A. Saepul Hamdani
Dosen Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGEMBANGAN KREATIVITAS SISWA MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MASALAH TERBUKA (OPEN ENDED PROBLEM) A. Saepul Hamdani
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 7, No 3 (2007)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.323 KB) | DOI: 10.30651/didaktis.v7i3.257

Abstract

ABSTRAKMatematika diberikan di sekolah untuk membekali peserta didikdengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dankreatif, serta kemampuan bekerjasama. Salah satu kemampuanberpikir yang dipandang penting untuk membekali peserta didikdalam menghadapi persaingan global adalah kemampuan berpikirkreatif. Kemampuan berpikir kreatif adalah kemampuanmeletakkan unsur secara bersamaan dalam bentuk kesatuan yangkoheren dan fungsional. Seorang siswa dapat dikategorikan kreatif,apabila secara mental dapat mengorganisasikan unsur-unsur ataubagian-bagian menjadi struktur baru yang belum pernah adasebelumnya dan berbeda dengan yang lain (Anderson danKrathwohl, 2001). Kemampuan tersebut dapat dilatihkan dengancara memberikan masalah matematika terbuka dengan jawabantidak tunggal atau masalah matematika dengan berbagai carapenyelesaian. Masalah matematika terbuka (open ended problem)adalah masalah yang menuntut jawaban beragam atau terbuka(Heddens dan Speer, 1995). Dengan memberikan masalahmatematika terbuka, peserta didik akan dilatihkan untuk selaluhberpikir alternatif untuk memberikan jawaban yang tidak tunggal.Seorang siswa memungkinkan untuk menjawab suatu masalahmatematika berbeda dengan siswa lainnya dan semuanya benar.Dengan demikian masalah matematika terbuka disamping dapatmelatihkan kemampuan berpikir kreatif juga dapat melatihkankepercayaan diri dan kemandirian siswa, karena setiap siswa akanselalu percaya diri dengan jawaban benar yang diberikannyawalaupun berbeda dengan teman sebangkunya. Model masalahmatematika terbuka sudah selayaknya lebih banyak diberikankepada siswa dan guru seharusnya memiliki kompetensi untukmendesain model evaluasi pembelajaran dengan menggunakanmasalah terbuka dengan jawaban tidak tunggal.