Adhie Nur Radityo
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN LEAFLET DAN PENJELASAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU MENGENAI PERAWATAN TALI PUSAT PADA BAYI BARU LAHIR Bejo Lanang Saprono; Adhie Nur Radityo
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.353 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18552

Abstract

Latar belakang: Perawatan tali pusat merupakan salah satu perawatan yang dilakukan pada bayi lahir dan penting dilakukan sebagai pencegahan infeksi. Untuk mencegah terjadinya infeksi pada tali pusat, maka dilakukan penyuluhan guna meningkatkan pengetahuan ibu mengenai perawatan tali pusat yang baik dan benar. Penyuluhan menggunakan audiovisual atau ceramah sudah sering dilakukan, sebaliknya penyuluhan secara individu berupa leaflet jarang dilakukan sehingga penelitian ini perlu dilakukan.Tujuan: menganalisis pengaruh pemberian leaflet dan penjelasan terhadap pengetahuan ibu mengenai perawatan tali pusat pada bayi baru lahir.Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan kelompok pretest posttest. Subjek penelitian merupakan ibu yang melahirkan di RSUP dr.Kariadi Semarang yang dipilih secara consecutive sampling pada bulan Mei 2016. Peneliti memberikan kuesioner yang telah diuji validitasnya sebagai pretest dan kemudian subjek diberikan leaflet dan penjelasan. Posttest dilakukan satu hari setelah subjek diberikan leaflet dan penjelasan.Hasil: Pengetahuan pre-intervensi bernilai minimal 11, median 14 dan maksimal 17. Sedangkan skor minimal 16, median 19, maksimal 20 didapatkan pada post-intervensi. Diperoleh nilai p = 0,000 (p<0,05) pada perbedaan pengetahuan pre dan post-intervensi.Simpulan: Terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik dan klinis antara pengetahuan ibu mengenai perawatan tali pusat sebelum dan setelah penyuluhan satu lawan satu menggunakan leaflet.
PENGARUH PEMBERIAN LEAFLET DAN PENJELASAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU MENGENAI PELAKSANAAN METODE KANGURU PADA BAYI BERAT LAHIR RENDAH Yunanda Rizki Amalia; Adhie Nur Radityo
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.431 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18654

Abstract

Latar belakang: Bayi berat lahir rendah (BBLR) merupakan salah satu penyebab kematian neonatus di Indonesia.Perawatan metode kanguru (PMK) merupakan perawatan untuk BBLR. Untuk menurunkan kejadian kematian neonatal perlu dilakukan usaha preventif melalui penyuluhan guna meningkatkan pengetahuan ibu mengenai PMK pada BBLR. Penyuluhan menggunakan metode ceramah sudah sering dilakukan, sebaliknya pendekatan individu dengan menggunakan leaflet jarang dilakukan sehingga penelitian ini perlu dilaksanakan.Tujuan: Menganalisis pengaruh pemberian leaflet dan penjelasan terhadap pengetahuan ibu mengenai pelaksanaan metode kanguru pada BBLR.Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental dengan kelompok pretest posttest. Subjek penelitian merupakan ibu dari bayi dengan BBLR di RSUP Dr. Kariadi Semarang yang dipilih secara consecutive sampling dari bulan Maret hingga Mei 2016. Peneliti memberikan kuesioner yang telah diuji validitas sebagai pretest dan kemudain subjek diberikan leaflet dan penjelasan. Posttest dilakukan satu hari setelah subjek diberikan leaflet dan penjelasan.Hasil: Pengetahuan pre-intervensi bernilai minimal 5, median 8 dan maksimal 11, sedangkan skor minimal 10, median 16, maksimal 19 didapatkan pada post-intervensi. Diperoleh nilai p = 0,000 (p<0,05) pada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian leaflet.Simpulan: Terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik antara pengetahuan ibu mengenai PMK dan setelah penyuluhan menggunakan leaflet.
HUBUNGAN ANEMIA PADA BAYI PREMATUR DENGAN STATUS PERTUMBUHAN USIA 0-6 BULAN Shastia Kautsary Setiyadi; Adhie Nur Radityo
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 6, No 4 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.962 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i4.18387

Abstract

Latar Belakang : Anemia pada bayi baru lahir merupakan abnormalitas yang paling sering ditemukan pada bayi baru lahir. Apabila terjadi pada bayi premature, salah satu komplikasi yang mungkin terjadi adalah terganggunya proses pertumbuhan dan juga proses perkembangan anak  Namun, penelitian yang khusus membahas mengenai hubungan riwayat anemia pada bayi premature dan status pertumbuhan masih sedikit sehingga penelitian ini perlu dilakukanTujuan Penelitian : Mengetahui apakah riwayat anemia pada bayi prematur memiliki hubungan dengan status pertumbuhan bayi usia 0 hingga 6 bulanMetode Penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional pada 30 subjek dengan riwayat lahir premature dan anemia serta 30 subjek yang hanya memiliki riwayat lahir premature saja. Data subjek diambil dari data rekam medik RS Kariadi dan dihubungi untuk mendapatkan data antropometri saat 6 bulanHasil : Sebanyak 20% dari tiap kelompok subjek mengalami status pertumbuhan yang buruk Didapatkan nilai p hasil analisis hubungan riwayat anemia pada bayi premature dan status pertumbuhan sebesar 1.Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat anemia pada bayi premature dan status pertumbuhan bayi usia 0 hingga 6 bulan
Dobutamine and cardiac index change in fluid-refractory children with septic shock Mejestha Rouli Puspitasari; Dewi Ratih Priyantiningsih; Adhie Nur Radityo
Paediatrica Indonesiana Vol. 66 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Indonesian Pediatric Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background  Sepsis became the main cause of morbidity and mortality in children globally. The mortality rate was 18-46% in developing countries. The primary goal of septic shock resuscitation was to achieve adequate cardiac output (CO), which 18% responded to fluid resuscitation and needed vasoactive therapy. Dobutamine as inotrope and vasodilator agent could increase CO that measured by cardiac index (CI). Its heterogeneity variance response was influenced by many factors. Objective To analyze the effectiveness of dobutamine administration at 5 mcg/kg/minute on CI change in fluid-refractory children with septic shock and identify factors to improve outcomes in children with septic shock. Methods This pretest and posttest study included 50 children aged 1 month to < 18 years who were diagnosed with fluid-refractory septic shock and admitted to the pediatric intensive care unit (PICU) at Dr. Kariadi Hospital, Semarang, during the period of January 2022 to December 2023. The CI, corrected flow time (FTc) (preload), Smith-Madigan inotrophy index (SMII) (contractility), and systemic vascular resistance index (SVRI) (afterload) parameters were measured by an ultrasonic cardiac output monitor (USCOM) before and after dobutamine administration at 5 mcg/kg/minute. T-paired and Chi-square tests were used to analyze data. Results After dobutamine administration at 5 mcg/kg/minute, CI increased in 54% of subjects, with mean delta of 0.45 (SD 1.17 L/min/m2; P: 0.008) and low SMII was associated with an increased CI (PR: 8.944 (95%CI: 2.314 to 34.581; P:  0.001). Age, sex, nutritional status, anemia, acute kidney injury, total fluid resuscitation, FTc, and SVRI did not significantly affect CI change. Conclusion Dobutamine at 5 mcg/kg/minute had an effect of increasing CI, especially in patients with low SMII in fluid-refractory septic shock.