This Author published in this journals
All Journal Padma
Fera Ratyaningrum
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REYOG PONOROGO Ideasional hingga Sensasi-nya Fera Ratyaningrum,
Padma Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Padma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

<!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:1; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face {font-family:"Arial Narrow"; panose-1:2 11 6 6 2 2 2 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:647 2048 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman","serif"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:EN-US; mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} --> Abstrak   Seiring berputarnya waktu, kesenian reyog Ponorogo telah mengalami perubahan maupun pergeseran sebagaimana berbagai bentuk kesenian lainnya. Pergeseran ini terjadi hampir di semua unsur, diantaranya adalah pada nama, perwujudan, Warok, Gemblak, Jathil, Klono Sewandono, Bujangganong, Pembarong, bentuk penyajian, hingga fungsinya. Ada dugaan bahwa awalnya kesenian ini disebut dengan “Singa Barong”. Masuknya agama Islam ke Ponorogo membawa pengaruh yang cukup besar antara lain dengan digunakannya nama “reyog”, dipasangkannya tasbih pada paruh burung merak yang bertengger diatas kepala barongan, hingga dimilikinya “Pecut Samandiman” oleh Klono Sewandono. Kesenian yang sempat digunakan sebagai alat propaganda politik itu kini telah kembali pada kedudukannya semula yaitu sebagai kesenian milik rakyat yang digunakan sebagai hiburan dan dijaga kelestariannya.   Kata kunci : Reyog,kesenian rakyat,  pergeseran budaya.