Liastuti Ustianingsih
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

BAHASA, BUDAYA, DAN IDENTITAS ORANG JEPANG DALAM NOVEL 47 RONIN KARYA JOHN ALLYN Liastuti Ustianingsih
JURNAL ILMIAH BAHASA DAN SASTRA Vol. 2 No. 1 (2015): Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di antara banyaknya nilai-nilai tradisional Jepang yang berakar dari budaya luhur mereka, terdapat beberapa hal yang menarik untuk dipelajari seperti konsep chu, ko, giri, ninjou, gimu, dan on. Nilai-nilai itulah yang kemudian dianggap sebagai ciri khas atau identitas bangsa Jepang. Sebuah identitas yang membangun bangsa Jepang sehingga menjadi bangsa besar seperti sekarang ini. Nilai-nilai tersebut tidak hanya tercermin dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jepang, namun juga dalam wujud karya seni. Salah satu contohnya adalah novel “Kisah 47 Ronin” karya John Allyn. Novel ini adalah jenis novel fiksi sejarah yang ditulis berdasarkan peristiwa yang pernah terjadi di Jepang pada tahun 1703, dimana empat puluh tujuh ronin yang dipimpin oleh Oishi kuranosuke Yoshitaka menyerang rumah kediaman pejabat tinggi istana Kira Kozuke no Suke Yoshihisa guna membalas dendam kematian majikan mereka yang bernama Asano Takumi no Kami. Salah satu budaya Jepang yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah budaya on dan giri yang tercermin dalam bahasa didalam karya novel Kisah 47 Ronin karya John Allyn. On adalah nilai-nilai penting yang harus dipertahankan di dalam kehidupan masyarakat Jepang yang berkaitan dengan adanya jaringan hubungan kewajiban yang saling timbal balik. Karena adanya rasa berhutang budi, maka orang Jepang merasa berkewajiban untuk membalas budi baik kepada orang tua, penguasa, masyarakat, dan negara. Giri adalah hutang yang harus dibayar atau dilunasi dengan perhitungan yang pasti atas suatu kebajikan yang telah diterima oleh seseorang dan kebajikan itu harus dibayar yang mempunyai batas waktu tertentu.
PENGARUH METODE READING ALOUD TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN MAHASISWA JURUSAN BAHASA JEPANG Liastuti Ustianingsih; Luluk Puji Riwayanti
JURNAL ILMIAH BAHASA DAN SASTRA Vol. 3 No. 2 (2016): Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reading comprehension is a process to recognize or identify text, and then recall the contents of the text. Reading comprehension can also be meant as an activity to make a sequence of descriptions, can be evaluated as well as to respond to what is expressed or implied in the text. Reading comprehension, especially in Japanese is required by students majoring in Japanese language in the course dokkai 2 (reading comprehension), due to a lack of proficiency in reading comprehension Japanese will make Japanese language is difficult, it is to help students understand the reading in Japanese, used active learning methods type of reading aloud. Active learning methods type of reading aloud can help improve students' understanding of the discourse, to remember vocabulary constantly, and recognize new words that appear in the context of the passage. The use of active learning methods type of reading aloud to facilitate the understanding of the Japanese language discourse. Because it was evident the students better understand Japanese discourse after use active learning methods type of reading aloud. In addition, the use of active learning methods type of reading aloud can create active learning and independent and attractive, so as to motivate the students to understand the discourse of Japanese.