Latar Belakang: Bayi dan balita merupakan penderita diare paling banyak dan masih menjadi penyumbang utama ketiga angka kesakitan dan kematian anak di negara berkembang termasuk Indonesia. Pada tahun 2016, angka kejadian diare di Kabupaten Pidie tertinggi di Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor yang mempengaruhi intensi keluarga dalam pencegahan diare pada balita di Kecamatan Batee Kabupaten Pidie. Metode: Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 367 orang, dengan jumlah sampel 79 responden yang dipilih menggunakan metode proportional random sampling. Instrumen penelitian menggunakan angket, uji statistik yang digunakan pada analisa bivariat berupa regresi logistik sederhana (simple logistic regression), sedangkan analisa multivariat menggunakan uji regresi logistik berganda (multiple logistic regression analysis). Hasil: penelitian memperlihatkan bahwa terdapat hubungan sikap (p = 0,001), norma subjektif  (p = 0,001), dan pengendalian perilaku (p = 0,001) terhadap intensi keluarga dalam pencegahan diare pada balita. Terdapat hubungan secara bersama–sama antara sikap, norma subjektif, dan pengendalian perilaku terhadap intensi keluarga dalam pencegahan diare pada balita, akan tetapi pengendalian perilaku memiliki hubungan yang paling dominan di antara ketiga komponen Theory of Planned Behavior tersebut. Kesimpulan: Perilaku ibu tentang pencegahan diare tidak saja terbatas pada intensi, akan tetapi pemahaman yang lebih baik tentang pencegahan dan bahaya diare serta peningkatan efikasi diri keluarga diharapkan mampu meningkatkan upaya pencegahan diare pada balita.