Celah orofasial merupakan kelainan kongenital yang memiliki angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya celah orofasial adalah faktor genetik dan faktor lingkungan. Faktor lingkungan itu dapat berupa defisiensi nutrisi seperti asam folat, vitamin dan zinc, serta paparan zat teratogen saat kehamilan. Asam folat merupakan salah satu zat yang berperan penting dalam terjadinya celah orofasial. Untuk mengetahui perbandingan kejadian celah orofasial menurut tingkat konsumsi suplemen asam folat di wilayah kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitaif analitik observasional dengan metode case control yang dilengkapi dengan wawancara. Subjek yang digunakan pada penelitian ini terbagi menjadi 2 kelompok. Kelompok kasus terdiri dari 30 orang ibu yang anaknya memiliki kelainan celah orofasial dan kelompok kontrol terdiri dari 32 orang ibu yang anaknya tidak memiliki kelainan celah orofasial. Setiap subjek pada masing-masing kelompok diamati kecukupan konsumsi suplemen asam folat selama kehamilannya dahulu. Konsumsi suplemen asam folat dikatakan cukup apabila subjek mengkonsumsi ≥ 400 mcg/hari. Data yang diamati kemudian dianalisis dengan menggunakan Chi-square. Terdapat perbedaan kejadian celah orofasial yang bermakna menurut tingkat konsumsi suplemen asam folat di wilayah kabupaten Banyumas (p < 0,05). Konsumsi suplemen asam folat pada trimester pertama kehamilan dapat menurunkan angka kejadian celah orofasial. Selain itu, didapatkan juga odds ratio sebesar 13,154. Artinya, seorang ibu yang mengalami defisiensi asam folat pada trimester pertama maka memiliki risiko 13,154 kali lebih besar untuk mrmiliki anak dengan kelainan celah orofasial. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna kejadian celah orofasial pada anak balita menurut tingkat konsumsi suplemen asam folat pada ibu hamil di wilayah kabupaten Banyumas.Kata-kata Kunci: Celah orofasial, suplementasi asam folat, defisiensi asam folat, kelainan kongenital, kehamilan