Asep Firmansyah
Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS CERPEN "RUMAH TUHAN" KARYA ARIS KURNIAWAN BASUKI DALAM CERPEN PILIHAN KOMPAS 2013 MELALUI PENDEKATAN STRUKTURALISME GENETIK Asep Firmansyah
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1042.224 KB)

Abstract

Pengarang pada hakikatnya adalah anggota masyarakat. Karya sastra yang dihasilkannya pun merupakan gambaran kehidupan yang lahir dari realitas sosial yang dirasakannya. Melalui sastra pengarang menyampaikan hal-hal yang umum sampai ke hal-hal yang khusus serta menguak hal-hal yang tabu; yang tak sempat diperbincangkan oleh khalayak seolah menjadi makanan lezat bagi pembaca. Sastra dapat menyentuh keadaan yang tak terjamah oleh pandangan fisik yang terkadang mengelabui orang-orang yang memandang. Ia mampu menerobos ke dalam hal-hal sensitif yang tak mampu dipandang oleh mata telanjang. Berangkat dari pijakkan di atas, penulis tertarik untuk menganalisis cerpen yang berjudul Rumah Tuhan karya Aris Kurniawan Basuki sebagai cerpen pilihan Harian Kompas 2013 yang sudah dibukukan. Dalam kajian ini, penulis akan menganalisis cerpen tersebut dengan menggunakan pendekatan strukturalisme genetik sebagai alat untuk memahami isi cerpen yang dihubungkan dengan dunia pengarang sebagai latar belakang proses penciptaan karya tersebut. Dalam kajian ini, penulis membahas strukturalisme genetik yaitu fakta kemanusiaan, subjek kolektif, pandangan dunia, dan dialektika pemahaman-penjelasan. Di bagian penjelasan fakta kemanusiaan, penulis menjelaskan bertandang kepada orang sakit dari pandangan keyakinan dan kemanusiaan/sosial, fakta psikologis remaja dan kepatuhan seorang anak kepada orang tuanya, wanita dan karakternya serta laki-laki dan karakternya, dan gangguan dalam rumah tangga. Dalam pembahasan subjek kolektif, dinyatakan keadaan sosial dari suatu individu dalam anggota masyarakatnya. Dalam cerpen ini, tokoh ibu adalah sosok yang penuh gairah dalam mengamalkan ajaran agamanya, sekaligus memiliki rasa kemanusiaan terhadap sesamanya yakni menengok orang sakit. Sementara itu dalam pembahasan pandangan dunia, kebiasaan menengok orang sakit merupakan keadaan yang biasa orang-orang lakukan. Seperti sudah menjadi tradisi tersendiri ketika mendengar orang yang dikenal jatuh sakit, baik itu keluarga, saudara, tetangga, tokoh masyarakat, teman, dan lainnya maka orang akan menengoknya. Adapun pembahasan terakhir, yakni dialektika pemahaman-penjelasan, cerpen Rumah Tuhan karya Ak Basuki ini memberikan pemahaman kepada kita bahwa sebagai hamba Tuhan yang beriman kepada-Nya kita diharuskan untuk menjaga hubungan baik dengan Tuhan kita (habluminallah) maupun dengan sesama manusia (habluminannas).Kata Kunci: Cerpen Rumah Tuhan, strukturalisme genetik Authors are essentially members of society. His literary work is a description of life that is born from the social reality. Through literature, the author conveys general matters to specific matters and reveals taboo matters; which the audience does not discuss as if it becomes delicious dish for the reader. Literature can observe conditions that are not touched by physical views which sometimes deceive those who look. It is able to break through into sensitive matters that cannot be seen by the naked eye. Departing from the above steps, I am interested in analyzing the short story entitled Rumah Tuhan by Aris Kurniawan Basuki as the short story chosen by Kompas Daily 2013 which has been recorded. In this study, the author will analyze the short stories using a genetic structuralism approach as a tool of analysis in the short story content which is applied to the world of the author as the background for the development process of the work. In this study, the authors discuss genetic structuralism, namely human facts, collective subjects, world views, and the dialectic of understanding-explanations. In the part of human facts' explanation, the writer explains visiting the sick from the viewpoint of belief and humanity, the psychological and mental facts of a child to his parents, women and their characters, men and their characters, and domestic disturbances. In the discussion of the collective subject, it is stated the social condition of an individual in the story are members of society. In this short story, the mother character is a figure who is passionate about practicing her religious teachings, as well as a sense of humanity towards others, namely visiting the sick. Meanwhile, in discussing the world view, the habit of visiting the sick is in the circumstances that people usually do. As it has become an independent tradition when hearing people who are known to be sick, be it family, relatives, neighbors, community leaders, friends, and others, people will visit them. As for the final discussion, namely the dialectic of understanding, the short story Rumah Tuhan by Ak Basuki gives us an understanding that as servants of God who believe in Him we are required to maintain good relations with our Lord (habluminallah) and with fellow humans (habluminannas).Keywords: short stories of the House of God, genetic structuralism
Pesan Dakwah dalam Cerpen Gus Jakfar Karya K.H. Ahmad Mustofa Bisri Asep Firmansyah
Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah FDIK IAIN Padangsidimpuan Vol 4, No 2 (2022): TADBIR: JURNAL MANAJEMEN DAKWAH FDIK IAIN PADANGSIDIMPUAN
Publisher : FDIK IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/tadbir.v4i2.6232

