Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Pesisir dalam Pengembangan Tanaman Mangrove di Kabupaten Pati Sutrisno Sutrisno
Jurnal Bina Praja: Journal of Home Affairs Governance Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : Research and Development Agency Ministry of Home Affairs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21787/jbp.07.2015.63-73

Abstract

AbstrakPengembangan tanaman mangrove merupakan usaha yang sangat komplek untuk dilaksanakan, karena kegiatan tersebut sangat membutuhkan sifat akomodatif masyarakat sekitar pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat pesisir dan partisipasi masyarakat pesisir dalam pengembangan tanaman mangrove di Kabupaten Pati. Metode penelitian menggunakan deskriptif dengan sumber data primer berasal dari survei terhadap 282 responden petani yang terlibat langsung dalam kegiatan pengembangan tanaman mangrove, data sekunder diambil dari dokumen yang relevan, adapun analisis data menggunakan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Peranan pemerintah terhadap pemberdayaan masyarakat pesisir dalam pengembangan tanaman mangrove memperoleh skor rata-rata 49,94 termasuk kategori cukup, (2) Partisipasi masyarakat dalam pengembangan tanaman mangrove memperoleh skor rata-rata 41,81 termasuk kategori cukup.  AbstractDevelopment of mangrove plants is a very complex effort to implement, because the activity needs accommodative nature of the community around the coastal. This study aims to determine the government's role in the empowerment of coastal communities and public participation in the development of coastal mangrove plant in Pati regency. The research used descriptive approach with primary data was obtained from survey toward 282 respondents whom directly involved in mangrove development, while secondary data were obtained from relevant documents. The data were analyzed using descriptive method. The results of research are: (1) The score of government’s role on coastal community empowerment and mangrove development is 49.94 (categorized as enough). (2) Community empowerment on mangrove development get score 41.81 (categorized as enough).
FAKTOR-FAKTOR LINGKUNGAN YANG MEMPENGARUHI PENGEMBANGAN BUDIDAYA BAWANG MERAH (Allium ascalonicum, sp) DI KABUPATEN PATI Sutrisno Sutrisno
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 11, No 2 (2015): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.162 KB) | DOI: 10.33658/jl.v11i2.65

Abstract

ENGLISHOnion is one of the featured vegetable commodities that have long been cultivated by farmers intensively. This study aims to analyze the factors internal and external environment (IE) in the development of onion cultivation in Pati regency. Research used descriptive method with data sources derived from primary and secondary data. Analysis of data using the strategy formulation consisting of (1) Matrix Internal Factor Evaluation (IFE) and External Factor Evaluation (EFE), (2) Matrix Internal External (IE). The results showed the total value of the average score of 2.67 on a matrix IFE located on the cell II (on average), while the total score of the matrix EFE gained an average of 2.80 lies in cell IV (moderate). These results position the development of onion cultivation in Pati regency in cell II and IV, called a strategy to grow and build. INDONESIABawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran unggulan yang sejak lama telah diusahakan oleh petani secara intensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal (IE) dalam pengembangan budidaya bawang merah di Kabupaten Pati. penelitian menggunakan metode deskriptif dengan sumber data berasal dari data primer dan sekunder. Analisis data menggunakan formulasi strategi terdiri dari (1) Matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE), (2) Matriks Internal External (IE). Hasil penelitian menunjukkan nilai total skor rata-rata pada matriks IFE sebesar 2,67 terletak pada sel II (rata-rata), sedangkan matriks EFE memperoleh total skor rata-rata sebesar 2,80 terletak pada sel IV (sedang). Hasil tersebut menempatkan posisi pengembangan budidaya bawang merah di Kabupaten Pati pada sel II dan IV, disebut strategi tumbuh dan membangun.
PENGEMBANGAN PERLUASAN AREAL TANAM DALAM PENINGKATAN PRODUKSI KACANG TANAH (Arachis hypogaea L) DI KABUPATEN PATI Sutrisno Sutrisno
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 10, No 2 (2014): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.846 KB) | DOI: 10.33658/jl.v10i2.81

