan tersebut menuju keputusan pembelian (uji Sobel signifikan dengan z > 1,96), meskipun pengaruh langsung E-WOM dan brand ambassador ke pembelian tidak signifikan. Temuan ini menekankan pentingnya membangun kepercayaan merek melalui ulasan autentik dan endorsement kredibel untuk meningkatkan loyalitas Gen Z terhadap produk perawatan kulit.