Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Fruit Frozen terhadap Keluhan Haus dan Mulut Kering pada Pasien CHF yang Menjalani Program Restriksi Cairan di Ruang UPJ RSUP Dr. Kariadi Semarang Mukhlis Sujudi; Amin Zuhri; Ari Kusumantoro
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 2 No. 3 (2014): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.164 KB) | DOI: 10.36408/mhjcm.v2i3.189

Abstract

Latar belakang : Keadaaan hipervolemia pada pasien CHF akan meningkatkan kerja jantung dan meningkatkan tekanan hidrostatik yang pada akhirnya akan terjadi edema baik anasarka maupun edema paru. Penatalaksanaan pemberian kombinasi diuretik, ACE inhibitor dan beta-blocker akan meningkatkan rasa haus dan kekeringan pada mulut. Untuk mengatasi keluhan tersebut maka intervensi pemberian fruit frozen dipilih berdasarkan rekomendasi bahwa pasien dengan CHF dapat mengkonsumsi semua buah buahan dan sayuran segar. Tujuan penelitian ini mengetahui efektivitas pemberian fruit frozen terhadap keluhan haus dan mulut kering pada pasien CHF yang menjalani program restriksi cairan. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan penelitian ini ialah one group pretest posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien dengan diagnosa medis CHF NYHA II-IV di ruang ruang UPJ RSUP Dr. Kariadi Semarang dan pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling yaitu berjumlah 30 orang. Variabel yang dikaji dalam penelitian ini adalah rasa haus dan mulut kering pasien sebelum dan setelah diberikan fruit frozen. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis statistik Wilcoxon dan T dependent/Paired T-test. Hasil : Berdasarkan hasil analisis statistik didapatkan bahwa ada efektivitas yang signifikan antara tingkat rasa haus dan mulut kering sebelum dan sesudah diberikan fruit frozen pada pasien CHF yang menjalani restriksi cairan dengan p=0,000 <± (0,05). Simpulan : Berdasarkan hasil analisis statistik tersebut maka diharapkan perawat dapat melaksanakan dan meningkatkan kinerja dalam melakukan monitoring dan evaluasi program restriksi cairan dengan pemberian supporting therapy melalui pemberian fruit frozen secara berkelanjutan pada setiap pasien CHF yang menjalani program restriksi cairan.
PENGARUH PENGGUNAAN BANTAL PASIR TERHADAP KELUHAN KETIDAKNYAMANAN PASIEN PASCA PERCUTANEOUS CORONARY ANGIOGRAPHY (PCA) DI INSTALASI JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH RSUP DR. KARIADI SEMARANG Ari Kusumantoro
FIKkeS Vol 6, No 1 (2013): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.824 KB)

Abstract

Ketidaknyamanan adalah kondisi ketika individu mengalami sensasi tidak nyaman sebagai respon terhadap stimulus rangsang berbahaya. Ketidaknyamanan berupa rasa nyeri, kesemutan dan kaki kebas dapat dialami pada pasien pasca tindakan Percutaneous Coronary Angiography (PCA) yang diberikan penekanan bantal pasir pada area femoral seath.Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan bantal pasir terhadap keluhan ketidaknyamanan pada pasien pasca tindakan PCA di Instalasi Jantung dan Pembuluh Darah RSUP Dr. Kariadi Semarang.Penelitian menggunakan desain penelitian Uji Klinis Acak (Randomized Clinical Trial) dengan Design Paralel Matching Post Test menggunakan analisis Kruskal Wallis dan Oneway Anova. Penelitian dilakukan Mei s/d Juni 2012. Sampel 30 responden dibagi kelompok I dengan penekan bantal pasir 2,1 kg sebanyak 10 orang, kelompok II dengan penekan 2,3 kg sebanyak 10 orang dan kelompok III dengan penekan 2,5 kg sebanyak 10 orang. Hasilnya menunjukkan tidak ada pengaruh penggunaan bantal pasir 2,1 kg, 2,3 kg dan 2,5 kg pasca tindakan PCA terhadap keluhan ketidaknyamanan pada observasi jam kesatu (p value=0,958), jam kedua (p value=0,670) dan jam ketiga (p value=0,317). Berdasarkan hasil penelitian direkomendasikan penggunaan bantal pasir 2,1 kg pada pasien pasca PCA, dapat menjadi acuan pemberian asuhan keperawatan pasca PCA, dilakukan penelitian lanjut, dapat menambah ilmu perawat dalam merawat pasien pasca PCA.Kata kunci: ketidaknyamanan, Percutaneous Coronary Angiography (PCA), bantal pasir.