Sri Dewi Wahyundaru
Universitas Islam Sultan Agung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Usaha Kreatif dan Pengelolaan Keuangan Berbasis Akuntansi Keluarga di Desa Pabelan Kabupaten Semarang dalam Rangka Peningkatan Ketahanan Ekonomi Keluarga Indri Kartika; Sri Sulistyowati; Sri Dewi Wahyundaru; Afri Aulia Rahman
Indonesian Journal of Community Services Vol 3, No 2 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.3.2.135-144

Abstract

Di masa pandemi saat ini banyak keluarga yang mengalami penurunan penghasilan karena menurunnya aktivitas di luar rumah, bahkan beberapa keluarga mengalami kesulitan keuangan karena menjadi korban PHK. Diperlukan usaha-usaha kreatif serta pengelolan keuangan yang cerdas agar ketahanan ekonomi keluarga bisa tetap terjaga. Kelompok ibu-ibu PKK di Desa Pabelan, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang memiliki latar belakang, tingkat sosial, pendidikan dan ekonomi yang berbeda-beda. Sebagian merupakan pekerja, pedagang, wirausaha kecil menengah, buruh industri dan pegawai harian lepas, namun kebanyakan masih memiliki waktu luang dapat diberdayakan dalam kegiatan pengembangan usaha kreatif. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh Team dari Fakultas Ekonomi Unissula yang terdiri dari Indri Kartika, Sri Sulistyowati, Sri Dewi Wahyundaru dan Afri Aulia Rahman dilakukan guna meningkatkan penghasilan dari usaha kreatif melalui pemasaran digital sederhana serta pengelolaan keuangan berbasis akuntansi keluarga. Peserta pelatihan meliputi ibu-ibu kelompok PKK di Desa Pabelan Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang. Metode pengabdian masyarakat dilaksanakan dengan penyuluhan, tanya jawab dan diskusi, dilanjutkan dengan praktik. Dari pelaksanaan pengabdian masyarakat dapat disimpulkan bahwa masyarakat tertarik untuk memulai usaha kreatif dan menerapkan pengelolaan keuangan berbasis akuntansi keluarga.   During pandemic condition, many families have experienced income loss due to outdoor activity limitation. Some families even experience financial difficulties for losing job. Creative activities and smart financial management are needed so that the economic resilience of the family can be maintained. PKK women's group in Pabelan Village, Pabelan District. Semarang Regency has different backgrounds, social, educational and economic levels. Some are workers, traders, small and medium entrepreneurs actors, industrial laborers and casual daily employees. However, most of them still have free time to be empowered in creative business development activities. This community service activity was performed by members of Economic Faculty of Unissula which are: Indri Kartika, Sri Dewi Wahyundaru, Sri Sulistyowati and Afri Aluia Rahman. The purpose of this activity is to increase participant’s business income during this pandemic situation through applying simple digital marketing and financial management based on family accounting in Pabelan Village so that it can increase the income and welfare of the Pabelan villagers. Community service methods are carried out with counseling, discussion, followed by practice. From the implementation of community service, it can be concluded that the community is interested in starting creative businesses and implementing family accounting-based financial management. 
Tinjauan atas Perubahan Batas Waktu Pelaporan Pajak Daerah: Studi pada Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bojonegoro Hirrya Pradiptarani; Lisa Kartikasari; Sri Dewi Wahyundaru; Sutapa Sutapa
Jurnal Akuntansi Indonesia Vol 14, No 2 (2025): Jurnal Akuntansi Indonesia
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung, Faculty of Economic and Business, Accounting Dept

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jai.14.2.144-155

Abstract

AbstractThis study examines the implementation of changes to local tax reporting deadlines in Bojonegoro Regency, from 30 days to 15 days under the Law on Financial Relations between the Central Government and Regional Governments (UU HKPD) and the Government Regulation on General Provisions of Regional Tax and Retribution (PP KUPDRD), focusing on problems of deadline calculation and its impact on taxpayer compliance. The objectives are to analyze local government adaptation, assess policy impacts, and explore strategies of Bojonegoro’s revenue agency. Using qualitative case study methods and in-depth interviews with tax officials, data were analyzed through institutional theory. Key findings include: (1) regulatory adaptation via Regional Regulation No. 5/2023 and SIMPADU digital integration; and (2) dual impacts of improved digital efficiency versus increased administrative burdens for SMEs This study contributes in enriching local tax policy literature through institutional theory.Keywords: Regional Tax, Deadline, Institutional Theory, Bojonegoro. AbstrakPenelitian ini mengkaji implementasi perubahan batas waktu pelaporan pajak daerah di Kabupaten Bojonegoro dari 30 hari kalender menjadi 15 hari kerja pasca berlakunya UU HKPD dan PP KUPDRD, dengan fokus pada masalah perhitungan tenggat waktu dan dampaknya terhadap kepatuhan wajib pajak. Tujuan penelitian adalah menganalisis adaptasi pemerintah daerah, menilai dampak perubahan, serta mengeksplorasi strategi Bapenda Bojonegoro. Metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan wawancara mendalam dengan fiskus digunakan, dianalisis melalui lensa teori institusional. Temuan menunjukkan: (1) adaptasi regulatif melalui Perda No. 5/2023 dan integrasi sistem SIMPADU; dan (2) dampak dualistik berupa peningkatan efisiensi digital di satu sisi dan beban administratif UMKM di sisi lain. Penelitian ini berperan dalam pengayaan literatur kebijakan pajak daerah berbasis teori institusional.Kata Kunci: Pajak Daerah, Tenggat Waktu, Teori Kelembagaan, Bojonegoro.