Proses penyulingan minyak atsiri dari daun jeruk purut dilakukan melalui dua proses, yakni ekstraksi dengan menggunakan bantuan gelombang mikro (microwave) disertai tahap radiasi gelombang ultrasonik (sonikasi) bahan baku dan ekstraksi tanpa tahap sonikasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh sonikasi terhadap proses penyulingan, dengan parameter yang diamati antara lain adalah waktu dan suhu sonikasi. Selain itu, pengaruh tahap ekstraksi dengan gelombang mikro juga turut diamati, yakni parameter waktu ekstraksi dan daya gelombang mikro serta rasio bahan baku terhadap pelarut yang digunakan. Pada proses penyulingan minyak daun jeruk purut tanpa tahap sonikasi, yield minyak yang tertinggi yakni 1,0451% diperoleh pada daya 199,5 watt, waktu ekstraksi selama 60 menit dan rasio bahan baku terhadap pelarut sebesar 50 gr/350 ml pelarut. Sedangkan, hasil yang lebih tinggi diperoleh pada proses ekstraksi disertai tahap sonikasi yakni sebesar 1,6840% dengan waktu radiasi selama 5 menit, suhu sonikasi 25oC, daya gelombang mikro 200 watt, waktu ekstrasi selama 60 menit dengan rasio bahan baku terhadap pelarut sebesar 50 gr/350 ml pelarut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa intensifikasi proses dengan metode US-MAE mampu menghasilkan yield minyak daun jeruk purut yang lebih besar daripada metode konvensional (0,33%) dengan waktu ekstraksi yang sangat singkat.