Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

DEFERENSI (LEUKOSIT) KAMBING PERANAKAN ETAWA (PE) JANTAN YANG DIBERI PAKAN JERAMI PADI FERMENTASI DENGAN LEVEL BERBEDA Adnan, Arif; Iskandar, Faruq; Mudawaroch, Roisu Eny
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 8, No 1 (2019): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.457 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deferensi leukosit kambing peranakan etawa (PE) yang diberi pakan jerami padi fermentasi dengan lavel berbeda. Penelitian dilaksanakan di Desa Kalikotes, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo dan Laboratorium Pato Klinik BBVet Wates.Bahan yang digunakan 12 ekor kambing peranakan etawa jantan umur 10-12 bulan, jerami padi fermentasi (JPF), rumput gajah, ampat tahu. Alat yang digunakan antara lain kandang, timbangan electronic dan seperangkat lain untuk pengambilan sampel darah. Rancangan yang dipakai adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan 3 ulangan. Kosentrasi perlakuan T0 : 80% RG + 0% JPF + 20% AT; T1 : 60% RG + 20% JPF + 20% AT; T2 : 40% RG + 40% JPF + 20% AT; T3 : 20% + 60% + 20% AT. Parameter yang diamati leukosit, neutrofil, eosinofil, limfosit, monosit, basofil. Penelitian dilakukan selama 9 minggu. Data di analisis dengan ANOVA jika ada perbedaan dilanjutkan analisis Dancen.Hasil pemberian jerami padi fermentasi pada leukosit berpengaruh nyata (P<0,05) dengan jumlah T0 : 102,000 ribu/mm3; T1 : 200,000 ribu/mm3; T2 : 79 ribu/mm3; T3 : 109 ribu/mm3, Neutrofil tidak berpengaruh nyata (P>0,05) dengan persentase T0 : 42,8%; T1 : 47,9%; T2 : 4,2%; T3 : 59,1%, Eosinofil tidak berpengaruh nyata (P>0,05) dengan persentase T0 : 1,9%; T1 : 2,4%; T2 : 2,9%; T3 : 2,9%, Limfosit berpengaruh nyata (P<0,05) dengan persentase T0 : 55,3%; T1 : 48,3%; T2 : 52,4%; T3 : 44,3%, Monosit tidak berpengaruh nyata (P>0,05) dengan persentase T0 : 0,5%; T1 : 1,1%; T2 : 1,3%; T3 : 0,9%, Basofil tidak berpengaruh nyata (P>0,05) dengan persentase T0 : 0%; T1 : 0%; T2 : 0%; T3 : 0%. Jerami padi fermentasi dapat menjadi pakan subtitusi kambing peranakan etawa (PE), yang dapat mempertahankan status kesehatan dilihat dari deferensi leukosit, neutrofil, eosinofil, monosit, basofil dan berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap limfosit sehingga pemberian jerami padi fermentasi mampu menjadi pakan pengganti. Kata kunci: Kambing peranakan etawa, Jerami Padi Fermentasi, Leukosit, Neotrofil, Eosinofil, Limfosit, Monosit, Basofil.
TINGKAT PEMAHAMAN PETERNAK KAMBING KALIGESING DALAM PENERAPAN TEKNOLOGI PETERNAKAN DI KECAMATAN KALIGESING KABUPATEN PURWOREJO Suryaman Nur Hidayatudin; Faruq Iskandar; Zulfanita Zulfanita
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 7, No 2 (2018): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.698 KB)

