Irwan Saputra
Magister Kesehatan Masyarakat, Pascasarjana, Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh, Aceh, 23245

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kerugian Ekonomi dan Karakteristik Penderita Kusta di Kabupaten Pidie Nona Yunita; Taufiq A. Rahim; Irwan Saputra
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v4i2.644

Abstract

Latar Belakang: Data kesehatan Kabupaten Pidie didapatkan bahwa adanya peningkatan kasus Lepra yang ditemukan dari tahun 2014 ke tahun 2015 baik jenis Kusta kering atau pausi basiler (PB) maupun kusta basah atau multi basiler (MB). Bahkan di beberapa kecamatan menunjukkan peningkatan kasus baru yang signifikan dari pada tahun sebelumnya. Hal ini memberi gambaran bahwa masalah belum teratasi sepenuhnya mengingat banyaknya kasus baru seperti di kecamatan: Sakti 11 kasus, Padang Tiji 9 kasus, Indrajaya 7 kasus, Pidie 11 kasus, Batee 7 kasus, dan Muara Tiga 10 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kerugian ekonomi akibat kusta di Kabupaten Pidie. Metode: Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua penderita kusta Kabupaten Pidie berjumlah 150 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara purposive sampling berjumlah 66 orang. Pengambilan data dilaksanakan tanggal 28 September s/d 28 Oktober 2016 dengan menggunakan kuesioner dan wawancara. Hasil: Kerugian ekonomi akibat kusta di Kabupaten Pidie sebesar Rp1.955.886.500,- per Oktober 2016. Kerugian ekonomi rata-rata Rp29.634.643,- dalam setahun. Umur dewasa muda (22-40 tahun) berjumlah 35 orang (53%), pendidikan dasar sebanyak 52 orang (78,8%), bekerja sebanyak 49 orang (74,2%), pendapatan UMP (Upah Minimum Provinsi) sebanyak 50 orang (75,8%). Tidak ada hubungan Umur dengan Kerugian Ekonomi penderita kusta (OR: 0,6, P = 0,081). Ada hubungan Pendidikan (OR: 0,06, P = 0,001), Pekerjaan (OR: 0,12, P = 0,011), Pendapatan (OR: 0,02, P = 0,001) dengan Kerugian Ekonomi penderita kusta. Kesimpulan: Bagi dinas kesehatan agar dapat meningkatkan upaya pendidikan kesehatan kepada masyarakat khsususnya penderita kusta agar dapat mengikuti program pengobatan kusta sampai selesai guna mengurangi dampak kerugian ekonomi akibat kusta.