Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Simulasi numerik kekuatan rak roket portabel menggunakan metode elemen hingga Lasinta Ari Nendra Wibawa; Tuswan Tuswan
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol 16 No 2 (2021): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36289/jtmi.v16i2.242

Abstract

Makalah ini memaparkan tentang desain rak roket portabel dan analisis tegangan statik menggunakan simulasi numerik. Rangka rak roket portabel didesain untuk mampu membawa 5 unit roket. Pada penelitian ini, beban tiap roket divariasikan 150 kg, 175 kg, 200 kg, dan 225 kg. Material rangka rak roket portabel menggunakan Aluminium 6061-T6. Simulasi numerik dilakukan dengan bantuan perangkat lunak Autodesk Inventor Professional 2017. Hasil analisis tegangan statik menunjukkan tegangan von Mises maksimum rak roket portabel untuk variasi beban 150 kg, 175 kg, 200 kg, dan 225 kg berturut-turut adalah 96,41 MPa, 112,5 MPa, 128,54 MPa, dan 144,6 MPa. Rak roket portabel mampu menahan beban dinamik untuk beban tiap roket 200 kg karena memiliki faktor keamanan lebih dari 2.
Uji Material Insulasi Termal LNG ISO Tank Pada Temperature Ruang. Arneta Mega Sundari; Hartono Yudo; Tuswan Tuswan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 14, No 2 (2026): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Liquefied Natural Gas (LNG) memerlukan sistem insulasi termal yang mampu mempertahankan suhu rendah selama proses penyimpanan dan transportasi untuk meminimalkan terjadinya perpindahan panas dan boil-off gas. Polyurethane foam merupakan salah satu material yang banyak digunakan sebagai insulasi termal, namun masih diperlukan upaya peningkatan karakteristik mekaniknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan serat fiberglass terhadap densitas, konduktivitas termal, dan kekerasan Shore D polyurethane foam serta membandingkannya dengan polystyrene foam sebagai material insulasi LNG ISO Tank pada suhu ruang. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan membuat spesimen polyurethane foam menggunakan variasi fraksi massa serat fiberglass sebesar 0%, 5%, 10%, dan 15%. Pengujian densitas dilakukan berdasarkan ASTM C134-95, pengujian konduktivitas termal mengacu pada ASTM E1225, dan pengujian kekerasan menggunakan metode Shore D berdasarkan ASTM D2240. Hasil pengujian kemudian dianalisis untuk mengetahui pengaruh penambahan fiberglass terhadap karakteristik termal dan mekanik material insulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan fraksi massa fiberglass menyebabkan densitas meningkat dari 0,034 g/cm³ menjadi 0,072 g/cm³ serta meningkatkan nilai konduktivitas termal dari 0,0316 kcal/m·jam·°C menjadi 0,0359 kcal/m·jam·°C. Nilai kekerasan Shore D tertinggi diperoleh pada variasi fiberglass 10% sebesar 82 Shore D. Polystyrene foam memiliki nilai konduktivitas termal yang lebih rendah yaitu 0,0297–0,0305 kcal/m·jam·°C sehingga memberikan kemampuan insulasi termal yang lebih baik. Namun, polyurethane foam berpenguat fiberglass memiliki sifat mekanik yang lebih unggul. Oleh karena itu, penambahan fiberglass sebesar 10% dapat dianggap sebagai komposisi optimum karena memberikan keseimbangan terbaik antara kemampuan insulasi termal dan kekuatan mekanik material.