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari dan Februari di Desa Pandanrejo dan Tawangsari Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) tingkat pemahaman peternak Kambing Kaligesing terhadap penerapan teknologi pakan; (2) tingkat pemahaman peternak Kambing Kaligesing terhadap penerapan teknologi pengolahan limbah.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode observasional. Data hasil observasi dibahas secara deskriptif. Objek penelitian ini adalah peternak kambing Kaligesing di Desa Pandanrejo dan Tawangsari Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling dengan taraf signifikansi (α) 5% atau 0,05. Variabel penelitian ini adalah tingkat pemahaman peternak terhadap fermentasi pakan dan kompos. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan skala likert.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat pemahaman peternak Kambing Kaligesing terhadap penerapan teknologi pakan pada level tinggi; (2) tingkat pemahaman peternak Kambing Kaligesing terhadap penerapan teknologi pengolahan limbah pada level tinggi. Kata kunci: pemahaman, teknologi peternakan, Kambing Kaligesing
PENINGKATAN KESUBURAN MENGGUNAKAN EKSTRAK HIPOFISA PADA KAMBING KALIGESING BETINA YANG BIRAHINYA DISEREMPAKKAN DENGAN PROGESTERONE ACETATE Faruq Iskandar; Cahyo Apri Setiaji
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 7, No 2 (2018): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian tentang peningkatan kesuburan kambing Kaligesing betina menggunakan ekstrak hipofisa yang birahinya diserempakkan menggunakan hormone progesterone acetate perlu dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas sel telur dan mengoptimalkan jumlah sel telur saat ovulasi sehingga dapat meningkatkan kualitas dan jumlah anak yang dilahirkan (litter size). Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk mengetahui level ekstrak hipofisa yang baik dalam mempengaruhi kesuburan kambing Kaligesing betina yang pernah beranak 1 – 3 kali, dilihat dari kualitas birahi, keberhasilan kebuntingan dan jumlah anak yang dilahirkan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 24 ekor kambing Kaligesing betina milik peternak di Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo yang dipilih secara purpossive sampling  dengan kriteria sehat secara klinis, umur 2 – 3 tahun, sudah pernah beranak 1 – 3 kali. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan masing – masing perlakuan diulangi 8 kali. Perlakuan yang diberikan adalah T0 : setiap kambing disuntik 5 ml NaCl fisiologis 0,9%, T1 : setiap kambing disuntik ekstrak hipofisa 0,25 gr dalam 5 ml NaCl fisiologis 0,9%, dan T3 : setiap kambing disuntik ekstrak hipofisa 0,50 gr dalam 5 ml NaCl fisiologis 0,9%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa level ekstrak hipofisa dapat meningkatkan kualitas birahi dilihat dari tingkat kejelasan penampilan tingkah laku birahi gelisah dan penurunan nafsu makan serta mampu menghasilkan persentase kelahiran 100%. Kata kunci :   Ekstrak hipofisa, kambing Kaligesing betina, kesuburan dan progrsterone acetate
GELAR TEKNOLOGI AKUAPONIK TANAMAN SAYURAN DAN BUDIDAYA LELE DALAM EMBER DI DESA BUTUH, KECAMATAN BUTUH, PURWOREJO Zulfanita Zulfanita; Roisu E.M; Rinawidiastuti Rinawidiastuti; Faruq Iskandar; Budi Setiawan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.45 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i2.4356

Abstract

ABSTRAKPertumbuhan penduduk yang diikuti dengan meningkatnya kegiatan industri, pertanian, dan pemukiman telah menggusur lahan budidaya sehingga dari tahun ketahun luasnya semakin berkurang. Disamping itu aktifitas penduduk akan mengakibatkan pencemaran berupa limbah organik maupun anorganik Inovasi teknologi diperlukan untuk mengantisipasi penurunan produksi tanaman dan ikan akibat penyusutan lahan budidaya dan penurunan kualitas perairan. Inovasi teknologi tersebut diharapkan mampu mengurangi limbah dan meningkatkan produktifitas persatuan luas lahan budidaya. Salah satu inovasi teknologi yang dapat diterapkan yaitu budidaya tanaman sayuran dan ikan yang terintegrasi melalui sistem akuaponik. Program Pengabdian Masyarakat dilaksanakan di desa Butuh, kecamatan Butuh, kabupaten Purworejo bertujuan untuk Mengenalkan, mempraktikkan dan memotivasi masyarakat untuk dapat melakukan teknologi akuaponik sayuran dan budidaya lele dalam ember , mengisi waktu luang serta mengembangkan kemampuan budidaya sayuran dan budidaya ikan lele selain itu juga sebagai bentuk pemanfaatan pekarangan rumah atau lahan sempit menjadi efisien dan menguntungkan serta potensi meningkatnya gizi keluarga. Mitra dalam pelaksanan pengabdian masyarakat ini adalah kelompok Wanita Tani Mandiri dengan anggota 16 orang. Metode yang digunakan adalah Education for Sustainable Development (EfSD) merupakan salah satu metode pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada penyelesaian masalah pada lingkungan masyarakat. Metode EfSD menekankan pada 3 pilar yaitu ekonomi, ekologi atau lingkungan dan sosial. Program kegiatan yang dilaksanakan secara garis besar meliputi, 1) pemberdayaan masyarakat melalui penguatan kelembagaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, 2) Penumbuhan dan pengembangan budidaya sayuran, dan perikanan berbasis akuaponik. Hasil pengabdian masyarakat ini berupa penguatan kelembagaan pada Kelompok Wanita Tani Mandiri mampu melaksanakan kegiatan program kegiatan dan sosialisasi dengan aktif. Dengan adanya pelatihan serta motivasi mampu menambah pengalaman dan wawasan anggota Kelompok Wanita Tani Mandiri dalam pengembangan budidaya sayuran dan ikan dalam ember. Kata kunci : teknologi akuaponik; sayuran ; ikan; ember. ABSTRACTPopulation growth followed by an increase in industrial, agricultural and residential activities has displaced the cultivated land so that from year to year the area has decreased. Besides that, the activities of the population will result in pollution in the form of organic and inorganic waste. Technological innovation is needed to anticipate a decrease in plant and fish production due to shrinkage of cultivated land and a decrease in water quality. This technological innovation is expected to be able to reduce waste and increase the productivity of the cultivated land area. One of the technological innovations that can be applied is the integrated cultivation of vegetables and fish through an aquaponics system. The Community Service Program implemented in the village of Butuh, sub-district of Butuh , Purworejo district with aims to introduce, practice and motivate the community to be able to do vegetable aquaponics technology and cultivate catfish in buckets, fill their spare time and develop the ability to cultivate vegetables and catfish cultivation as well as a form of utilization of house yards or narrow land becomes efficient and profitable as well as the potential for increasing family nutrition. Partners in implementing this community service are the Independen Farmer Women’s group with 16 members. The method used is Education for Sustainable Development (EfSD), which is a community service method that is oriented towards solving problems in the community environment. The EfSD method emphasizes 3 pillars, namely economic, ecological or environmental and social. The program of activities carried out in general includes, 1) community empowerment through institutional strengthening and improvement of the quality of human resources, 2) cultivation and development of vegetables and aquaponics-based fisheries. The result of this community service is in the form of institutional strengthening in the Independent Women Farmers Group being able to carry out program activities and socialization activities actively. With the training and motivation to be able to add to the experience and insight of the members of the Independent Women Farmers Group in developing vegetable and fish cultivation in buckets. Keywords :. aquaponics technology; vegetables; fish; bucket
Profil Kebuntingan dan Kelahiran Kambing Kaligesing (Capra Aegragus Hircus) Betina yang Diinjeksi Ekstrak Hipofisa dengan Level yang Berbeda Ida Isnaeni; Faruq Iskandar; Jeki Mediantari Wahyu Wibawanti
Surya Agritama: Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/suryaagritama.v9i2.711

