This Author published in this journals
All Journal Sainteks
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERUBAHAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI VERBAL SISWA KELAS VIIC SMP N 3 KESUGIHAN CILACAP DALAM MENGGUNAKAN BAHASA INDONESIA YANG BAKU Latif Junaedi
Sainteks Vol 8, No 2 (2011): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v8i2.314

Abstract

At this time many students in junior (SMP) to senior high school (SMA) is less interested and motivated in using the Indonesian language is right and good. This is because widespread notion that slang and jargon that is considered better, coolier and easier to do, regardless of the grammar used. This has an impact on the development of Indonesian language is less good. The impact of proficiency level also occurs during the process of learning Indonesian language in the classroom VIIC SMP Negeri 3 Kesugihan Cilacap. Ability to communicate students SMP Negeri 3 Kesugihan Cilacap using the Indonesian language is good and right to have an average value which is still below the completeness criteria (56.48). This condition also affects the value of the UN, that the bulk of the lack of graduates in subjects Indonesian language. The purpose of the research include: determine the ability to communicate, use of grammar and vocabulary by each student is good and right according to the Indonesian language and the correct standard. The study was conducted using action research methods in class VIIC SMP Negeri 3. Kesugihan Cilacap. Data collection techniques used were student presentations, and writing a story-based narrative. The results showed the two cycles average score value of word usage = 73.4; phrase = 74.4; clause = 76.8; and value of syntax = 80.8. In cycle 2 (stage 2) results of portfolio assessment (manuscript presentation) students' average scores increased value, namely 74.3 (use of the word), 75.5 (phrase); 78.3 (clause) and 80.5 (syntax). In cycle 1 in the assessment of verbal ability shows the average scores: 71.4 (volume/voice), 73.1 (intonation), 75.7 (articulation) and 80.8 (expression). The average score value of verbal communication skills of students in cycle 2 (stage 2) increases with the value: 73.7 (volume / voice), 74.7 (intonation), 76.8 (articulation), and 82.8 (expression). Thus, changes in students' skills verbal communication SMP N 3 Kesugihan high enough using the standards of Indonesian language. Keywords: Changes of skills verbal communication, Indonesian language, portfolio
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS NARASI SISWA KELAS VIII A SMP NEGERI 3 KESUGIHAN-CILACAP MELALUI PENGKAJIAN SYAIR LAGU Latif Junaedi
Sainteks Vol 10, No 2 (2013): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v10i2.147

Abstract

Kemampuan menulis narasi dirasa siswa SMP menjadi hal yang sulit. Kesulitannya yaitu: menentukan tema, memulai menulis, dan merangkai kata-kata. Penelitian ini dilakukan melalui pengkajian syair lagu remaja bertemakan cinta yang dapat membantu imajinasi siswa untuk menentukan tema, memulai menulis, dan merangkai kata-kata. Dari hasil penelitian pada siklus I, peningkatan kemampuan siswa terkait penentuan tema rata-rata memiliki skor 60,61, kemampuan menulis 66,67, dan dalam kemampuan merangkai kata-kata berskor 57,58 dengan peningkatan skor dari kondisi awal 15,2%. Hasil penelitian pada siklus II menunjukkan peningkatan yang cukup tinggi dari siklus I. Dari aspek penentuan tema rata-rata memiliki skor 66,67, menulis 69,70, dan merangkai kata-kata menjadi berskor 63,64. Hal ini mengalami peningkatan rata-rata 7,8%. Hasil analisis kondisi siswa pada siklus I menunjukkan keaktifan dan perhatian siswa pada kategori baik dengan skor 4, sedangkan daya tarik metode pembelajaran yang digunakan guru kategori cukup baik dengan skor 3. Dari analisis kondisi siswa pada siklus II dalam kegiatan pembelajaran menunjukkan keaktifan dan perhatian siswa pada kategori sangat baik dengan skor 5, sedangkan daya tarik metode pembelajaran yang digunakan guru kategori cukup baik dengan skor 4. Dengan demikian pembelajaran menulis narasi melalu pengkajian syair lagu dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis narasi, keaktifan dan perhatian siswa SMP. Kata kunci : menulis narasi, lirik lagu, cinta remaja