MUHAMAD MUHAMAD
Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MAKSIMALISASI LABA USAHA: PERSPEKTIF KONVENSIONAL DAN ISLAM MUHAMAD MUHAMAD
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/taradhi.v4i1.92

Abstract

One goal of business is profit-seeking activities. Profit can be a driving force forentrepreneurs to do business. But there are differences between the conventional economic systemwith an Islamic economic system in view of profit. The view on the issue of income of both theeconomic system is dependent on the approach used. Economic theory conventional - in this case -typically uses approach to impersonal in relation with the problem of distribution. This approach ismainly based on market forces, as stipulated by the competition to become a division of 'fair'products for the factors of production. Part workers typically fall within the production costs, so itcan reduce part of workers. In Islam, the positioning of income, profit maximization rationalbehavior in essentially conditioned by three factors: (1) Islam's view of the business, (2) theprotection of consumers, and (3) revenue sharing among the factors that support production.
Tantangan Dan Peluang Penerapan Kebijakan Mandatory Sertifikasi Halal (Studi Implementasi Uu No. 33 Th. 2014 dan Pp No. 31 Th. 2019) Muhamad Muhamad
Jurnal Ilmu Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, FEBI UIN Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.088 KB) | DOI: 10.24239/jiebi.v2i2.29.1-26

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui peluang dan tantangan dengan adanya penerapan kebijakan mandatory sertifikasi halal setelah pengeluaran UU No.33 Th 2014 dan PP No. 31 Th 2019. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian mixed yaitu penelitian lapangan dan penelitian hukum, dengan pendekatan pendekatan eksploratoris. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik: Wawancara, dokumentasi dan observasi. Data yang dikumpulkan di olah dan dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif dengan tahapan analisis; pemeriksaan Data (editing), penandaan data (coding), dan penyusunan data (constructing/systematizing). Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi pelaku UMKM terkait dengan pelaksanaan kebijakan mandatory sertifikasi halal masih rendah. Kemudian tantangan yang dihadapi UMKM dengan adanya kebijakan mandatori sertifikasi halal, dimulai dari: a) Kebijakan sertifikasi halal memberikan tuntutan bagi pelaku usaha agar produknya tersertifikasi halal; b) Persyaratan kelengkapan dokumen yang harus dilengkapi UMKM; c) Modal yang minim yang dimiliki dan belum beraninya berproyeksi dengan modal pinjaman menjadikan ada ketergantungan pelaku usaha khususnya mikro-kecil kepada pemerintah; d) Proses yang masih manual dan belum menggunakan aplikasi online; e) Pemenuhan kriteria halal terkait bagaimana pelaku usaha mempersiapkan bahan, produk, fasilitas produksi, prosedur tertulis untuk aktivitas kritis, dan kemampuan telusur; f) Masalah dalam internal UMKM termasuk rendahnya SDM yang dimiliki menjadikan rasa malas dan tidak antusias terhadap kebijakan yang diberlakukan (UMKM kurang tergerak mandiri) dan g) Paradigma pelaku usaha: sertifikasi halal bagi perusahaan yang beromset besar.