Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Radioterapi dengan Kejadian Depresi pada Pasien Lansia dengan Kanker Kepala Leher Gendis Sekarnegari
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 3 No. 2 (2015): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.458 KB) | DOI: 10.36408/mhjcm.v3i2.219

Abstract

Latar belakang : Laju pertumbuhan penduduk usia lanjut mengalami peningkatan yang konstan terutama di negara-negara berkembang. Pertumbuhan ini diiringi dengan prevalensi penyakit yang meningkat, salah satunya kanker kepala dan leher. Radioterapi yang merupakan modalitas utama kanker kepala dan leher dapat memberikan efek yang buruk bagi keadaan psikososial pasien, termasuk depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur hubungan antara radioterapi dengan skor Geriatric Depression Scale (GDS) pada dua kelompok sampel; pasien yang belum dan sedang menjalani radioterapi. Metode : Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional pada 28 pasien usia lanjut dengan kanker kepala dan leher di Instalasi Radioterapi RSUP Dr. Kariadi Semarang sejak bulan April hingga Agustus 2015. Karakteristik sosiodemografis dan data klinis yang mencakup diagnosis kanker, stadium dan frekuensi radioterapi adalah data sekunder yang diambil dari catatan medik, diikuti oleh wawancara berbasis kuesioner. Analisis statistik menggunakan Independent T-test dan uji korelasi Pearson. Hasil : Rerata total skor GDS berbeda secara signifikan pada pasien yang belum menjalani terapi dan pada pasien yang sedang menjalani terapi dengan skor masing-masing 2,64 dan 6,64 (p=0,01). Terdapat hubungan signifikan positif kuat antara radioterapi dengan kejadian depresi (p=0,006, r=0,507). Stadium kanker memiliki korelasi yang sangat lemah terhadap skor GDS (r=0,141) Simpulan : Terdapat hubungan antara kejadian depresi dengan paparan terhadap radioterapi pada pasien usia lanjut dengan kanker kepala dan leher