Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Euclid

Perilaku Siklus Bisnis Dalam Tinjauan Fraktal Muhammad Fajar
Euclid Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.371 KB) | DOI: 10.33603/e.v10i1.8464

Abstract

Tujuan paper ini adalah untuk menyelidiki perilaku siklus bisnis dengan pendekatan fraktal. Data yang digunakan digunakan dalam penelitian adalah PDB riil dari 1983 – 2017 per kuartal yang bersumber dari Badan Pusat Statistik. Metode yang digunakan untuk mengekstraksi siklus adalah filter Hodrick-Prescott dengan penentuan smoothing parameter optimal, kemudian dimensi fraktal untuk menyelidiki perilaku siklus bisnis. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah diperoleh dimensi fraktal siklus sebesar 1.548, artinya bahwa siklus bisnis tidak murni berperilaku white noise sehingga fitting model dapat diterapkan guna menggali informasi. Namun, dalam proses fitting model tersebut akan mengalami kendala karena keberadaan efek shock krisis yang kuat.
Pemodelan Kurva Lorenz versi Rohde pada Pengeluaran Rumah Tangga Pertanian di Provinsi Papua Muhammad Fajar
Euclid Vol 8, No 1 (2021): Edisi Januari
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.873 KB) | DOI: 10.33603/e.v8i1.3139

Abstract

Fajar (2017) menunjukkan bahwa distribusi pengeluaran rumah tangga pertanian Provinsi Papua adalah distribusi Generalized Beta Type 2 (GB2), namun menurut penulis jika model kurva Lorenz diturunkan dari distribusi Generalized Beta Type 2 memiliki bentuk yang rumit dan tidak sederhana. Oleh karena itu, tujuan paper ini adalah untuk memodelkan kurva Lorenz pengeluaran rumah tangga pertanian Provinsi Papua dengan model yang sederhana menggunakan model kurva Lorenz versi Rohde (Rohde, 2009). Dalam Sarabia et al. (2010) terdapat tiga rumusan untuk mengestimasi parameter dalam pemodelan kurva Lorenz versi Rohde (2009), yaitu rata-rata aritmatik, median dan least square. Dalam paper ini, penulis menambahkan rumusan rata-rata harmonis dan trimean untuk mendapatkan nilai estimasi parameter pada kurva Lorenz versi Rohde. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa  yang diturunkan dari median memiliki mean squared error (MSE) minimum dalam kasus pemodelan kurva Lorenz pengeluaran rumah tangga pertanian Provinsi Papua.
ESTIMASI TRADE COEFFICIENTS SEKTOR NON PERTANIAN (STUDI KASUS KABUPATEN WAROPEN) Muhammad Fajar
Euclid Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1145.68 KB) | DOI: 10.33603/e.v9i1.5206

Abstract

Tujuan paper ini adalah untuk mengestimasi trade coefficients dengan menggunakan pendekatan location quotient sehingga dapat dijadikan dasar penyusunan tabel IO tanpa sektor pertanian. Data yang digunakan dalam penelitian adalah jumlah tenaga kerja pada setiap sektor non pertanian Kabupaten Waropen berdasarkan Sensus Ekonomi 2016 yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik, meliputi 18 sektor usaha non pertanian. Metode yang digunakan untuk mengestimasi adalah pendekatan location quotient, meliputi simple location quotient, cross-industry location quotient, Round location quotient, Flegg location quotient, dan augmented Flegg location quotient. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa estimasi trade coefficients menggunakan SLQ tidak realistis karena isian sel pada tiap baris matriks trade coefficients bernilaisama. Kemudian estimasi trade coefficients menggunakan CILQ, RLQ, FLQ, dan AFLQ memberikan nilai estimasi lebih realistis dibandingkan SLQ. Hasil penghitungan CILQ, RLQ, FLQ, dan AFLQ memberikan gejala yang sama yaitu nilai pada kolom B jauh lebih besar dibandingkan sektor lainnya, yang memberikan indikasi bahwa sektor B membutuhkan input dari setiap sektor jauh lebih besar dibandingkan sektor lainnya dan sebagai imbas dari struktur ekonomi Provinsi Papua yang ditopang kuat oleh sektor B (sektor pertambangan dan penggalian). Dari keempat teknik pengembangan SLQ, AFLQ mampu mengakomodir efek cross-hauling, ukuran sektor usaha, ukuran regional dan spesialisasi regional (tinjauan LQ) sehingga estimasi trade coefficients dari metode AFLQ mencerminkan keempat efek tersebut.
Pemodelan Respon Penawaran Komoditas Cabai Besar Muhammad Fajar
Euclid Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.31 KB) | DOI: 10.33603/e.v9i2.5178

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengestimasi model respon penawaran cabai besarsehingga dapat diperoleh informasi elastisitas harga terhadap produksi (penawaran). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah model respon penawaran yang mengadopsi model Nerlove dan diestimasi dengan regressi - ordinary least square. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data produksi cabai besar (kg), luas panen (hektar), dan harga cabai besar tingkat produsen (Rp/Kg) dengan periode 2008 – 2018 dalam waktu bulanan yang bersumber dari Badan Pusat Statistik. Hasil penelitian ini adalah estimasi model respon penawaran cabai besar yang mengadopsi model Nerlove merupakan model valid dan dapat menjelaskan 90.42% variasi variabel produksi cabai besar (penawaran). Estimasi elastisitas harga dalam jangka pendek dan jangka panjang masing-masing sebesar 9.60% dan 17.26%, yang merupakan kategori inelastis.Kata Kunci. Cabai Besar, Penawaran, Model Nerlove, Elastisitas Harga
A Simple Indicator to Measure Welfare Muhammad Fajar
Euclid Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/e.v10i2.8510

Abstract

This paper proposes a welfare index derived from the welfare function by accommodating the people’s happiness index as the adjustment factor. This treatment makes the proposed welfare index different from the known welfare indicator. Other than that, the simplicity of the formula and calculation process remains the same.Keywords: welfare indicator, happiness, GDP