Dahliana Dahliana
Akademi Kebidanan Darussalam, Lhokseumawe

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI pada Ibu Menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Banda Sakti Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe Tahun 2019 Dahliana Dahliana
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v7i1.859

Abstract

Produksi ASI sangat dipengaruhi oleh kejiwaan, ibu yang selalu dalam keadaan tertekan, sedih, kurang percaya diri dan berbagai bentuk ketegangan emosional akan menurunkan volume ASI bahkan produksi ASI berhenti sama sekali. Pijatan atau rangsangan pada tulang belakang, neurotransmitter akan merangsang medulla oblongata langsung mengirim pesan ke hypothalamus di hypofiseposterior untuk mengeluarkan oksitosin sehingga menyebabkan buah dada mengeluarkan air susunya. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Banda Sakti Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe. Rancangan penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunakan metode pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui  yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Banda Sakti Kota Lhokseumawe berjumlah 40 orang ibu menyusui. Adapun metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan total populasi. Dimana sampel penelitian ini adalah seluruh populasi yang berjumlah 40 responden. Ujivaliditas dalam penelitian ini dilakukan di Desa Hagu Teungoh Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe dengan jumlah 10 responden, 30 butir pertanyaan dengan nilai r product moment 0,70. Hasil Penelitian bahwa dari 28 ibu menyusui yang melakukan pijat oksitosin mayoritas produksi ASInya lancer yaitu 17 orang (60,7%), sedangkan dari 12 ibu menyusui yang tidak melakukan pijat oksitosin mayoritas produksi ASInya tidak lancar yaitu 9 orang (75%). Diharapkan dapat menambah pengetahuan responden dalam upaya peningkatan produksi ASI serta dapat menginformasikan dampak dari kegagalan proses menyusui