p-Index From 2021 - 2026
0.751
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Basataka (JBT)
Vera Krisnawati
Universitas Jenderal Soedirman

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS KEMAMPUAN BERBAHASA DALAM ASPEK BERBICARA PENDERITA DOWN SYNDROME PADA BSA USIA 17 TAHUN Meydhita Kusumawardani; Rahma Ramdani; Vera Krisnawati; Bivit Anggoro Prasetyo Nugroho
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 6 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v6i2.310

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan gangguan berbahasa khususnya aspek berbicara penderita Down Syndrome pada BSA berusia 17 tahun. Peneliitian ini menggunakan pendekatan kualitatatif dengan metode studi kasus. Studi kasus adalah metode dalam penelitian yang bertujuan untuk mengungkap, menjelaskan, dan memahami kasus secara lebih mendalam dan menyeluruh yang melibatkan berbagai sumber informasi atau data yang “kaya” dalam konteks tertentu. yang sumber datanya menggunakan teknik wawancara dan simak-catat. Pengumpulan dara dilakukan menggunakan platform WhatsApp. Analisis data dilakukan dengan menganalisis faktor penyebab BSA menderita DS, peran keluarga terhadap penderita DS, dan gangguan berbicara yang dialami penderita DS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama penyebab BSA menjadi DS adalah karena ibunya mengandung di usia cukup tua dan mengonsumsi obat-obatan. Peran keluarga terhadap BSA sangat baik. BSA terkadang dalam mengucapkan beberapa kata tidak begitu jelas, tetapi BSA juga dalam satu waktu dapat mengucapkan beberapa kata dengan artikulasi yang jelas. Kemampuan motorik BSA cepat tanggap dalam merespon dan kemampuan kognitif yang cukup baik.
PELANGGARAN KESANTUNAN BERBAHASA DALAM FILM "PERAYAAN MATI RASA" KARYA UMAY SHAHAB Meydhita Kusumawardani; Etin Pujihastuti; Vera Krisnawati
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1163

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa yang terdapat dalam dialog antar tokoh dalam film Perayaan Mati Rasa karya Umay Shahab.Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknik catat dan transkip. Teknik penelitian ini dipilih berdasarkan kebutuhan dalam mengamati, transkip, dan mencatat tuturan dari tokoh film Perayaan Mati Rasa karya Umay Shahab. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 4 data pelanggaran maksim kebijaksanaan, 2 data pelanggaran maksim kedermawanan, 9 data pelanggaran maksim pujian, 1 data pelanggaran maksim kerendahan hati, 4 data pelanggaran maksim kesepakatan, dan 3 data pelanggaran maksim simpati. Pelanggaran yang paling banyak terdapat pada maksim pujian dan yang paling sedikit adalah maksim kerendahan hati.
MAKNA DENOTATIF DAN KONOTATIF PADA LIRIK LAGU ALBUM HITAM PUTIH KARYA FEBY PUTRI (KAJIAN SEMANTIK) Rahma Ramdani; Dyah Wijayawati; Vera Krisnawati
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1171

Abstract

Lagu merupakan salah satu media penyampaian pesan karena liriknya dapat membangkitkan serta memengaruhi emosional pendengar. Oleh karena itu, makna dalam lirik lagu menjadi aspek penting untuk dikaji melalui pendekatan semantik, khususnya makna denotatif dan konotatif. Namun, kajian yang secara khusus membahas kedua makna tersebut pada lirik lagu, terutama karya musik kontemporer Indonesia masih terbatas, termasuk pada album Hitam Putih karya Feby Putri. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna denotatif dan konotatif dalam lirik lagu album Hitam Putih karya Feby Putri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Sumber data terdapat tiga lagu, yaitu Dunia, Semoga Ada Waktu Luang, dan Tangan-tangan Ucap Perpisahan sedangkan data penelitian berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat bermakna denotatif dan konotatif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode simak dan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan metode analisis interaktif Miles dan Huberman sedangkan keabsahan datanya diuji melalui triangulasi teori berdasarkan Chaer (2013) dan teori pendukung lainnya. Hasil penelitian menemukan 19 data yang terdiri atas 5 makna denotatif dan 14 makna konotatif. Temuan tersebut menunjukkan dominasi makna konotatif. Makna denotatif merujuk pada tindakan atau keadaan konkret, sedangkan makna konotatif mengandung nilai rasa, baik positif maupun negatif, seperti kesedihan, kegelisahan, harapan, optimisme, keteguhan, dan penguatan diri.
NOMINA DEVERBAL DALAM BUKU "BICARA ITU ADA SENINYA" KARYA OH SU HYANG Nani Indriyani; Dyah Wijayawati; Vera Krisnawati
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1174

Abstract

Nomina deverbal sebagai hasil proses afiksasi memiliki peran penting dalam pembentukan makna gramatikal dan penyampaian gagasan dalam bahasa Indonesia. Dalam buku Bicara itu Ada Seninya karya Oh Su Hyang, penggunaan nomina deverbal mencerminkan realisasi afiksasi dalam konteks wacana nonfiksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan bentuk serta makna afiks pembentuk nomina deverbal dalam buku Bicara itu Ada Seninya karya Oh Su Hyang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode padan intralingual. Data dikumpulkan melalui metode simak bebas libat cakap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prefiks {pe-}, {peN-}, {pen-}, dan {peng-} merupakan afiks paling produktif dan umumnya membentuk nomina bermakna ‘pelaku’ atau ‘profesi’. Prefiks {per-} muncul dalam jumlah terbatas dan membentuk nomina yang berkaitan dengan ‘tindakan’. Sufiks {-an} produktif membentuk nomina bermakna ‘hasil, cara, tempat, atau bentuk abstrak’, sedangkan konfiks {per-/-an}, {pe-/-an}, dan {pel-/-an} membentuk nomina yang menyatakan ‘hal, proses, atau hasil’. Secara keseluruhan, afiks-afiks tersebut membentuk pola pembentukan nomina deverbal dan menunjukkan variasi makna sesuai konteks penggunaannya, sehingga memperjelas fungsi afiksasi dalam pembentukan makna pada teks nonfiksi.