Ira Alia Maerani
Faculty of Law, Sultan Agung Islamic University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Meningkatkan kompetensi kepala sekolah swasta di Kota Semarang berdasarkan Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018 Nuridin Nuridin; Ira Alia Maerani; Muhammad Muchtar Arifin Soleh; Khairul Anwar
Indonesian Journal of Community Services Vol 1, No 2 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.1.2.165-174

Abstract

AbstrakKepala sekolah memiliki peran sentral dalam pengelolaan sekolah agar dapat mencapai tujuan pendidikan. Mengingat peran sentral tersebut, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah yang mengatur tentang persyaratan, penyiapan, proses pengangkatan, penugasan, pengembangan keprofesian berkelanjutan, pembinaan, dan penilaian prestasi kerja kepala sekolah serta pemberhentian tugas kepala sekolah. Meskipun demikian, peran sentral dan peraturan ini belum sepenuhnya diketahui dan dipahami oleh para guru dan kepala sekolah. Berdasarkan pengamatan penulis, lembaga pendidikan swasta belum dikelola secara optimal. Indikasinya adalah mayoritas mutu sekolah swasta masih sangat perlu ditingkatkan, minimnya pelatihan kepala sekolah dan masih rendahnya kompetensi kepala sekolah. Pengabdian Masyarakat ini diselenggaraan dengan tujuan untuk memotivasi para kepala sekolah swasta untuk berikhtiar secara terus menerus meningkatkan kompetensinya. Metode peningkatan kompetensi kepala sekolah dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan yang berfokus pada manajemen dan kepemimpinan sekolah berdasarkan Permendikbud Nomor 6 tahun 2018. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa ada peningkatan pemahaman kepala sekolah tentang kompetensi, tugas pokok dan fungsi kepala sekolah, kemampuan manajerial dan efektifitas kepemimpinan. Kata Kunci: kompetensi guru; kepala sekolah; Permendikbud No.6 Tahun 2018 AbstractThe principal has a central role in managing the school in order to achieve educational goals. The  central role are the government has issued Minister of Education and Culture Regulation (Permendikbud) No. 6 of 2018 concerning the Assignment of Teachers as Principals governing the requirements, preparation, appointment process, assignments, continuing professional development, coaching, and evaluating the work performance of principals as well as dismissal of principals' duties. However, this central roles and regulations are not yet fully understood by teachers and principals. .Based on the writer's observation, private education institutions have not been managed optimally. The indications are that the majority of the quality of private schools still needs to be greatly improved, the lack of training of school principals and the still low competency of principals. This Community Service is held with the aim to motivate private school principals to endeavor to continuously improve their competence. The principal competency improvement method is carried out through education and training that focuses on school management and leadership based on Permendikbud number 6 of 2018. The training results indicate that there is an increase in principals 'understanding of the principals' competencies, principal tasks and functions, managerial abilities and leadership effectiveness. Keywords: teachers’ competence; principals; Permendikbud No.6 Tahun 2018
Metode Edukasi dan Pelatihan Pengelolaan Sampah Plastik untuk Kerajinan di SDN Bedono 1 Sayung, Demak Ira Alia Maerani; Rofida Kania Maharani; Muhammad Nasrur Rohman; Dwi Eriyani; Fatichatin Nabila; Aldithya Wahyudha
Indonesian Journal of Community Services Vol 5, No 1 (2023): May 2023
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.5.1.114-122

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat berupa edukasi dan pelatihan pengelolaan sampah plastik sehingga bernilai manfaat ganda. Metode pengelolaan limbah plastik berdasarkan pada “4R (Reduce, Re-use, Recycle, Replace)” bertujuan untuk siswa memahami kepentingan dari dikelolanya limbah di lingkungan sekitar maupun sekolah. Kemanfaatan dijalankannya kegiatan ini serta pelatihan kerajinan sampah plastik di dasarkan 4R ini ialah untuk mendapati data/informasi secara keseluruhan terkait topik atas pengolahan sampah plastik. Topik yang dijelaskan terkait penjelasan sampah plastik serta pemrosesannya. Sepanjang pelaksanaan kegiatan ini berjalan dengan baik serta siswanya antusias. Berdasarkan kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi pengelolaan serta pelatihan kerajinan sampah di SDN Bedono 1 Sayung Demak Jawa Tengah memberi simpulan: (a) Menambah ilmu serta mengajarkan peserta didik bagaimana dikelolanya sampah tersebut dengan benar, (b) Meningkatkan skill saat proses pengerjaannya dengan menjadikan barang tersebut bernilai. Ada juga tahapan yang dikerjakan saat melaksanakan kegiatan tersebut yaitu (1) mengunjungi situasi sekitar sekolahan, (2) menentukan kapan dijalankannya kegiatan sosialisasi terkait instansinya, (3) disiapkannya kebutuhan dalam kegiatan sosialisasi (4) dijalankannya kegiatan sosialisasi dan pelatihan pengelolaan sampah plastik dengan pihak sekolah. Terdapat juga keinginan dari sekolahan yang bersangkutan, bahwasanya untuk masa yang akan datang pelaksanaan ini mampu menambahkan pengetahuan serta wawasan kepada siswa dan siswi atas implementasinya kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi ini dengan mengangkat tema "pengelolaan sampah serta pelatihan kerajinan sampah plastik"semakin banyak yang tertarik dan minat agar bermanfaat bagi siswa. Community service activities in the form of correctional processing of waste management based on "4R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace) " aim to make students understand the importance of waste management in the surrounding environment. The benefit of carrying out this implementation as well as training on plastic waste crafts based on the 4Rs is to see the overall data related to the topic and management of plastic waste. The topics explained are related to the explanation of plastic waste and its processing. Throughout the implementation of this volunteer activity went well and the enthusiasm of the students. Based on community service activities in the form of outreach on waste management and craft training at SDN Bedono 1 Sayung Demak, Central Java, it can be concluded: (a.) Gaining knowledge and forbidding students how to manage the waste properly, (b.) Improving skills during the processing process by making the item is of value. There are also levels that are worked on when programming implements the management, namely (1.) visiting the situation around the school, (2.) determining when to run community programming related to the institution, (3.) preparing an explanation of the application for the community (4.) executing the programming community by conducting socialization and training on plastic waste management with the school. There is also a desire from the schools concerned that for the future this implementation will be able to add knowledge and insight to students, exemplified by this community activity with the theme of waste management and plastic waste craft training, more and more people are interested and interested in making it useful for students.