Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

POLA ATTACHMENT DAN KUALITAS HUBUNGAN SOSIAL PADA REMAJA YANG TINGGAL DI PANTI ASUHAN Mutiara Tioni Asprilia; Zainal Abidin
Journal of Psychological Science and Profession Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2058.245 KB) | DOI: 10.24198/jpsp.v5i2.28251

Abstract

Gangguan attachment merupakan efek yang paling jelas terlihat pada anak-anak yang dibesarkan di suatu institusi seperti panti asuhan. Attachment anak dengan pengasuh di usia dini merupakan hal yang penting karena dapat terkait dengan kesehatan emosional, self-esteem, rasa percaya diri, dan kemampuan interaksi sosial yang baik kelak pada saat anak menginjak usia remaja. Meskipun telah dilakukan usaha untuk menjadikan panti asuhan sebagai tempat yang dapat menggantikan peran keluarga biologis, tinggal di panti asuhan menghilangkan kesempatan anak untuk mengalami kehidupan keluarga yang penting bagi anak dalam mengembangkan hubungan sosial yang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pola attachment dan kualitas hubungan sosial berdasarkan Social Relations Model (SRM) pada remaja yang tinggal di panti asuhan. Hasil dari penemuan ini dapat dijadikan landasan untuk penelitian lanjutan yang hendak meneliti hubungan sosial anak di panti asuhan. Metode campuran digunakan untuk memperoleh gambaran yang luas mengenai SRM remaja. Data diperoleh melalui wawancara dan kuesioner. Remaja yang tinggal di panti asuhan (N=3) diminta mengikuti proses wawancara. Data kuantitatif dijabarkan dalam bentuk tabel, dan data kualitatif dijelaskan menggunakan analisis SRM dengan pendekatan fenomenologis. Pada penelitian ini, dua orang responden menunjukkan pola secure attachment dan satu orang dengan pola dismissive attachment. Berdasarkan tipe attachment, terlihat perbedaan pola hubungan sosial. Tipe secure attachment dapat mengekspresikan emosinya dengan mudah dan memandang pengasuh sebagai sosok yang afektif. Tipe dismissive attachment cenderung tidak mudah mengekspresikan emosinya dan tidak memandang pengasuh sebagai sosok yang afektif. 
PERSEPSI NILAI MEWAH PADA KONSUMEN TAS BRANDED: KAJIAN NILAI BUDAYA DI INDONESIA Mutiara Tioni Asprilia; Azhar El Hami
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 14 No. 1 (2021): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 14.1
Publisher : Faculty of Social Science and Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.002 KB) | DOI: 10.24156/jikk.2021.14.1.76

Abstract

Mayoritas konsumen di Indonesia membeli produk mewah untuk meningkatkan kualitas diri dan status sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dimensi nilai finansial, fungsional, individual, dan sosial yang muncul sebagai nilai dominan dalam mempersepsi nilai mewah. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study dengan pendekatan kuantitatif. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 120 pengguna tas branded di Indonesia yang didapat menggunakan teknik snowball sampling. Hasil penelitian disajikan secara deskriptif dan dikaji lebih lanjut untuk mengetahui perbedaan pola konsumsi produk mewah di Indonesia berdasarkan nilai budaya. Hasil penelitian menunjukkan tiga budaya terbesar yang menggunakan tas branded di Indonesia merupakan suku Jawa, Sunda, dan Minangkabau. Berdasarkan ketiga budaya tersebut, nilai finansial merupakan nilai dominan dalam membentuk persepsi nilai mewah. Nilai dominan yang membentuk persepsi nilai mewah memiliki pola serupa pada budaya Jawa dan Minangkabau. Budaya Jawa dan Minangkabau menunjukkan nilai dominan pada nilai finansial yang diikuti dengan nilai fungsional, individual, dan sosial secara berurutan. Perbedaan pola terlihat pada budaya Sunda dengan nilai dominan pada nilai finansial yang diikuti dengan nilai sosial, fungsional, dan individual secara berurutan. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk membantu strategi pemasaran yang lebih spesifik dan sensitif terhadap kebutuhan konsumen.