Abstract

Dakwah adalah suatu usaha yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang untuk menuju jalan Allah agar memperoleh kebahagiaan hidup di dunia maupun di akhirat. Dakwah dapat dilakukan melalui tulisan salah satunya termasuk cerpen. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pesan dakwah yang terdapat dalam cerpen Gus Jakfar karya K.H. Ahmad Mustofa Bisri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif analitis dengan teknik pengamatan. Hasil penelitian dalam penelitian ini yaitu bahwa cerpen yang berjudul Gus Jakfar karya K.H. Ahmad Mustofa Bisri memiliki pesan dakwah mengenai akhlak. Baik akhlak kepada Allah maupun akhlak kepada sesama manusia. Cerpen tersebut menceritakan seseorang yakni Gus Jakfar yang dapat melihat tanda-tanda nasib seseorang. Hanya saja sikap yang dilakukan oleh Gus Jakfar menggunakan kelebihannya tersebut secara serampangan merupakan sikap yang kurang berakhlak.  Seharusnya ia bersikap bijak dalam menggunakannya misalnya agar orang lain lebih beriman, agar orang lain lebih bersyukur, agar orang lain lebih semangat ibadahnya, dan lain sebagainya. Bukan malah membuat orang lain takut dan resah. Orang yang berakhlak kepada Allah akan berhati-hati dalam berbuat. Jangan sampai karena sesuatu kelebihan yang diberikan Allah kepadanya lalu membuat ia merasa mampu untuk menentukan takdirnya sendiri atau takdirnya orang lain. Setiap keadaan yang Allah takdirkan kepada hamba-Nya baik itu berupa kelebihan (kekayaan, keelokan wajah, fisik yang kuat, kelebihan seperti yang dimiliki Gus Jakfar) maupun kekurangan sama-sama merupakan ujian dari Allah. Tinggal bagaiamana hamba itu bersikap bersyukur dan bersabar atau malah kufur, sombong, dan tidak sabar/berputus asa. Adapun akhlak kepada manusia berarti berbudi pekerti terhadap orang lain, baik melalui lisan maupun perbuatannya. Cerpen Gus Jakfar ini memiliki pesan bahwa orang yang diberikan kelebihan oleh Allah tidak boleh berbuat dan berucap seenaknya atau sekehendak hatinya. Ia harus bersikap bijak memanfaatkan kelebihan yang ia miliki untuk kemaslahatan umat baik untuk kehidupan di dunia maupun kelak di akhirat. Bukan malah sebaliknya, kelebihan yang dimilikinya digunakan untuk hal-hal yang tidak berfaedah, tidak membawa kebermanfaatan, atau yang lebih parah lagi digunakan untuk menzalimi dan menyakiti orang lain, baik fisik maupun batin.