Faktor utama yang mempengaruhi hasil pengobatan pada individu dengan diabetes mellitus tipe 2 adalah ketidakpatuhan terhadap pengobatan. Ciri-ciri pasien merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi kepatuhan obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan bagaimana individu dengan ciri-ciri diabetes melitus tipe 2 dan kepatuhan pengobatan berhubungan satu sama lain. Pada Mei 2023, penelitian cross-sectional dilakukan di Puskesmas Sidomulyo di Samarinda. Purposive sampling digunakan untuk memilih sampel 23 pasien dengan diabetes melitus tipe 2 untuk penelitian ini. Kuesioner Skala Kepatuhan Pengobatan Morisky (MMAS-8) digunakan untuk mengukur kepatuhan pengobatan. Skor pada skala dibagi menjadi dua kategori: kepatuhan tinggi (skor 0-3) dan kepatuhan rendah (skor 3-8). Usia, jenis kelamin, dan pencapaian pendidikan semuanya mengungkapkan ciri-ciri pasien. Tes Chi-square digunakan untuk mengevaluasi data dan menentukan apakah ada korelasi antara fitur dan kepatuhan pengobatan menggunakan SPSS versi 24. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ada enam responden dengan kepatuhan tinggi (26,1%), delapan belas pasien dengan kepatuhan rendah (73,9%). Usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan pasien tidak berkorelasi secara signifikan dengan kepatuhan pengobatan (p > 0,05). Jelas dari data bahwa pasien diabetes tipe 2 masih mematuhi rejimen resep mereka, meskipun pada tingkat yang rendah. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi variabel yang dapat memengaruhi kepatuhan.