Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONFLIK BATIN TOKOH MARIAMIN DALAM NOVEL AZAB DAN SENGSARA KARYA MERARI SIREGAR Dewi Robiatul Adawiyah
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 3, No 1 (2019): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.142 KB)

Abstract

Keberadaan tokoh dalam suatu cerita fiksi memiliki peranan penting dalam menyampaikan pesan kepada pembaca. Sebuah cerita fiksi memiliki tokoh-tokoh dengan karakteristik dan perwatakan yang berbeda-beda. Munculnya tokoh dengan membawa kisah perjalan hidup, secara tidak langsung dapat mempengaruhi kondisi psikologis para tokoh atau pelaku cerita lainnya. Kondisi kejiwaan yang dialami para tokoh dapat mengalami perubahan tergantung situasi yang dihadapi. Pada dasarnya psikologi sastra memberikan perhatian pada masalah yang berkaitan dengan unsur-unsur kejiwaan tokoh-tokoh fiksional yang terkandung dalam karya sastra. Artikel ini berfokus pada konflik batin yang dialami oleh tokoh bernama Mariamin dalam novel Azab dan Sengsara karya Merarai Siregar dan novel ini sebagai objek penelitian. Konflik batin yang dialami Mariamin sangatlah banyak dan beragam, konflik mendekat-mendekat, menjauh-mendekat, dan konflik menjauh-menjauh. Mariamin adalah sosok perempuan yang ramah, penyabar, cerdas, dan kuat. Kata Kunci: konflik batin, tokoh, novel The existence of a character in a fictional story has an interest in conveying a message to the reader. A fictional story that has characters with different characters and characters. The emergence of a character with a story about the journey of life can indirectly affect the psychological condition of the characters or other story actors. The psychological conditions that change the characters can change depending on the dependent situation. It is true that literary psychology pays attention to problems related to the psychological elements of fictional characters contained in literary works. This article focuses on the inner conflicts that a character named Mariamin in Merarai Siregar's Azab and Sengsara is looking for and this novel as an object of research. The inner conflicts that run through Mariamin are many and varied, conflicts are getting closer, closer and farther away. Mariamin is a friendly, patient, intelligent and strong woman. Keywords: inner conflicts, characters, novels
Analisis Morfologi Bahasa Indonesia Dalam Kumpulan Puisi Karya Sutardzi Calzoum Bachri Deden Sutrisna; Dewi Robiatul Adawiyah
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 7 No. 3 (2021): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v7i3.965

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur pembangun puisi dalam kumpulan puisi kontemporer karya Sutardji Calzoum Bachri meliputi unsur bunyi, kata, larik atau baris, bait dan tipografi, mendeskripsikan proses morfologi yang terdapat pada puisi-puisi kontemporer karya Sutardji Calzoum Bachri, dan mengklasifikasi kata yang terdapat pada puisi-puisi kontemporer karya Sutardji Calzoum Bachri serta penempatannya. Subjek penelitian ini adalah puisi kontemporer karya Sutardji Calzoum Bachri berjudul Ah, Dapatkau, Colonnes Sans Fin, Pot, Herman, O, Solitude, Kakekkakek & Bocahbocah, Denyut, dan Tik yang terdapat dalam buku O Amuk Kapak. Objek penelitian ini adalah kata-kata yang tidak sesuai dengan kaidah morfologi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, karena prosedur penelitian ini menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis dari objek yang diamati. Cara kerja penelitian kualitatif menekankan pada aspek pendalaman data demi mendapatkan kualitas dari hasil penelitian. Untuk menemukan dan mengklasifikasikan penyimpangan morfologi digunakan teknik baca dan catat. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri (human instrument). Hasil penelitian analisis morfologi dalam puisi kontemporer karya Sutardji Calzoum Bachri terdapat 4 penyimpangan yaitu: 1) penggabungan dua kata atau lebih, 2) penghilangan imbuhan, 3) pemutusan kata, dan 4) pembentukan jenis kata.