This Author published in this journals
All Journal Diglosia
Fathiyyah Sekar Widiasri
Padjadjaran University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kajian Semiotik Mitos Lauk Dewa di Desa Cigugur Kabupaten Kuningan Jawa Barat Fathiyyah Sekar Widiasri; Dian Indira
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.007 KB)

Abstract

Lauk Dewa (Ikan Dewa) merupakan mitos yang terkenal di Desa Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Melalui kajian semiotik akan dikaji makna di balik mitos Lauk Dewa tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memaparkan makna mitos dengan menganalisis makna denotatif, dan konotatif terlebih dahulu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teori yang digunakan ialah teori semiotik Roland Barthes. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari studi kepustakaan berupa artikel dari jurnal-jurnal dan literature review. Hasil dari penelitian adalah: 1) makna denotatif dari Lauk Dewa adalah ikan berjenis Kancra Bodas/Kancra Putih (Labaebarbus Dournensis); 2) makna konotatif dari Lauk Dewa adalah sosok prajurit Prabu Siliwangi yang dikutuk menjadi ikan karena membantah perintah raja; dan 3) mitos yang dihasilkan berupa kepercayaan bagi siapapun yang menangkap atau mengonsumsi Lauk Dewa  akan mendapat hukuman berupa musibah. Lauk Dewa juga memberi keberkahan bagi siapapun yang dapat menyentuhnya.Kata kunci: mitos, lauk Dewa, Cigugur, semiotik, Roland Barthes Lauk Dewa is a famous myth in Cigugur Village, Kuningan, West Java. The meaning behind the myth of Lauk Dewa will be examined through a semiotic study. The purpose of this research is to describe the meaning of myth by analyzing denotative and connotative meanings first. This research uses descriptive qualitative method. The theory used is Roland Barthes' semiotic theory. Sources of data in this research is literature studies in the form of articles from journals and literature reviews.  The results of the study were: 1) the denotative meaning of Lauk Dewa was a type of fish Kancra Bodas / Kancra Putih (Labaebarbus Dournensis); 2) the connotative meaning of Lauk Dewa is the figure of the warrior Prabu Siliwangi who was cursed to be a fish because he denied the king's orders; and 3) the resulting myth is the belief that anyone who steals or consumes Lauk Dewa will receive punishment in the form of a disaster. Lauk Dewa also gives blessings to anyone who can touch it.Keywords: myth, Lauk Dewa, Cigugur, Semiotics, Roland Barthes