Ahmad Khoir
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UPAYA KEPALA SEKOLAH DAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENCEGAH PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI SMA PAB 4 SAMPALI DELI SERDANG Ahmad Khoir
ANSIRU PAI : Pengembangan Profesi Guru Pendidikan Agama Islam Vol 3, No 1 (2019): JURNAL ANSIRU PAI
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/ansiru.v3i1.5482

Abstract

Islam menempatkan manusia dimuka bumi inisebagai khalifah. Katakhalifah, setidaknya bermakna, pertama pengganti, yakni penggantiAllah SWT untuk melaksanakan titah-Nya di muka bumi, dan keduapemimpin yang kepadanya diserahi tugas untuk memimpin diri sendiri,makhluk lainnya, memakmurkan dan mendayagunakan alam untukkepentingan manusia secara keseluruhan. Dengan kata lain, wajib bagikita menjauhi segala bentuk kejahatan terkhusus saat ini merebahnyapenyalahgunaan narkoba.
SOSIALISASI KEADILAN GENDER BERBASIS NILAI ISLAM BAGI KADER IPNU IPPNU KECAMATAN TULIS KABUPATEN BATANG Dedy Saifullah Nur; Ahmad Khoir; Kurniawati Mutmainah; Nurma Khusna Khanifa
Jurnal Pengabdian Indonesia (JPI) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/jpi.v2i1.1556

Abstract

Sosialisasi keadilan gender dalam perspektif Islam menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda, khususnya dalam organisasi pelajar berbasis keagamaan seperti IPNU–IPPNU. Kegiatan ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan sosialisasi gender pada LAKMUD PAC IPNU IPPNU Kecamatan Tulis, mengevaluasi pemahaman peserta, serta menganalisis perubahan pemahaman tersebut melalui pendekatan nilai-nilai Islam. Metode pengabdian menggunakan pendekatan participatory education melalui penyampaian materi interaktif, debat pro kontra berbasis studi kasus, dan sesi tanya jawab reflektif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan dokumentasi lapangan, kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif-kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta menunjukkan partisipasi tinggi sejak sesi pembukaan, dengan respons aktif terhadap pemaparan materi yang mencakup konsep gender, nilai qirānah, serta fakta sosial mengenai bias gender. Sesi debat menjadi bagian paling dinamis dan transformatif, di mana peserta mampu menyusun argumen kritis, meninjau ulang asumsi budaya, dan membedakan nilai agama dari konstruksi sosial. Observasi menunjukkan bahwa sosialisasi ini meningkatkan keterbukaan berpikir, kemampuan analisis, dan kesadaran peserta terhadap pentingnya keadilan dalam relasi sosial. Peserta juga menunjukkan perubahan sikap dalam menghargai perbedaan, menghindari stereotip, serta memahami bahwa ketidakadilan gender banyak bersumber dari budaya, bukan ajaran Islam. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil memperkuat pemahaman gender berbasis nilai keislaman dan memberikan model sosialisasi yang efektif untuk diterapkan dalam kegiatan kaderisasi organisasi pemuda Islam.