Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Jurnal Kalibrasi

PEMETAAN DAN STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN JASA WISATA TAMAN AIR PANAS DARAJAT PASS GARUT Fahmi Mulya Azis; Andri Ikhwana; Rina Kurniawati
Jurnal Kalibrasi Vol 11 No 1 (2013): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.595 KB) | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.11-1.87

Abstract

This research will be done in Wisata Taman Air Darajat Pass Garut (DP) by spreading questionnaire customers and an interview with the owner and manager staff Electoral Area. Questionnaire consists of 25 questions which represents 5 dimensional quality of service that is direct evidence (Tangibel), reliability (reliability), tanggap (responsiveness), guarantee (assurance), and empathy (empathy).  The methods used in the course of research is the method servqual and importance Performance matrix (IPM) and tourism development approach with the draft strategy the increase tourism. From 75 respondents who said that get quality of service that there are 9 is already a good and 5 that they feel it is not yet satisfying, especially in reliability (reliability) of employees to customers who have a problem when he was in the DP Area. Based on the analysis of the draft strategy tourism development, a strategy to improve the quality service excellence as well as to create services that can be used is a strategy usability comparing with the concept that has been there tourism in garut and by adding facilities such as therapy, hot spa body, and public facilities such as money charger.
FAKTOR-FAKTOR DETERMINAN TERHADAP KEBERLANJUTAN BISNIS TATA RIAS KECANTIKAN DI KABUPATAN GARUT Rahmat Hidayat; Andri Ikhwana; Rina Kurniawati
Jurnal Kalibrasi Vol 11 No 1 (2013): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.595 KB) | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.11-1.88

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menentukan terhadap keberlanjutan tata rias kecantikan di Kabupaten Garut. Dalam penelitian ini metode yang digunakan dalam mengidentifikasi faktor determinan yaitu  dengan pendekatan metode Analytical Hierarkhi Process (AHP) untuk membantu dalam mengetahui faktor-faktor determinan terhadap berkelanjutannya tata rias kecantikan di Kabupaten Garut. AHP merupakan suatu model pendukung keputusan yang dikembangkan oleh Thomas Saaty (1993). Sehingga hasil dari penelitian ini adalah menunjukkan bahwa penggunaan model Analytical Hierarkhi Process (AHP) dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor determinan terhadap tata rias kecantikan di Kabupaten Garut, dengan memperhatikan faktor dari kepusan pelanggan.
PERENCANAAN PERSEDIAAN PRODUKSI PEMBUATAN LILIN Studi Kasus Di CV. Taruna Jaya, Garut Dedi Sa'dudin Taptajani; Erwin Gunadhi; Rina Kurniawati
Jurnal Kalibrasi Vol 12 No 1 (2014): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (913.851 KB) | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.12-1.268

Abstract

Permasalahan proses produksi atau sistem produksi dalam suatu industri dilakukan dengan meningkatkan effisiensi pengolahan dan pengawasan pada saat proses produksi, dan untuk menjaga konsistensi kinerja secara terus menerusnya proses produksi maka diperlukan adanya penanganan produksi yang baik, sedangkan untuk memenuhi beberapa permintaan pasar baik permintaan sekarang maupun yang akan datang, maka diperlukan adanya peramalan, pemeriksaan dan pengendalian  ramalan produk yang  akan diproduksi. Dengan menggunakan metode peramalan untuk mengetahui berapa permintaan yang akan datang dan menggunakan beberpa metode pada peramalan seperti metode Eksponetial Smoothing With Linier Trend dan Regresi Linear Sebagai bahan perbandingan, untuk mencoba kedua metode peramalan tersebut dan melakukan analisa untuk memilih salah satu metode yang cukup baik dan akurat, dan membandingkan antara kapasitas perusahaan dan permintan yang sudah diramalkandengan metode Transfortasi sehingga bisa didapat berapa persediaan yang harus disiapkan perbulannyaagar bisa memenuhi permintaan yangakan datang ad tiap produksi pembuatan lilin di CV. Taruna Jaya.
Analisa Keputusan Pemilihan Jasa Ekspedisi dengan Metode AHP dan Borda Hilmi Aulawi; Rina Kurniawati; Vizay Vicky Pratama
Jurnal Kalibrasi Vol 18 No 1 (2020): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.18-1.724

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini yaitu menghasilkan kriteria-kriteria jasa ekspedisi dan urutan jasa ekspedisi yang terbaik dalam pengiriman produk. Masalah yang sering terjadi keterlambatan produk yang dikirim melalui jasa ekspedisi ataupun keluhan dari konsumen produk yang diterima cacat. Penelitian ini menggunakan metode AHP dalam menentukan kriteria kemudian dibuatkan sebuah hirarki keputusan. Sedangkan metode Borda digunakan untuk menentukan urutan alternatif jasa eskpedisi. Hasil yang didapat bahwa kriteria Responsivitas memiliki bobot yang tinggi kemudian dengan metode Borda menghasilkan urutan alternatif jasa ekspedisi yang akan dipilih. Berdasarkan hasil perhitungan bahwa alternatif C menjadi rekomendasi jasa ekpedisi yang terbaik untuk dipilih.
PEMETAAN DAN STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN JASA WISATA TAMAN AIR PANAS DARAJAT PASS GARUT Fahmi Mulya Azis; Andri Ikhwana; Rina Kurniawati
Jurnal Kalibrasi Vol 11 No 1 (2013): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.11-1.87

