Aulina Adamy
Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh, Batoh, Banda Aceh,23245

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KUALITAS HIDUP SETELAH PERSALINAN SECTIO CAESAREA DENGAN KEJADIAN RISIKO INFEKSI Muliana Muliana; Aulina Adamy; Nizam Ismail
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v5i2.736

Abstract

Latar Belakang: Infeksi bedah adalah infeksi yang terjadi setelah operasi dalam waktu 30 hari di bagian tubuh tempat operasi berlangsung. Infeksi di tandai dengan adanya cairan nanah yang berasal dari luka, nyeri, pembengkakan di tempat luka kemerahan serta peningkatan suhu tubuh. Infeksi bedah sesar dapat meningkatkan angka kesakitan bagi setiap wanita yang baru saja melahirkan. Berdasarkan data wawancara dengan 10 responden yang melahirkan sesar di Rumah Sakit Umum Meuraxa Kota Banda Aceh, rata-rata mengatakan setelah dua atau 3 hari pasca melahirkan ibu mengalami infeksi luka operasi. Penyebabnya salah satu karena umur risiko tinggi saat melahirkan, adanya komplikasi kehamilan dan riwayat persalinan sebelumnya SC. Metodologi: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan case control study yaitu menentukan kelompok kasus dan kelompok control yang dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Meuraxa Kota Banda Aceh mulai bulan Mei samapai dengan Juni 2019. Responden dalam penelitian ini berjumlah 76 orang, dimana 38 orang (kelompok kasus) dan 38 orang (kelompok control). Hasil: hasil penelitian diketahui ada hubungan kualitas hidup dengan kejadian risiko infeksi dengan p-value 0.002 dan OR 4.9. Kesimpulan: Pemberian profilaksis antimikroba efektif dalam mengurangi kejadian infeksi luka setelah operasi dan mengurangi risiko bakteri residen yang mengatasi segera sistem kekebalan tubuh setelah persalinan. Disarankan untuk petugas kesehatan untuk meningkatkan kesadaran, pengembangan, dan implementasi dalam meminimalkan terjadinya risiko infeksi pada semua pasien terutama pada pasien yang melahirkan dengan operasi sesar serta segera memberikan antibiotik setelah operasi.
DETERMINAN KEJADIAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) DI KOTA BANDA ACEH Milza Oka Yussar; Aulina Adamy; Marthoenis Marthoenis
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v5i2.739

Abstract

Latar Belakang: Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan suatu pelanggaran hak asasi manusia dan salah satu kriminal terhadap martabat seseorang. Berdasarkan data dari P2TP2A Kota Banda Aceh kasus KDRT mengalami kenaikan sejak tahun 2014, penyebabnya antara lain menikah usia muda, sikap yang tempramen, perilaku tidak sehat seperti merokok atau peminum, gangguan kepribadiaan suami, ekonomi rendah, namun juga pengaruh faktor status perkawinan. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan study case control yang dilakukan pada bulan Mei-Juli 2019 di Kota Banda Aceh. Partisipan dalam penelitian ini ada Ibu rumah tangga sebanyak 40 orang (kelompok kontrol) dan 20 orang ibu rumah tangga yang mengalami domestic violence. Hasil: Hasil penelitian diketahui ada hubungan dengan pendidikan istri kategori dasar (P value 0.04), religiusitas suami (P value 0.003), perselingkuhan (P value 0.003) dan kepribadian suami (P value 0.004) dengan kejadian KDRT di Kota Banda Aceh. Saran: Disarankan kepada pihak Pemerintah Kota Banda Aceh untuk meningkatkat sosisialisasi tentang pencegahan kekerasan dalam rumah tangga sejak dini melalui dinas tekait seperti BKKBN, KUA, BP3A dan Kantor Kecamatan.