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil kebuntingan dan kelahiran Kambing Kaligesing betina yang diinjeksi ekstrak hipofisa dengan level yang berbeda dilihat dari persentase kebuntingan, lama bunting, persentase kelahiran, jumlah anak sekelahiran (litter size) dan bobot lahir. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Prodi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo dan Dusun Jogowono Desa Donorejo Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan 24 ekor Kambing Kaligesing betina dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan, T0 (ekstrak hipofisa 0g), T1 (ekstrak hipofisa 0,25g), dan T2 (ekstrak hipofisa 0,50g) masing – masing 8 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak hipofisa pada Kambing Kaligesing betina dengan dosis 0,25 g dan 0,50 g mampu mempersingkat lama bunting yaitu 149,2 hari dan 147,7 hari, tetapi belum mampu meningkatkan kesuburan yang dilihat dari persentase kebuntingan, persentase kelahiran, litter size, dan bobot lahir (P>0,05).
Deferensi (Leukosit) Kambing Peranakan Etawa (PE) Jantan yang diberi Pakan Jerami Padi Fermentasi dengan Level Berbeda Arif Adnan; Faruq Iskandar; Roisu Eny Mudawaroch
Surya Agritama: Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deferensi leukosit kambing peranakan etawa (PE) yang diberi pakan jerami padi fermentasi dengan lavel berbeda. Penelitian dilaksanakan di Desa Kalikotes, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo dan Laboratorium Pato Klinik BBVet Wates. Bahan yang digunakan 12 ekor kambing peranakan etawa jantan umur 10-12 bulan, jerami padi fermentasi (JPF), rumput gajah, ampat tahu. Alat yang digunakan antara lain kandang, timbangan electronic dan seperangkat lain untuk pengambilan sampel darah. Rancangan yang dipakai adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan 3 ulangan. Kosentrasi perlakuan T0 : 80% RG + 0% JPF + 20% AT; T1 : 60% RG + 20% JPF + 20% AT; T2 : 40% RG + 40% JPF + 20% AT; T3 : 20% + 60% + 20% AT. Parameter yang diamati leukosit, neutrofil, eosinofil, limfosit, monosit, basofil. Penelitian dilakukan selama 9 minggu. Data di analisis dengan ANOVA jika ada perbedaan dilanjutkan analisis Dancen. Hasil pemberian jerami padi fermentasi pada leukosit berpengaruh nyata (P<0,05) dengan jumlah T0 : 102,000 ribu/mm3; T1 : 200,000 ribu/mm3; T2 : 79 ribu/mm3; T3 : 109 ribu/mm3, Neutrofil tidak berpengaruh nyata (P>0,05) dengan persentase T0 : 42,8%; T1 : 47,9%; T2 : 4,2%; T3 : 59,1%, Eosinofil tidak berpengaruh nyata (P>0,05) dengan persentase T0 : 1,9%; T1 : 2,4%; T2 : 2,9%; T3 : 2,9%, Limfosit berpengaruh nyata (P<0,05) dengan persentase T0 : 55,3%; T1 : 48,3%; T2 : 52,4%; T3 : 44,3%, Monosit tidak berpengaruh nyata (P>0,05) dengan persentase T0 : 0,5%; T1 : 1,1%; T2 : 1,3%; T3 : 0,9%, Basofil tidak berpengaruh nyata (P>0,05) dengan persentase T0 : 0%; T1 : 0%; T2 : 0%; T3 : 0%. Jerami padi fermentasi dapat menjadi pakan subtitusi kambing peranakan etawa (PE), yang dapat mempertahankan status kesehatan dilihat dari deferensi leukosit, neutrofil, eosinofil, monosit, basofil dan berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap limfosit sehingga pemberian jerami padi fermentasi mampu menjadi pakan pengganti.
Perubahan Biologis Awal Berahi Kambing Kaligesing Betina yang Disuntik Ekstrak Hipofisa dengan Level Berbeda Teguh Priatin; Faruq Iskandar; Hanung Dhidhik Arifin
Jurnal Riset Agribisnis dan Peternakan Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.585 KB) | DOI: 10.37729/jrap.v4i2.114