Abstract

This research will be done in Wisata Taman Air Darajat Pass Garut (DP) by spreading questionnaire customers and an interview with the owner and manager staff Electoral Area. Questionnaire consists of 25 questions which represents 5 dimensional quality of service that is direct evidence (Tangibel), reliability (reliability), tanggap (responsiveness), guarantee (assurance), and empathy (empathy).  The methods used in the course of research is the method servqual and importance Performance matrix (IPM) and tourism development approach with the draft strategy the increase tourism. From 75 respondents who said that get quality of service that there are 9 is already a good and 5 that they feel it is not yet satisfying, especially in reliability (reliability) of employees to customers who have a problem when he was in the DP Area. Based on the analysis of the draft strategy tourism development, a strategy to improve the quality service excellence as well as to create services that can be used is a strategy usability comparing with the concept that has been there tourism in garut and by adding facilities such as therapy, hot spa body, and public facilities such as money charger.
FAKTOR-FAKTOR DETERMINAN TERHADAP KEBERLANJUTAN BISNIS TATA RIAS KECANTIKAN DI KABUPATAN GARUT Rahmat Hidayat; Andri Ikhwana; Rina Kurniawati
Jurnal Kalibrasi Vol 11 No 1 (2013): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.11-1.88

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menentukan terhadap keberlanjutan tata rias kecantikan di Kabupaten Garut. Dalam penelitian ini metode yang digunakan dalam mengidentifikasi faktor determinan yaitu  dengan pendekatan metode Analytical Hierarkhi Process (AHP) untuk membantu dalam mengetahui faktor-faktor determinan terhadap berkelanjutannya tata rias kecantikan di Kabupaten Garut. AHP merupakan suatu model pendukung keputusan yang dikembangkan oleh Thomas Saaty (1993). Sehingga hasil dari penelitian ini adalah menunjukkan bahwa penggunaan model Analytical Hierarkhi Process (AHP) dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor determinan terhadap tata rias kecantikan di Kabupaten Garut, dengan memperhatikan faktor dari kepusan pelanggan.
PERENCANAAN PERSEDIAAN PRODUKSI PEMBUATAN LILIN Studi Kasus Di CV. Taruna Jaya, Garut Dedi Sa'dudin Taptajani; Erwin Gunadhi; Rina Kurniawati
Jurnal Kalibrasi Vol 12 No 1 (2014): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.12-1.268

Abstract

Permasalahan proses produksi atau sistem produksi dalam suatu industri dilakukan dengan meningkatkan effisiensi pengolahan dan pengawasan pada saat proses produksi, dan untuk menjaga konsistensi kinerja secara terus menerusnya proses produksi maka diperlukan adanya penanganan produksi yang baik, sedangkan untuk memenuhi beberapa permintaan pasar baik permintaan sekarang maupun yang akan datang, maka diperlukan adanya peramalan, pemeriksaan dan pengendalian  ramalan produk yang  akan diproduksi. Dengan menggunakan metode peramalan untuk mengetahui berapa permintaan yang akan datang dan menggunakan beberpa metode pada peramalan seperti metode Eksponetial Smoothing With Linier Trend dan Regresi Linear Sebagai bahan perbandingan, untuk mencoba kedua metode peramalan tersebut dan melakukan analisa untuk memilih salah satu metode yang cukup baik dan akurat, dan membandingkan antara kapasitas perusahaan dan permintan yang sudah diramalkandengan metode Transfortasi sehingga bisa didapat berapa persediaan yang harus disiapkan perbulannyaagar bisa memenuhi permintaan yangakan datang ad tiap produksi pembuatan lilin di CV. Taruna Jaya.
Analisa Keputusan Pemilihan Jasa Ekspedisi dengan Metode AHP dan Borda Hilmi Aulawi; Rina Kurniawati; Vizay Vicky Pratama
Jurnal Kalibrasi Vol 18 No 1 (2020): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.18-1.724

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini yaitu menghasilkan kriteria-kriteria jasa ekspedisi dan urutan jasa ekspedisi yang terbaik dalam pengiriman produk. Masalah yang sering terjadi keterlambatan produk yang dikirim melalui jasa ekspedisi ataupun keluhan dari konsumen produk yang diterima cacat. Penelitian ini menggunakan metode AHP dalam menentukan kriteria kemudian dibuatkan sebuah hirarki keputusan. Sedangkan metode Borda digunakan untuk menentukan urutan alternatif jasa eskpedisi. Hasil yang didapat bahwa kriteria Responsivitas memiliki bobot yang tinggi kemudian dengan metode Borda menghasilkan urutan alternatif jasa ekspedisi yang akan dipilih. Berdasarkan hasil perhitungan bahwa alternatif C menjadi rekomendasi jasa ekpedisi yang terbaik untuk dipilih.