This Author published in this journals
All Journal Media Wisata
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pertumbuhan Jumlah Kamar Hotel, Jumlah Wisatawan dan Mahasiswa Perguruan Tinggi Pariwisata Program Studi Perhotelan Santoso Santoso
Media Wisata Vol. 12 No. 1 (2014): Media Wisata
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1420.279 KB) | DOI: 10.36276/mws.v12i1.199

Abstract

Pariwisata merupakan lokomotif penggerak ekonomi rakyat karena memiliki multiplier efek yang luas bagi masyarakat. Pariwisata diharapkan akan menjadi penghasil devisa utama mengingat besarnya potensi wisata dan luasnya wilayah Indonesia dengan berbagai keragaman alam dan budaya Oleh karena itu, peranan dari pemerintah dan industri pariwisata termasuk pramuwisata amat penting dalam upaya memajukan menyukseskan pembangunan pariwisata nasional. Salah satu langkah strategis adalah peran pendidikan pariwisata dalam rangka peningkatan kualitas SDM pariwisata. Seiring dengan perkembangan jumlah kamar hotel yang ada di Yogyakarta kebutuhan akan tenaga bidang perhotelan ini semakin tinggi dan oleh karenannya semakin agrtesif departemen personalian di berbagai hotel untuk melakukan kerjasama dengan pihak sekolah atau perguruan tinggi dalam rangka menjaring tenaga kerja yang profesional. SDM industri masih bermasalah dalam hal kualitas kompetensi. Hal ini tercermin dari kurangnya SDM pariwisata yang tersertifikasi. Kondisi ini berdampak pada rendahnya profesionalisme pengelola objek wisata, kurangnya kualitas layanan usaha wisata, yang pada akhirnya dapat menurunkan citra pariwisata Indonesia. Dalam hal kuantitas, kapasitas penciptaan SDM pariwisata berkualitas perlu ditingkatkan. Pertumbuhan jumlah penciptaan SDM pariwisata berkualitas ini harus dapat mengimbangi pertumbuhan jumlah wisatawan, baik mancanegara maupun Indonesia. Indikasi ketidakseimbangan ini terlihat dari kecilnya jumlah lulusan dantingginya daya serap lulusan pendidikan tinggi pariwisata binaan Kemenparekraf, berkisar 94%, dimana pendidikan tinggi pariwisata ini merupakan barometer penciptaan SDM berkualitas. Selain peningkatan kuantitas dan kualitas SDM, masyarakat di wilayah destinasi pariwisata belum optimal mendukung kepariwisataan. Masyarakat belum memiliki perilaku sapta pesona, belum menjadi pelaku utama usaha pariwisata di daerah setempat, dan belum cukup aktif dalam mendukung penciptaan keamanan, ketertiban, dan kebersihan lingkungan
Eksistensi Festival Of Lights As A Tourism Icon Sleman Housing Santoso Santoso
Media Wisata Vol. 14 No. 1 (2016): Media Wisata
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.337 KB) | DOI: 10.36276/mws.v14i1.241

Abstract

Studies on the existence of an activity is the same as searching for findings about community opinion against discussing the activity. Qualitative research shaped aims to find the opinions of the public about the conduct of the Festival of Lights as an icon of Sleman Regency tourism Organisations. Study of the results of research to prove the eksistnsi of the Festival of Lights includes aspects of promotion, the process of organizing, comfort and appeal activities show that being able to suck a lot of visitors and most of the people who made the research respondents agree and give a positive response (good). With regard to the results of such research could be recommended that such events can be followed up to the coming times