This Author published in this journals
All Journal Sainteks
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBELAJARAN METODE SEATWORK TERSTRUKTUR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII A SEMESTER I PADA KONSEP PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN DI SMP NEGERI 6 CILACAP TAHUN PELAJARAN 2011/2012 Jaskun Winarti
Sainteks Vol 11, No 2 (2014): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v11i2.144

Abstract

ABSTRAK Hasil ulangan harian siswa kelas VIIA rata-rata 56,21 dengan ketuntasan kelas 38,24% sisanya masih di bawah nilai ketuntasan minimum 70. Oleh karena itu penelitian ini beorientasi pada tujuan meningkatkan hasil belajar matematika khususnya konsep persamaan dan pertidaksamaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tindakan kelas dengan menerapkan pembelajaran metode seatwork terstruktur. Kegiatan penelitian dilakukan pada 34 siswa kelas VII A dari bulan September sampai dengan Nopember 2011. Hasil penelitian menunjukkan metode seatwork terstruktur dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII A pada konsep persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel sebesar 19,38 dari 56,21 menjadi 75,59 dengan nilai ketuntasan belajar sebesar 50% yaitu dari 38,24% menjadi 88,24%. Selain itu metode seatwork terstruktur dapat mengurangi miskonsepsi pada siswa terhadap konsep-konsep matematika; dan meningkatkan keaktifan siswa selama proses belajar. Kata Kunci : metode seatwork terstruktur, hasil belajar, persamaan dan pertidaksamaan
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN PERHITUNGAN SOAL CERITA MATEMATIKA SMP MELALUI PENDEKATAN PRAGMATIK Jaskun Winarti
Sainteks Vol 10, No 2 (2013): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v10i2.145

Abstract

Hasil analisis persentase soal cerita matematika SMP dari tahun 2006 sampai 2008 menunjukkan bahwa pada tahun 2005/2006 sebanyak 40%, 2006/2007 sebanyak 43,3% dan 2007/2008 sebanyak 45%. Hal ini menunjukkan bahwa tipe soal cerita matematika dari tahun ke tahun meningkat. Berdasarkan analisis tersebut dapat terungkap bahwa siswa dituntut mampu melakukan perhitungan matematik terkait dengan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan analisis hasil kinerja siswa selama pembelajaran melalui pendekatan pragmatik menunjukkan bahwa siswa mampu dengan baik menyebutkan komponen yang diketahui dari soal, komponen yang ditanyakan dari soal, menggunakan rumus secara sistematis, mampu melakukan perhitungan sehingga jawaban siswa terhadap soal menjadi tepat. Hal ini terbukti dari hasil analisis data penelitian yang menunjukkan rata-rata siswa memiliki kemampuan mengungkapkan konteks dan makna soal bernilai baik (3,00), mengungkapkan apa yang diketahui atau ditanyakan bernilai baik (2,93), menuliskan rumus bernilai sedang (2,74), menentukan model soal bernilai sedang (2,20), menyelesaikan hitungan bernilai sedang (2,00) dan mengembalikan jawaban ke model soal bernilai sedang (2,00). Dengan demikian Pembelajaran melalui pendekatan pragmatik dapat meningkatkan kemampuan siswa SMP dalam menyelesaikan perhitungan soal cerita matematika. Kata kunci: pendekatan pembelajaran, pragmatik, matematika, soal cerita.