Abstract

ENGLISHPeanuts are legumes commodity important after soybeans. Objectives of the research are to identify internal environment , external and formulate development strategies planting expansion in increased peanuts production in Pati regency. The research method uses descriptive with primary data source derived from observation and in-depth interviews with informants department of agriculture crops and livestock, farmer instructor, Agricultural Extension, community leaders, peanut farmers and stakeholders in 8 subdistrict centers of peanut plants, while the secondary data obtained from relevant documents. Data analysis using descriptive and SWOT . The results showed, among others : (1) land optimization with the support of the implementation of PAT peanut program, (2) improving institutional effectiveness and institutional farmer extension. INDONESIAKacang tanah merupakan komoditas kacang-kacangan yang penting setelah kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi lingkungan internal, eksternal dan merumuskan strategi pengembangan perluasan tanam dalam peningkatan produksi kacang tanah di Kabupaten Pati. Metode penelitian menggunakan deskriptif dengan sumber data primer berasal dari observasi dan wawancara mendalam dengan narasumber Dispertannak, Mantri tani, Penyuluh Pertanian, Tokoh masyarakat, petani kacang tanah dan Stakeholders di 8 Kecamatan sentra tanaman kacang tanah, adapun data sekendair diperoleh dari dikumen yang relevan. Analisis data menggunakan deskriptif dan SWOT analisis. Hasil penelitian menunjukkan antara lain: optimasi lahan dengan dukungan pelaksanaan program PAT kacang tanah dan meningkatkan efektivitas kelembagaan penyuluhan dan kelembagaan petani.
MEMOTIVASI PETANI DALAM PENGEMBANGAN PADI ORGANIK DI KECAMATAN SUKOLILO KABUPATEN PATI Sutrisno Sutrisno
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 12, No 2 (2016): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.188 KB) | DOI: 10.33658/jl.v12i2.44

Abstract

ENGLISHThe essence of organic farming is ‘back to the nature’. This paper aims to identify the farmers’ motivation and the management strategy of organic rice in Sukolilo Subdistrict Pati District. This paper concludes: 1) the growth of farmers’ motivation to cultivatethe land with organic farming needs the strengthening. The positive reinforcement might change the behaviour continuously;2) The development of organic farming systems in Sukolilo Subdistrict Pati Regency generally dependson the government's policy framework on agriculture. Therefore, the organic rice development programmust have the vision to strengthen of Indonesian agriculture. Moreover, it should be environment-based as the basic for national independency in the free-market era. The mission should be able to developthe farmer’s bargaining position in the development of agricultural program through a community-based approach, so that the development of the agricultural sector is able to meet the international market demand throughdirected, controlled and sustained program planning. INDONESIAPada hakekatnya pertanian organik adalah back to nature. Tulisan ini bertujuan untuk mengindentifikasi motivasi petani dan strategi pengembangan tanaman padi organik di Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati. Tulisan ini menyimpulkan: 1) Tumbuhnya motivasi petani dalam mengelola lahan dengan sistem pertanian organik perlu diberikan penguatan. Dengan penguatan atau rangsangan yang positif, petani akan mengubah perilaku secara kontinyu atau terus menerus. 2) Kegiatan pengembangan sistem pertanian organik di Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati secara umum tidak terlepas dari kerangka kebijakan pemerintah pada sektor pertanian. Oleh karena itu kegiatan pengembangan padi organik harus memiliki visi membangun kekuatan pertanian Indonesia, berwawasan lingkungan sebagai basis kemandirian bangsa menghadapi era pasar bebas. Misi yang diemban juga hendaknya mampu membangun posisi tawar masyarakat tani dalam pengembangan kegiatan pertanian melalui pendekatan berbasis masyarakat, sehingga pengembangan sektor pertanian mampu memenuhi keinginan pasar internasional, dalam perencanaan program yang terarah, terkendali dan berkelanjutan.