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of different levels of pituitary extract administration on changes in vulva and cervical mucus secretion as indicators of lust for Kaligesing female goats. The research process was carried out at the Integrated Laboratory of Muhammadiyah University Purworejo and in Donorejo Village, Kaligesing District, Purworejo Regency, Central Java Province. The material used in this study was 24 Kaligesing female goats aged 2-5 years who had given birth at least once. The ingredients used are the pituitary gland and Medroxy progestagen acetate. The treatments given were T0 (injected 5 ml physiological NaCl 0.9%), T1 (injected pituitary extract 0.25 g in 5 ml physiological NaCl 0.9%) and T2 (injected pituitary extract 0.50 g in 5 ml NaCl physiological 0.9%). The experimental design used in this study was a complete randomized design subsampling (CRD) with 3 treatments and 8 replications. The parameters observed were vulva discoloration, swelling of the vulva, increase in temperature of the vulva, abundance of cervical mucus, and nerve mucus fern. The data obtained were analyzed using Chi-square and ANOVA. The results showed that the administration of pituitary extract had no effect (P> 0.05) on all parameters. Vulva color score at T0: 1, 5, 2; T1: 1, 4, 3 and T2: 0, 5, 3. The swelling of the vulva at T0, T1, and T2 is 0.350 cm, 0.375 cm, 0.387 cm. The increase in temperature at T0, T1 and T2 is 0.375 oC, 0.40 0oC, 0.56 2oC. Cervical lender abundance score at T0: 5, 2, 1; T1: 3, 3, 2, and T2: 2, 4, 2. The fern score of the cervical lender at T0: 1, 1, 4, 1, 1, 0; T1: 1, 1, 1, 5, 0, 0 and T2: 0, 0, 1, 2, 2, 3. The pituitary extract can improve the appearance of heat among treatments but is not significant (P> 0.05). Based on the results of the study, it can be concluded that: Giving pituitary extract in women Kaligesing Goat can improve the appearance of heat that is seen from changes in the color of the vulva, swelling of the vulva, increase in temperature of the vulva, the number of cervical mucus and cervical mucus fern, but not yet significant.
Tingkah Laku Awal Berahi Kambing Kaligesing (Capra aegagrus Hircus) Betina Yang Di Injeksi Ekstrak Hipofisa Dengan Level Berbeda Delta Setiawan; Faruq Iskandar; Hanung Dhidik Arifin
Jurnal Riset Agribisnis dan Peternakan Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.679 KB) | DOI: 10.37729/jrap.v4i2.116

