Anggarini Anggarini
ISI Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REPRESENTASI PERTENTANGAN KELAS DALAM PERTUNJUKAN LENG Anggarini Anggarini
TONIL: Jurnal Kajian Sastra, Teater dan Sinema Vol 14, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/tnl.v14i1.3304

Abstract

Abstrak: Pementasan Leng merepresentasikan struktur sosial masyarakat yang terbagi menjadi dua golongan, yaitu kaum pemilik modal dan kaum marginal. Pertunjukan Leng menguraikan rumusan masalah mengenai representasi pertentangan kelas sosial. Teori yang digunakan untuk menganalisis kelas sosial yaitu teori sosiologi seni Janet Wolff. Metode penelitian deskriptif analitik ini akan menggunakan data-data kualitatif yang diperoleh dari video dokumentasi pertunjukan Leng tahun 1986, sedangkan pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumentasi, pustaka, dan wawancara. Pertunjukan Leng merupakan representasi dari kelas sosial masyarakat Jawa, dan tokoh-tokoh yang dihadirkan oleh Kenthut mewakili kelas sosial yang diperjuangkan, yaitu wong cilik. Berawal dari kepekaan Kenthut terhadap masyarakatnya, memicu Kenthut dalam membuat karya Leng. Kepekaan Kenthut tercermin dalam konstruksi dramatik dan artistik pertunjukan Leng bahwa kelas sosial masyarakat Jawa erat kaitannya dengan kondisi sosial yang terjadi. Kata-kata kunci: Kenthut, pertunjukan Leng, kelas sosial, priyayi, dan wong cilik. Abstract:Leng represent the social structure of society which divided into two groups, namely the capital owners and the marginal society. Sociology theory of Janet Wolff was used to analyze the social class problems. This research is descriptive-analytic research using a qualitative method in which the data is obtained from the 1986 Leng performance video documentations, literature review, and interviews. The Leng performance is a representation of the social class of Javanese community, and the figures which presented by Kenthut represent the social class that is championed, namely the grassroots. Starting from Kenthut's sensitivity towards his community, triggered him in making the Leng. Kenthut's sensitivity is reflected in the dramatic and artistic construction of Leng that the social class of Javanese people is closely related to the social conditions that occur. Key words: Kenthut, Leng, social class, priyayi, grass-roots society