Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Nizham Journal of Islamic Studies

Gerakan Intelektual Kolektif Komunitas #Ayokedamraman dalam Pemberdayaan Warga Membangun Pariwisata Alam dan Ekonomi Kreatif Dharma Setyawan
Nizham Jurnal Studi Keislaman Vol 5 No 2 (2017): Islam dan Ekonomi
Publisher : Postgraduate State Islamic Institute (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.396 KB)

Abstract

Munculnya Komunitas #Ayokedamraman di Kota Metro menjadi fenomena menarik. Berawal dari sebuah komunitas anak-anak Muda sekitar Bendung Dam Raman yang sehari-hari beraktifitas sebagai petani, pelajar, kuliah dan buruh. Mereka berkumpul untuk mempercantik Dam Raman dan membangun wisata berbasis Warga. Gerakan Komunitas #Ayokedamraman adalah potret dari soliditas warga membangun intelektual kolektif dengan berbagai pihak. Selain memberikan pengalaman etnografi gerakan komunitas, gerakan #ayokedamraman juga memberi dampak bagi perkembangan wisata warga. Warga yang melihat potensi sebuah bendungan air kemudian menggerakkan warga sekitar untuk mengembangkannya sebagai tempat wisata. Dam Raman yang semula tidak aman dan rawan terjadi tindakan kriminalitas berubah menjadi tempat yang damai ramah dan aman. Soliditas warga pelan namun pasti terbangun dan mereka mulai memikirkan Dam Raman sebagai bagian dari masa depan mereka. Selain di atas, pariwisata juga memberi dampak bagi tumbuhnya ekonomi kreatif, diantaranya kuliner, arsitek, desain, kerajinan, video, foto, dan lainnya. Banyak warga sekitar yang mulai berdagang menyediakan kuliner dengan berbagai macam makanan dan minuman untuk para pengunjung wisata. Selain itu juga memberi pendapatan bagi warga pengelola mulai dari wahana air, tempat selfie, panahan dan outbond. Para Youtuber dan Photography juga banyak yang datang untuk mengabadikan keindahan Dam Raman. Penelitian ini adalah penelitian Etnografi dengan mendayagunakan teori Intelektual Kolektif Bordieu.
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Dalam Tinjauan Maqasid Syariah Dharma Setyawan; Mu'adil Faizin
Nizham Jurnal Studi Keislaman Vol 6 No 1 (2018): Islam dan Pancasila
Publisher : Postgraduate State Islamic Institute (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.991 KB)

Abstract

Discussions about the government in Islam, and the relationship between the state and the religion has always not ended. Bringing up the wealth of Muslim’s ijtihad in examining the intellectual basis of the role of the state and the government in an Islamic way. Peolemics are finally more visible as a matter of ijtihadiyah. Often, the question arises about the content of Islamic philosophical values ​​in the formation of NKRI. Therefore, this article is researching the construction of NKRI in the view of Maqasid Syariah. This study uses the theory of Maqasid Syariah is examining the deepest intention of the establishment of the Unitary Republic of Indonesia (NKRI) and its components in it, about Pancasila, Pancasila Democracy, Constitution (UUD) 1945 and The Presidential Governance System. This study proposes that Pancasila contained a solemnity that prioritized religious maintenance, further integrating it to other al-kulliyat al-khamsah. Furthermore, Pancasila Democracy is present as the uniform of the political street of democracy. The Constitution (UUD) 1945 is a constitution that oriented to Maqasid Shariah in the form of Human Rights to address the pluralism of the ummah. Associated with the Presidential Government System is a mutaghayirat ijtihad. Finnaly, the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI) was formed on the basis of ijtihadiyah which is considered to be beneficial and refuse mudharat for Indonesia Keywords: NKRI, Maqasid Syariah, Mutaghayirat, Ijtihadiyah.