Abstract

This study aims to determine the potential of goat pituitary extract on the heat cycle of the Kaligesing Goat. Improve the performance of the initial lustful behavior of the female Kaligesing Goat. The study was conducted in August 2018 until February 2019 at the Integrated Animal Husbandry Laboratory of the University of Muhammadiyah Purworejo. The material used was a pituitary extract of adult female goats and 24 female Kaligesing goats, aged 2-4 years. Medroxy progestagen acetate for sensual synchronization. The treatments used in the study were T0 (control) injection of 5 ml physiological NaCl 0.9%; T1 injection of pituitary extract 0.25 gr in 5 ml physiological NaCl 0.9%; T2 injection of 0.50 gr pituitary extract in 5 ml physiological NaCl 0.9%. The experimental design used in this study was a Completely Randomized Design (CRD) with 3 treatments and 8 replications. The parameters observed were riding other livestock, the sound frequency, and the behavior of moving the tail. The data obtained were analyzed descriptively and tested using Chi-square. The results showed that the administration of pituitary extract had no effect (P> 0.05) on all parameters. It was concluded that the administration of pituitary extract was able to show symptoms of heat but was not yet able to improve the performance of heat behavior.
Pengaruh Level Rendaman Ekstrak Kulit Manggis (Garcia Mangostana L ) dan Daya Simpan terhadap Kualitas Fisik Telur Ayam Ras Muhamad Zidni Nuro; Roisu Eny Mudawaroch; Faruq Iskandar
Jurnal Riset Agribisnis dan Peternakan Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/jrap.v6i2.1806

Abstract

This study aims to determine the potential of mangosteen peel extract (Garcia Mangostana L) as an egg preservative to improve the physical quality of broiler eggs soaked for 6 weeks. This study used 105 chicken eggs, soaked for 24 hours and stored for 6 weeks. Methods Using Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 3 replications. The parameters taken are egg white index value, egg yolk index value, egg yolk color, pH value of egg white and yolk. The results showed that mangosteen peel extract had a significant effect (P<0.01) on the egg white index with values ​​of 0.152, 0.89, 0.81, 0.83, 0.80, 0.56, 0.29. The yolk index value had a significant effect (P<0.01) of 0.41, 0.34, 0.32, 0.28, 0.22, 0.14, 0.09. The yolk color value had a significant effect (P<0.01) of 13.00, 12.67, 12.33, 1175, 11.08, 9.17, 8.08. The pH value of egg white had a significant effect (P<0.01) of 7.79, 7.95, 8.11, 8.57, 8.91, 9.47, 9.78. The egg yolk pH value had a significant effect (P<0.01) of 6.20, 6.27, 6.46, 6.56, 6.65, 6.75, 6.82. The Haugh unit egg had a significant effect (P<0.01) of 115.6, 98.5, 93.6, 94.8, 94.3, 83.7, 69.8. The addition of the concentration of mangosteen rind extract up to 10% can maintain egg quality, in terms of the index value of egg white, egg yolk, egg pH, egg yolk color and Haugh Unit value.
Tingkat Kesukaan Sosis Sapi terhadap Extender Tahu Eka Wahyu Nugroho; Roisu Eny Mudawaroch; Faruq Iskandar
Jurnal Riset Agribisnis dan Peternakan Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/jrap.v6i2.1809

Abstract

An extender is added to sausage ingredients to increase the density or modify the quality of the sausage. The main ingredients of this research are beef and tofu. This study was conducted using a completely randomized design method (CRD) with 4 treatments and a panel as a treatment replication. The data obtained were analyzed by Analysis Of Variance (ANOVA), followed by Duncan's New Multiple Rane Test (DMRT). The results of the analysis of variance in beef sausage with the use of tofu as an extender have a very significant effect on the average hedonic score and quality score on color. The average color quality score shows that it is not red, while the score is classified as very dislike. The results of the analysis of variance in beef sausage with the use of tofu as an extender have a very significant effect on the average hedonic score and quality score on the aroma. The average aroma quality score is very unscented while the hedonic aroma score indicates liking. The results of the analysis of variance in beef sausage with the use of tofu as an extender have a significant effect on the average hedonic score and quality score on texture. The mean texture score indicates chewy while the hedonic texture indicates liking. The results of the analysis of variance in beef sausage with the use of tofu as an extender have a very significant effect on the average hedonic taste score and taste quality score. The average taste quality score indicates feeling to know, while the hedonic taste score indicates liking. The conclusion of adding a different level of tofu extender shows that the addition of 10g of tofu as an extender to 490g of beef can increase the texture value of beef sausage, the addition of 30g of tofu as an extender to 470g of beef can increase the value of aroma and taste quality in beef sausage. It is suggested that the addition of 10g of tofu as an extension with 490g of beef can be used in making beef sausage.