Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Market Potential Exploration of Tourism Sector and Local Tourists’ Perception Nanang Wahyudin; Sandy Pratama; Muhammad Faisal Akbar
Integrated Journal of Business and Economics (IJBE) Vol 3, No 3 (2019): Integrated Journal of Business and Economics
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.836 KB) | DOI: 10.33019/ijbe.v3i3.214

Abstract

This research discussed domestic tourists' perception of tourism destination in Pangkalpinang, Indonesia. It has been formed a perception index using PCA with determined indicators such as accessibility, supporting facilities, the prices of snacks and security. The result indicates that most of the visitors have good perceptions of tourism destinations in Pangkalpinang. Nevertheless, there is an aspect that should be evaluated; it is about the availability of toilets at those tourist destinations. There is 53 percent of domestic tourists tell that there is no access to public toilet. Therefore, this research describes stakeholder to understand the existing condition and make an improvement in the future.
Implementasi Kebijakan Penataan Toko Tradisional dan Toko Modern di Kabupaten Bangka (Studi Peraturan Bupati Nomor 28 Tahun 2020 Tentang Penataan Toko Swalayan ) Clarissa Audreya Fitsy; Ibrahim; Sandy Pratama
BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 4 No. 4 (2025): BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu (INPRESS)
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan penataan toko tradisional dan toko modern di Kabupaten Bangka berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 28 Tahun 2020 tentang Penataan Toko Swalayan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pertumbuhan ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart yang pesat dan berdampak terhadap kelangsungan usaha toko tradisional dan UMKM, khususnya di Kecamatan Sungailiat. Fenomena tersebut menimbulkan ketimpangan dalam persaingan usaha dan menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan ekonomi masyarakat lokal.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi terhadap pihak terkait, seperti Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu, pelaku usaha toko modern dan tradisional, serta masyarakat sebagai konsumen. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah model implementasi kebijakan George C. Edward III dengan empat indikator utama: komunikasi, sumber daya, disposisi/sikap pelaksana, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan penataan toko swalayan di Kabupaten Bangka belum berjalan secara optimal. Masih terdapat pelanggaran terhadap ketentuan zonasi, jarak antar toko swalayan dan toko tradisional, serta lemahnya pengawasan terhadap perizinan usaha. Faktor pendukung dalam implementasi kebijakan ini antara lain adanya landasan hukum yang jelas dan dukungan sebagian masyarakat. Adapun faktor penghambatnya meliputi lemahnya koordinasi antarinstansi, minimnya sosialisasi kepada pelaku usaha dan masyarakat, serta keterbatasan sumber daya pengawas di lapangan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan pengawasan, peningkatan koordinasi antar lembaga, dan evaluasi berkala terhadap implementasi Peraturan Bupati guna menjamin keberlanjutan usaha toko tradisional dan keadilan ekonomi di masyarakat.Hasil penelitian Implementasi Kebijakan Penataan toko swalayan yaitu sudah di atur dan dijalankan namun Regulasinya belum optimal. Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, Toko Tradisional, Toko Modern, Peraturan Bupati, Kabupaten Bangka.
The Dynamics of Territorial Boundary Conflict between Bedengung and Nyelanding Villages in Southern Bangka Regency Bung Apitrianto; Bahjatul Murtasidin; Sandy Pratama
JURNAL KUASA Vol 2 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Political Sciences Program Study

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kuasa.v2i1.19

Abstract

This study examines the conflict dynamics and resolution efforts at the boundary between Bedengung Village and Nyelanding Village in South Bangka triggered by the construction of a palm oil mill in the border area of the two villages in 2023. This conflict demonstrates the complexity of the relationship between village governments in managing resources of directly adjacent areas, especially in the context of economic development that affects the interests of the people in both villages. This study aims to determine the efforts taken by the village government in resolving boundary conflicts to realize a fair and sustainable resolution for all parties involved. Galtung conflict triangle theory is used as a conceptual framework to look the dynamics of the conflict, as well as the resolution approach applied. The methodology used is descriptive qualitative, with data collection techniques through in-depth interviews, field observations, and analysis of relevant documentation. The results of research showed that there is CSR interest in the boundary conflict between Bedengung Village and Nyelanding Village. There are attitudes in the conflict including elite, community, offensive and defensive attitudes. Destructive behavior in the conflict is manifested in debates and riots during mediation at the Regional Secretariat of South Bangka. There are contradiction due to CSR interests and the unclear boundaries between Bedengung Village and Nyelanding Village. The settlement efforts, through a peacebuilding approach at the deliberation held on April 22, 2024, successfully reached an agreement as stated in the Memorandum of Understanding (MoU) and approved by all parties involved.