This Author published in this journals
All Journal Sainteks
Guntur Muhammad Taqwin
Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kombinasi Vitamin E dan Omega-3 Topikal Meningkatkan Derajat Penyembuhan Anastomosis Intestinum Kajian Terhadap Kadar Interleukin-10 (IL-10) Cairan Peritoneum Guntur Muhammad Taqwin; Mina Mina
Sainteks Vol 14, No 2 (2017): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v14i2.4262

Abstract

Anastomosis intestinum merupakan tindakan penyambungan usus, yang didahului dengan laparotomi. Beberapa masalah kesehatan yang sering ditangani dengan tindakan ini diantaranya adalah kanker kolorektal, strangulasi dan inkarserasi pada hernia inguinalis. Akan tetapi angka morbiditas dan mortalitas dari tindakan tersebut cukup tinggi, sehingga beberapa studi dilakukan untuk mencari solusi, seperti pemberian terapi adjuvant.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian kombinasi vitamin E dan Omega-3 topikal terhadap derajat penyembuhan anastomosis intestinum dan kadar interleukin-10 cairan peritoneum. Penelitian ini menggunakan tikus jantan galur wistar (n = 24) yang dilakukan anastomosis intestinum, dibagi menjadi 4 kelompok: P0 (kontrol), P1 (vitamin E 10 mg dalam 5 ml soybean oil topikal intestinum), P2 (Omega-3 40 mg dalam 5 ml soybean oil topikal intestinum), P3 (kombinasi vitamin E 10 mg dan Omega-3 40 mg dalam 5 ml soybean oil). 14 hari berikutnya tikus direlaparotomi, selanjutnya dilakukan penilaian derajat penyembuhan anastomosis intestinum dan kadar IL-10 cairan peritoneum. Analisa statistik menggunakan uji beda one way ANOVA untuk derajat penyembuhan anastomosi dan uji Mann-Whitney untuk kadar IL-10 cairan peritoneum, sedangkan untuk mengetahui korelasi derajat penyembuhan anastomosis intestinum dengan kadar IL-10 cairan peritoneum menggunakan uji Spearman. Derajat penyembuhan anastomosis intestinum kelompok P3 lebih tinggi secara bermakna (p<0,05), dibandingkan kelompok P0, P1 dan P2. Kadar  IL-10 cairan peritoneum kelompok P3 lebih tinggi secara bermakna (p<0,05), dibandingkan kelompok P0, P1 dan P2. Uji korelasi antara derajat penyembuhan anastomosis intestinum dan kadar IL-10 cairan peritoneum menunjukkan korelasi negatif sangat kuat dengan r:-0,844. Pemberian kombinasi vitamin E dan omega-3 topikal intestinum memiliki efek yang lebih baik terhadap derajat penyembuhan anastomosis intestinum dan kadar IL-10 daripada yang tidak mendapatkan kombinasi.Kata-kata Kunci: Anastomosis intestinum, IL-10, Vitamin E, Omega-3, Kombinasi